
"kenapa kerumahmu? aku juga punya rumah!! " bentak Kaira baru berani bersitatap dengan mata biru Pasha
"bagaimana cara mereka ke rumahmu? pintu dikunci dan kalaupun mereka punya kunci cadangan apa kamu tega membiarkan anak-anak kelaparan?". tanya Pasha dengan senyum tipisnya..
Kaira baru menyadari hal itu dan tidak lagi membalas kata-kata Pasha, ia mengambil hpnya dari Kaira lalu berbicara dengan Chiko..
Kaira memejamkan matanya dengan kesal karna ketidak berdayaannya membiarkan Pasha ikut campur masalahnya..
"apa kau sengaja berbuat seperti ini tuan yang terhormat ? kau memperalat situasiku dengan begitu profesional". geram Kaira
"aku seorang pembisnis besar Kaira aku tidak pernah berbuat hal rendah seperti ini! kalau aku mau aku sudah menculikmu dan mengurungmu disangkar emasku kenapa aku harus menggunakan cara bodoh ini ? apa kamu tidak lihat ban mobilmu sudah botak semua..? ". jelas Pasha dengan sabar tidak tersinggung kata-kata Kaira
Kaira tidak lagi menjawab dia hanya memutar tubuhnya membelakangi Pasha hingga si empunya gemas sendiri melihat hal itu..
tak lama kemudian sebuah mobil datang dan keluarlah beberapa orang dengan penampilan kotor bukan karna apapun tapi karna wajah dan baju mereka hitam dibagian tertentu karna oli bisa kaira tebak mereka pekerja bengkel yang ditelfon Pasha tadi..
"hormat kami tuan muda ". ucap kelima pekerja bengkel dengan hormat
"hm... ganti ban mobil ini yang sudah tidak berguna,
cek mesin dan lakukan apapun yang menurut kalian baik aku rasa rem nya juga bermasalah! "
Kaira melebarkan matanya
"kenapa dia bisa tau rem mobilku yang terkadang tak berfungsi ? ". batin Kaira keheranan
"baik tuan muda.. tapi untuk mengganti ban mobilnya kami harus membawa mobil ini ke bengkel sebab kami hanya membawa peralatan kunci saja tidak bawa ban cadangan ". jawab salah satu dari mereka memeriksa ban mobil Kaira yang memang botak jadi wajar mudah meledak kalau terlalu panas..
"berikan kunci mobilmu Kaira? ". pinta Pasha mengulurkan tangannya..
Kaira mengambilnya dari dalam mobilnya dan menyerahkannya pekerja bengkel itu bukan pada Pasha..
Pasha hanya menahan senyum saja karna Kaira langsung memberikannya pada orang lain tidak mau melaluinya..
"baik tuan muda.. Nyonya kami permisi untuk
membawa mobil ini ". izin pria yang diberikan kunci mobil Kaira
Kaira tersenyum kikuk saja dibalik cadarnya, kelima pria itu bukan orang bodoh yang tak mengenali situasi, mobil ini bukan kendaraan keluarga Melviano tapi Pasha sendiri yang menghubungi mereka tentu mereka bisa menebak pemilik mobil itu memiliki hubungan serius dengan tuan muda nan berkuasa itu..
"mohon bantuannya ya om... apa perlu saya kasih uang muka? ". tanya Kaira dengan sopan
kelima pria pekerja bengkel itu tentu terkejut mendengarnya, Pasha menggaruk keningnya sendiri lalu tanpa aba-aba menggendong tubuh Kaira.
Kaira memekik kaget dan minta dilepaskan..
__ADS_1
"apa yang kau lakukan.? turunkan aku tuan? ". bentak Kaira dengan tatapan tajamnya di gendongan Pasha
Pasha mengabaikannya dan membawa Kaira masuk kedalam mobilnya, saat Kaira hendak keluar Pasha mengancamnya
"apa kamu mau bertemu dengan anak-anak ku? ". tanya Pasha dengan senyum misteriusnya
Kaira yang mendengarnya malah merinding entah kenapa kata-kata Pasha menyiratkan kalau dia hendak merebut anak-anaknya, itu sebabnya Kaira tak lagi bergerak ia langsung memasang seatbeltnya, hal itu membuat Pasha tersenyum puas bisa menekan Kaira..
Sementara ditempat lain sikembar diantar ke mansion keluarga besar Melviano
"kenapa harus kesini om? ". tanya Dylan dengan kesal.
"kami kan punya rumah om! ". sungut Nova
"maaf nona kecil, tuan kecil...Nyonya muda akan menjemput tuan kecil dan nona kecil kemari! kata tuan muda mobil nyonya muda rusak parah". bohong Chiko begitu meyakinkan
sikembar menghela nafas berat,, mereka terkejut saat semua pelayan berjejer rapi menunggunya dan salah satu dari mereka membukakan pintu untuk Nova dan Dylan keluar..
"selamat datang tuan kecil dan nona kecil !". tunduk hormat mereka semua
Nova menggaruk kepalanya sendiri dan Dylan hanya berwajah datar tanpa tertarik dengan penghormatan mereka..
"kenapa banyak sekali mobil kak? apa disini sedang ada acara? ". tanya Nova ke kakaknya..
"maaf nona kecil kami menjawab kalau disini memang ada acara arisan nyonya besar, nona kecil !".jawab salah satu pelayan yang ada didekat Nova
"kenapa kalian nggak masuk? ". tanya Dylan dengan wajah datarnya dibalik maskernya..
"kami menunggu tuan kecil dan nona kecil masuk! ". jawab Chiko dengan sopan.
"silahkan masuk tuan kecil dan nona kecil ". ajak pelayan lainnya begitu kompak
Dylan yang terasa panas membuka maskernya, dan dengan tidak tau malunya perut Nova berbunyi..
para pelayan tidak menertawakan mereka malah memohon terus-terusan membujuk sikembar masuk.. akhirnya sikembar mengalah karna kasihan semua pelayan itu berkeringat menunggu mereka tanpa mengeluh..
Nova membuka jilbab dan cadarnya karna semua orang disini sudah tau wajahnya, lagian mereka juga kepanasan menunggu mommy mereka datang didepan mansion tapi tidak juga datang entah kemana mommynya dibawa oleh Pasha..
"Nyonya? ". panggil Mayong ragu-ragu
Nyonya Mely menoleh ke Mayong. "ada apa mbah? "
"tuan kecil dan nona kecil datang! ". jawab mayong dengan sopan
Nyonya Mely langsung berdiri dari duduknya yang sedang bersama teman arisannya tampak begitu kebingungan melihat Mely yang terlihat berbinar..
__ADS_1
"akhirnya aku bisa memamerkan pada mereka kalau aku punya cucu! ". batin Nyonya Mely dengan girang
"dimana mereka? ".tanya Mely tidak sabar
"sedang makan di dapur nyonya ! ". jawab mayong
Mely mengerutkan keningnya
"kenapa di dapur? bukan di meja makan? "
"begini nyonya,tuan kecil dan nona kecil sudah kelaparan dan mereka..? hm...? ". ragu-ragu mayong berkata
Nyonya Mely segera berlari meninggalkan teman-teman arisannya, mereka yang penasaran tentu mengikuti Mely karna penasaran siapa yang dimaksud Mayong dan Mely.
Mely masuk ke dapur dan menganga lebar melihat kekacauan di dapur, dan melihat kedua bocah kembar yang tengah makan mie instan dengan wajah menggemaskan mereka..
"kenapa makan mie instan cucu-cucuku? ". tanya Mely berlari ke arah cucu-cucunya..
"granma? ". panggil Dylan dan Nova kompak dengan pipi mereka sudah belepotan kuah mie nya..
para pelayan segera menjaga jarak dari iblis kecilnya Pasha itu yang sangat nakal..
"apa yang kalian lakukan sayang? ". tanya Mely dengan gemas
"kami makan granma ! mereka bilang mau memasakkan kami makanan tapi perut nova dan dylan udah berbunyi jadi ini untuk mengganjal perut kami..! ". jawab Dylan dengan polos
"iya Granma kami bisa masak sendiri mereka bersikeras membantu kami padahal kami bisa melakukannya sendiri! ". sambung Nova
Mely tidak marah melihat dapurnya seperti kapal pecah tapi malah tertawa terbahak-bahak melihat iblis kecil keluarga Melviano itu..
"Astagah!! ". pekik teman-teman arisan Mely begitu syok melihat Nova dan Dylan yang sangat mirip dengan Pasha..
sedangkan sikembar hanya menatap mereka semua sebentar lalu kembali menyeruput mienya, sesekali Nova dan dylan berebut menyuapi Mely yang malah terlihat bahagia dengan kelakuan mereka..
para pelayan hanya tersenyum haru melihat hal itu,
Mayong juga ikut lega melihatnya karna Mely tidak marah melihat dapur mereka berantakan karna ulah sikembar yang mandiri itu tidak mau di ganggu gugat padahal niat pelayan hanya membantu saja..
.
.
masih perbaikan penulisan..
.
__ADS_1
.
.