Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
pagi hari jelang resepsi


__ADS_3

"apa lagi keperluan istri saya dokter..? " tanya Pasha


Haura tersenyum..


"susu ibu hamil tuan muda dan berikan makanan yang sehat untuk perkembangan bayi nya.. bisa dicari di google tuan muda".


Pasha mengangguk-ngangguk serius pertanda hal itu dimengerti Pasha.


"sudah.. sudah.. jangan bertanya lagi..! sana tidur bersama istri dan anak-anak bisa jadi itu kemauan calon si dedek bayi..! " lerai Mely dengan serius.


Pasha membenarkan perkataan Mely, langsung lari langkah seribu meninggalkan mereka tanpa permisi, Pasha tadi mendengarkan perkataan Ades dan Mely mengenai siklus ibu hamil.


"harap maklum ya dokter.. anak kami sangat berlebihan.. " ucap Matt tersenyum canggung.


Haura dan Ades saling pandang lalu kompak tersenyum lebar,


"wajar saja menurut saya tuan besar.. sebab lebih dari siapapun kami tau betapa kuatnya tekat tuan muda ingin memiliki keturunan". jawab Ades


"benar tuan besar...! saya benar-benar takjub dengan rahim nyonya muda bisa mengandung benih berharga tuan muda...! " sambung Haura


mereka bercengkrama kecil sebelum pergi, sementara Pasha sudah masuk kekamar nya.


Pasha menatap sendu Kaira yang tengah terlelap memeluk Nova dan Dylan.


"aku memang punya segalanya Kaira tapi satu hal yang tidak bisa aku dapatkan walaupun aku sudah berusaha dengan mengeluarkan uang banyak, yaitu keturunan ku...! kamu bisa memberiku hal itu sayang...! " batin Pasha


sungguh dirinya bukan laki-laki yang cengeng tapi sekian tahun lamanya menanti keturunan akhirnya dirinya mendapatkan berita kehamilan istrinya tanpa berobat ke dokter manapun.


Pasha merebahkan tubuhnya di belakang Kaira, memeluk Kaira dari belakang sambil mengelus perut datar Kaira.


.


.


ke esokan pagi-pagi sekali Pasha keluar membeli perlengkapan Kaira di supermarket yang buka 24 jam.


"bukannya itu tuan muda MattGroup ya..?" bisik-bisik wanita-wanita dari luar Kota singgah di supermarket.


jujur mereka dapat undangan pernikahan Pasha dan Kaira saking semangatnya mereka sudah datang dari tadi malam menginap di hotel MattGroup, hari ini adalah pesta pernikahan Kaira dan Pasha tapi dibuat takjub melihat sang mempelai pria tengah berbelanja seperti ibu rumah tangga saja.


Pasha mengabaikan tatapan memuja wanita yang disekitarnya, saat ini Pasha tengah serius membaca semua susu ibu hamil, Pasha bahkan tak menyuruh tangan kanannya malah mencari sendiri, hal itu bagian dari impian Pasha selama ini.


"Kaira mau susu coklat atau putih ya..? " gumam Pasha menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


ponsel Pasha bergetar, ia meletakkan kotak susu ibu hamil yang dipegangnya lalu mengangkat panggilan sang istri.


Pasha bahkan tak sadar saat dirinya tersenyum membuat para wanita meleleh, bahkan ada yang sampai terhuyung memegang kepala masing-masing.


"Pasha suamiku? kamu dimana..? " tanya Kaira dengan nada manja


Pasha mengulum senyum manisnya.


"aku sedang beli susu untukmu dan anak kita sayang... kamu mau susu putih atau coklat sayang..? ". tanya Pasha melihat jejeran susu ibu hamil didepannya.

__ADS_1


"rasa banana chocolate ada.? " tanya Kaira berbinar.


"yang ada rasa velvety chocolate...! " jawab Pasha memilah-milah kotak susu itu.


"dari namanya kayaknya enak..! itu aja deh". pinta Kaira


Pasha pun segera memasukkan 3 kotak di Trolynya.


"apa maumu sayang...? " tanya Pasha yang tau Kaira menginginkan sesuatu.


"kok bisa tau..? " tanya Kaira


Pasha terkekeh.. "ayo katakan apa maumu sayang.. "


Kaira menyeringai lebar..


"aku mau kamu belikan aku kepiting...! aku pengen masak ayam bakar juga .. belikan aku itu ya..? "


Pasha mengerutkan keningnya..


"baiklah aku akan cari apa ada kepiting pagi-pagi buta gini ya..? "


"daddy". suara Nova terdengar penuh harap


"apa sayang...? " tanya Pasha


"Nova belikan jajanan yang banyak ya...?? " pinta Nova dengan nada terdengar memelas.


"oke... katakan kakak maunya apa..?" Pasha mengingat putra sulungnya.


"daddy??" panggil Dylan ragu-ragu


"iya son..! katakan apa maumu..? " tanya Pasha


"belikan Dylan buku penjinak hewan buas jilid 2.. baru keluar kemarin sore..! " pinta Dylan dengan memelas seperti Nova hanya saja Dylan terdengar serius..


Pasha terkekeh, "baiklah son..! jaga mommy dan adikmu ya..? "


"oke daddy..! ". senyum lebar Dylan dilihat oleh Kaira dan Nova, mereka senang melihat Dylan yang memelas minta dibelikan sesuatu pada daddynya.


Buku itu Limited Edition, daddynya pasti bisa mendapatkan buku itu.


"hati-hati suamiku tercinta". ucap Kaira dengan malu-malu tanpa menunggu jawaban Pasha, ia sudah mematikan panggilannya.


Pasha membeku ditempat mendengar perkataan Kaira yang berhasil mendebarkan jantungnya.


suamiku tercinta? sungguh mendebarkan jantungnya.


"sadarlah Pasha...!! kalian sudah menikah kenapa masih aja jantungan?? " Pasha mengomeli diri sendiri.


"aakh..iya buku Dylan..! ". Pasha langsung menghubungi Granmedia terbesar dikota ini dan memesan 1 buku itu untuk nya, tentu hal itu sangat mudah bagi Pasha apalagi toko buku besar Granmedia itu separuh adalah miliknya.


toko buku itu memiliki hutang dengan pemilik tanah dimana gedung Granmedia berada, kalau bukan karna Pasha, toko buku raksasa itu tidak akan sampai ke titik sekarang tapi Pasha tidak pernah mengambil bagian dari Granmedia bahkan tak ingin ikut campur dengan urusan mereka, hingga para pekerja,direktur granmedia sangat menghargai Pasha.

__ADS_1


katakan saja Pasha penggemar dari toko buku Granmedia itu sendiri.


Pasha selesai membayar belanjaannya, ia malah berjalan santai seperti tak mengingat hari ini adalah hari resepsi pernikahan nya dengan Kaira yang akan digelar di hotel MattGroup sekitar jam 1 siang sampai jam 12 malam.


.


.


"Kaira..? mana suamimu...? " tanya Ella keheranan


Mely dan Matt tersenyum saja, Rani menjawab


"Kakak sedang belanja membeli susu bumil buat kakak ipar...! "


Ella melebarkan matanya..


"seorang tuan muda Melviano membeli susu untuk Kaira..? "


"memang kenapa..? " tanya Kaira


"pake nanya lagi". gerutu Ella


"jujur Ella..! ini memang terdengar memalukan tapi hal itu merupakan impian anak mamah sejak dulu, sekarang impiannya tercapai bagaimana menurutmu Ella..? " senyum manis Mely menjelaskan


Ella tersenyum malu, ia tak bisa berkata-kata lagi, Kaira sungguh istimewa bisa mengandung benih keluarga ini.


"kakak menikah aja sama tangan kanan kakak Pasha". celutuk Rani tanpa beban ke Ella


Ella tersedak sendiri hingga terbatuk-batuk..


"jangan ngaco..! pernikahan hal yang sakral"


Rani tertawa cekikikan, sementara Dylan dan Nova sedang menunggu daddy mereka didepan pintu di jaga oleh pelayan Melviano.


"paket...? " suara dari luar


Dylan berlari keluar dengan tak sabar, ia segera menandatangani surat dari kurir paketan pribadi langganan Pasha, Dylan mengeluarkan uang 200 Ribu..


"ini om bayarannya..! terimakasih datang lebih cepat dari perkiraan saya". ucap Dylan langsung berlari memasuki mansion.


Dylan mengoyak isi paketannya dan melompat senang mendapatkan buku yang ia mau.


"daddy terbaik". pekik Dylan tak peduli sekeliling langsung berlari masuk lift.


yang ada di ruang makan saling pandang dengan bingung sebab Dylan sejak tadi sarapan terburu-buru dan langsung menunggu didepan ternyata menunggu buku yang ia inginkan datang lewat paketan khusus.


"apa yang membuat Dylan senang nak..? " tanya Mely ke Kaira


"tadi dia minta buku gitu mah ke Pasha". jawab Kaira.


"Nova menunggu daddynya..? " tanya Ella


semua orang mengangguk,

__ADS_1


.


.


__ADS_2