Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
keseharian Nolan (Nova dan Dylan)


__ADS_3

"mau gendong baby Keyzo atau Kaisha sayang?? ". tanya Kaira mengelus kepala Dylan dengan penuh kasih sayang.


"nanti dia terbangun mommy". tolak halus Dylan takut mengganggu adiknya.


"nggak apa sayang! baby kembar rewelnya waktu malam". jelas Kaira lembut


"boleh kah mommy? ". tanya Dylan berbinar


Kaira terkekeh pelan dan mengangguk sebagai jawaban,


Kaira menggendong Kaisha dan memberikannya pada Dylan.


"kamu udah bisa gendong dedek bayi ya sayang? siapa yang ajari? ". goda Kaira dengan gemas.


"granma sama nenek yang ajari mommy". jawab Dylan menimang-nimang pelan baby Kaisha


Dylan menatap wajah mungil dan menggemaskan Kaisha


Kaira yang tau apa yang di pikirkan anaknya itu langsung berkata, "mirip sama Nova kan? imut yang mana? ".


Dylan menyeringai lebar tak bisa menjawab siapa yang mendapat predikat pertama posisi si imut Melviano Kaira tergelak melihat wajah Dylan yang sangat lucu.


"kenapa Nova nggak kemari sayang? ". tanya Kaira keheranan


"biar Dylan lihat mommy..! mungkin sedang main game.. ". Dylan memberikan lagi baby Kaisha yang sangat tenang di gendongan kakaknya.


"ya udah! jangan makan jajanan aja ya? bilangin ke adik kamu juga harus makan nasi, buah yang disiapkan bunda di kulkas".


"iya mommy". Dylan langsung pergi dari ruangan baby kembar.


Kaira meletakkan kembali Kaisha di box bayi,


"waah.. di gendong kak Dylan nyaman sekali tidurnya sayang! nggak terusik sama sekali ya? ". gemas Kaira


"kenapa anak-anakku seperti kalelawar sih? siang tidurnya pulas banget nggak ada tersentak sedikitpun tapi kalau malam rewelnya minta ampun...! ". gumam Kaira menggeleng pelan kepalanya


Kaira melihat hp nya yang bergetar ia mengangkatnya dengan nama kontak


"My Husband ❤ "


"Assalamualaikum?? ".sapa Pasha


"wa alaikum salam suamiku tersayang..? ". Kaira balas dengan senyum semanis madu nya


"bagaimana baby kembar kita sayang? ". tanya Pasha


"lagi tidur suamiku..! sudah aku bilang anak-anakmu ini rewelnya dimalam hari, lihatlah betapa nyenyaknya tidur baby kembar". kekeh Kaira


Pasha mematikan panggilannya hingga Kaira terheran-heran tapi senyumnya kembali merekah sempurna saat sang suami melakukan panggilan Vidio.


Kaira dan Pasha jadi melakukan panggilan Vidio seolah sedang berhubungan jarak jauh, padahal baru beberapa jam Pasha keluar dari mansion meninggalkan baby kembar sekarang udah kangen aja.


"sikembar besar mana sayang? ". tanya Pasha


"lagi dikamar mereka! mungkin lagi ada PR". jawab Kaira menebak


"apa mereka udah makan sayang? ". tanya Pasha serius


"ya udahlah Suamiku.. menurutmu mamah, papah dan nek mayong akan membiarkan mereka nggak makan hmm? "

__ADS_1


Pasha mengulum senyum manisnya,


"kamu istirahat sayang! nanti malam baby kembar pasti rewel lagi.. "


Kaira mengangguk pelan lalu berjalan ke ranjangnya,


"jangan dimatikan! ". perintah Pasha


"terus aku tidurnya gimana? ". tanya Kaira dengan linglung


"letakkan di depan bantal! aku mau melihat istriku tercinta tertidur.. "


Kaira mengerucutkan bibirnya, hingga Pasha mengeryit gemas..


"mau aku nyanyikan sayang? ". tawar Pasha


Kaira mengerjabkan matanya, "bisa? "


"bisa dong! kamu terlalu meremehkanku sayang"


kaira tersenyum, Pasha berdehem pelan menetralkan suaranya, Kaira begitu antusias mendengar suaminya akan bernyanyi untuknya.


"pipiku yang bulat seperti kue donat


badanku yang tak tinggi .. ...?". pasha menyanyi lalu memperagakan dengan anggota tubuhnya hingga Kaira tertawa terpikal-pikal dengan hiburan Pasha.


Pasha sengaja menghibur istrinya dan akhirnya


Kaira terlelap dengan cepat karna memang kurang tidur, Pasha tersenyum mengusap layar hp nya..


"tidurlah istriku sayang..! wanita istimewaku, ibu dari anak-anakku ". gumam Pasha menatap penuh cinta istrinya yang tengah tertidur pulas


"menggemaskan sekali! ". seru Pasha seperti mau menoel-noel pipi Kaira


.


.


sedangkan Dylan masuk ke kamar Nova


"Dek? ". panggil Dylan.


"iya kak! " sahut Nova.


"kamu ngapain dek? ". tanya Dylan duduk di ranjang Nova


"ini kak ada bocah menyebalkan mau cari masalah dengan Nova! ". curhat Nova menunjuk kesal profil bocah tampan yang Dylan tebak lebih dewasa dari mereka berdua


"siapa emangnya? " tanya Dylan serius


"dia anak CEO perusahaan teknologi besar dan besar di negara A kak". jawab Nova menatap tajam bocah tampan nan manis itu.


"bagaimana kamu bisa mengenalnya? ". tanya Dylan penasaran


"dia penasaran padaku kak.! KO, katanya udah 1 tahun ini dia belajar supaya bisa mengalahkan Nova tapi tetap nggak bisa karna dia udah kalah beginilah jadinya Nova mengancamnya kak". kesal Nova


"apa yang kamu katakan padanya..? ". tanya Dylan


"Nova akan bocorkan kepintaran dia dibidang IT pada dunia.. Nova lihat data pribadinya dia hanya anak kecil yang di anggap remeh oleh keluarganya, hanya di kenal penggila game aja.. "

__ADS_1


Dylan terkekeh, "apa dia takut? "


"iya kak..! awalnya dia nggak percaya terus Nova teror terus tadi... ahahahaha.. sekarang dia nggak muncul lagi karna takut"


"kamu jahil sekali dek.. ". Dylan mengusap kepala Nova


Tok.. tok. tok.


nova dengan cepat mengeluarkan data pribadi bocah tampan itu dan mematikan komputernya.


dylan membukakan pintu,


"Tuan kecil.. nona kecil.. saatnya makan buah dan susu lalu berolah raga.! ". Nek mayong menunduk sedikit


"olahraga apa hari ini nenek? ". nova berlari kecil ke arah mayong dan memeluk akrab pelayan tertua Melviano itu


Mayong mengusap sayang kepala Nova,


Dylan pergi ke kamarnya buat ganti baju.


"nenek carikan baju olahraga yang bagus buat Nova! ". manja Nova


"baik nona ". mayong dengan senang hati mencarikan Nova baju olahraga


Mayong melihat baju olahraga pemberiannya di hari ultah Nova kemarin, matanya berkaca-kaca dengan cepat ia mengangkat sedikit kacamatanya lalu mengelapnya dengan terburu-buru takut ketahuan.


Nova menjaga baju pemberiannya padahal harganya terbilang murah semua hadiah yang diberikan oleh para pelayan pun disimpan baik-baik oleh Nova betapa rendah hatinya Nova mau menerima barang-barang sederhana pemberian orang lain.


"kenapa nenek ? ". tanya Nova mengerjab kebingungan


"tidak ada nona". elak Mayong


.


.


Nova dan Dylan berolahraga di ruang fitness mini buatan Pasha, ruangan fitness itu juga milik Pasha,, sikembar Melviano itu hilir mudik ke ruangan Pasha dengan bebas tanpa ada larangan dari Pasha.


"hei son... hai sayang...? " Pasha tiba-tiba muncul di ruang fitness


Nova dan Dylan yang sedang tengkurap karna kelelahan segera bangkit.


"daddy...? ". nova berlari riang seperti biasa lalu pasha mengangkat tubuh putri kecilnya yang sudah tumbuh menjadi gadis kecil nan menggemaskan.


Dylan meneguk air minumnya sampai tandas, ia mengelap keringat yang membanjiri tubuhnya.


"bagaimana olahraga kalian hemm?? ". tanya Pasha dengan gemas


Nova tersenyum lebar, "Nova jadi pengen main di gedung permainan nolan..! "


Pasha terkekeh..


"bukankah kalian besok libur? jadi sekarang lagi nggak bisa liburan ke luar kota.. main di sekitar mansion aja ya? lagian gedung permainan Nova dan Dylan di sebelah mansion kita memang untuk kalian bermain sayang! "


Nova menyeringai lebar memeluk Pasha dengan manja, para pelayan dan nek mayong tak kaget lagi dengan kebahagiaan Pasha,


saat Mayong tau Pasha punya keturunan, mayong lah yang paling senang diantara para pelayan lainnya karna ia tau bagaimana perjuangan Pasha dan Alm. Nabila demi mendapatkan keturunan.


.

__ADS_1


.


__ADS_2