Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
saingan cinta dengan kenangan


__ADS_3

"kenapa sih sayang..?". tanya Pasha menarik tangan Kaira hingga jatuh di pelukan Pasha, sementara kaki Nova sudah tak lagi dileher Pasha..


Nova terlentang tidur diatas mereka, tidurnya tuan putri kecil itu memang tidak bisa bobok cantik..


Kaira melototkan matanya, ia memukul-mukul dada bidang Pasha tapi yang di pukul tak sadar-sadar malah menahan tangan nakal itu yang berani memukul tubuh berharga pasha..


"Pasha kamu pindah ke kamarmu nak.. ? mama mau bangunin Nova dan dylan buat sekolah". perintah Mely mengusap air mata harunya dengan panggilan Kaira


"Pasha dengar apa kata mamah? ayo cepat lepaskan aku..!! " kesal Kaira


Pasha bangun tapi malah menggendong Kaira keluar dari kamar anak-anaknya, Kaira memberontak kesana-kemari tapi Mely hanya menggeleng kepalanya melihat kelakuan Pasha yang tak terduga..


Kaira memekik minta di turunkan, Pasha sampai sempoyongan bawa Kaira ke kamarnya karna Pasha sendiri masih mengantuk..


"Pasha... lepaskan aku.! kalau kamu mau tidur ya tidur aja sendiri kenapa membawaku..? hei...??? turunkan aku...!! " geram Kaira


Pasha menguap lebar mengecup pipi Kaira, Kaira terdiam sesaat tapi hanya 5 menit lalu berontak lagi sampai kakinya sudah turun dikamar Pasha..


tapi Pasha mengunci kamarnya lalu kembali menggendong Kaira dan membawa Kaira ke ranjangnya,,


"ya Tuhan...!! kenapa tuan pembunuh ini..?? " gerutu Kaira masih tak bisa diam di gendongan Pasha.


"aku nggak bisa tidur tadi malam sayang..? baru ditinggal sekali olehmu aku nggak tidur tadi malam,


jadi nekat aku masuk kekamar anak-anak, jam 2 malam aku baru bisa tidur saat memeluk Kalian.. " jawab Pasha meletakkan tubuh Kaira di ranjangnya lalu Pasha berbaring disamping kaira dan memeluknya.


"Pasha aku tidak akan ganggu tidurmu.. tapi lepaskan aku...!! kenapa kamu memperlakukanku seperti bantal guling heh..? ". protes Kaira


Pasha makin mengeratkan pelukannya Kaira terus saja berontak sampai capek sendiri..


"Ya Tuhanku.!! kenapa tuan Pasha nggak seperti yang dulu..? jika seperti dulu kan aku bahagia.. kalau begini terus aku bisa jatuh cinta padanya!! Mark...?? Maafkan aku harus berpaling darimu". batin Kaira menatap lurus kedepan


Pasha makin mendekati Kaira, sekarang sudah ada di leher Kaira mengendus aroma khas Kaira yang benar-benar unik bagi Pasha tapi sangat menenangkan..


lama-kelamaan Kaira kembali tertidur di peluk Pasha,


.


.


sekitar jam 9 Pasha terbangun.


"Aku kesiangan..!! ". batin Pasha tapi matanya malah fokus melihat Kaira yang terlelap begitu damai..


"siapa yang bakal mengira kalau kamu wanita bar-bar sayang..? ". kekeh Pasha mengingat perlakuan manisnya ke Kaira tapi selalu saja di abaikan bahkan Kaira melawan tidak bisa diam..


"mark.?? " racau Kaira


Pasha mengerutkan keningnya mendengar Kaira menyebutkan nama mantan suami Kaira yang udah tidak ada..


"apa kau sangat mencintainya?? ". tanya Pasha dengan wajah datarnya.


"Jangan....!! jangan tinggalkan aku, Mark...? Nova dan dylan masih membutuhkanmu... tidaaak..tidak... jangan....!! "

__ADS_1


Bibir merah itu terus saja meracau, pasha mengepalkan tangannya apalagi melihat air mata Kaira jatuh begitu saja..


ia turun dari ranjangnya lalu masuk ke kamar mandinya, Pasha berendam di bathupnya sambil memikirkan racauan Kaira..


"itu sebabnya kamu kasar padaku Kaira..? karna kamu masih mencintai nya.? aku akan dapatkan hatimu seutuhnya. .. ya... aku memang pembunuh tapi apa aku tidak pantas untuk mendapatkan hatimu Kaira..?


berhentilah membuatku menderita..!! ". Pasha meneteskan air matanya.


hubungan yang sulit adalah memiliki saingan cinta berupa kenangan masa lalu kekasih tercinta begitulah situasi Pasha.


Pasha juga tidak bisa apa-apa karna memang dirinya yang salah membuat Kaira pergi dari kehidupannya dan tak tau apa-apa saat Kaira menikah dengan pria lain.. toh Pasha juga menikah dengan perempuan lain.


tapi Pasha bisa melupakan Nabila karna memang menganggap Nabila sebagai sahabat baiknya, Nabila pernah meminta padanya untuk melupakannya dan hidup bahagia bersama perempuan istimewa yang bisa melahirkan darah keturunan melviano..


.


.


1 jam Pasha berendam menenangkan fikirannya barulah dirinya bersiap-siap berangkat kerja sementara Kaira masih terlelap di ranjangnya


Pasha pergi tanpa berpamitan dengan Kaira,


.


dikantor


"hormat kami tuan muda..! " sapa semua bawahan Pasha dengan hormat


Pasha mengabaikannya hanya terus berjalan dengan aura dinginnya,


"apa kau menemukan pelakunya Panji.? " tanya Pasha


"maafkan saya tuan muda.. kami sedang berusaha memburunya sebab mencari wanita itu cukup sulit, beri saya sedikit waktu tuan muda.. "


Pasha menghela nafas panjang.


"ada laporan apa Mars.?? " tanya Pasha beralih ke bawahannya yang lain


"ada penyelewengan dana di perusahaan cabang 12 tuan muda.. perusahaan kita di tempat itu tidak pernah maju.. padahal dana selalu masuk ke sana.. " jawab Mars


"cari pelakunya lalu bunuh saja...! " perintah Pasha dengan malas turun tangan membunuh tikus penghianat itu..


"baik tuan muda.. " jawab Mars


"kau Ramzi..? apa yang mau kau beritahu..? " tanya Pasha


"begini tuan, hanya ada masalah di pembunuh bayaran kolong putih yang masih hidup..! saat perburuan itu terjadi ada yang bersembunyi dari kita tuan muda..! kedua pria itu seperti balas dendam pada kita... " jawab Ramzi


"kau carilah 2 tikus itu!" perintah Pasha dengan malas


"baik tuan muda.. " jawab Ramzi


"urusan kantor tidak ada masalah kan..? " tanya Pasha memejamkan matanya

__ADS_1


"tidak ada tuan muda.. jika kami sudah bersatu masalah kantor sebesar apapun bisa kami atasi dengan baik.. ". jawab Mars begitu meyakinkan


"pergilah...! biarkan aku istirahat... " usir Pasha


trio the Xylver menunduk hormat lalu pergi dari ruangan Pasha,


"Kaira...? apa kamu sangat mencintai mantan suamimu itu..? apa kurangnya aku? semua wanita bermimpi memilikiku? jika aku mau bisa saja aku memaksamu untuk melayaniku, hingga aku memiliki ragamu tapi kemana hatimu sayang..? " lirih Pasha


"ini semua salahku..!! kenapa kau harus menyalahkan Kaira Pasha..? kau lah yang salah telah meninggalkannya setelah menghamilinya kenapa aku harus cemburu pada pria yang bahkan tidak ada lagi didunia ini..!! "


Pasha terus saja mengoceh sampai siang..


sementara di kamar Pasha, Kaira terbangun dengan wajah bantalnya ia mengucek matanya..


"apa dia sudah pergi..? " gumam Kaira dengan suara khasnya.


"menyebalkan sekali.. tubuhku terasa remuk karna dia selalu memelukku, apa dia fikir tubuhnya sama seperti Dylan? " . gerutu Kaira sambil berjalan ke kamar mandinya..


Sikembar jangan ditanya, Mely dan Matt selalu mengantarkan cucu-cucu kesayangannya sekolah..


Kaira juga tidak mau memisahkan mereka apalagi mertuanya itu sangat menyayangi anak-anaknya semua tugas Kaira diambil alih oleh Nyonya besar dan tuan besar Melviano itu, membangunkan Dylan Nova, dan memenuhi segala keperluan anak-anaknya..


"nek mayong..? nenek masuk lagi..? " tanya Kaira ramah


"iya nyonya.. ada yang bisa saya bantu Nyonya..? " tanya Mayong sopan


"nek mayong benar tidak ingat saya..? ". tanya Kaira memegang tangan Mayong dan menatapnya intens


"jangan berkata formal pada saya Nyonya..! " pinta Mayong


Kaira menarik nafas berat..


Mayong sudah terlalu tua untuk mengingat wajah para pelayan di mansion ini apalagi Kaira pelayan 7 tahun lalu yang selalu berganti setiap 3 bulan..


"nek mayong melupakan ku.. ya sudah lah. " pasrah Kaira


"panggil saya Mbah Mayong Nyonya.. " pinta Mayong


"baiklah mbah.. Kaira mau masak Pasta boleh pinjam dapurnya..? " tanya Kaira semangat


"biarkan kami memasaknya Nyonya.. !!" pinta para koki bersimpuh didepan Kaira hingga wanita cantik itu terperanjat kaget..


.


.


.


.


berjuanglah tuan muda.. haha.. siapa suruh dulu campakin Kaira padahal udah punya rasa..


.

__ADS_1


.


__ADS_2