
"apa acara itu akan aman untuk kita Kaira..? ".tanya Ella penasaran
"aku rasa aman ella.. kamu lihat sendiri bagaimana antusiasnya ibu-ibu di sekolah Nova dan Dylan.. banyak tamu di acara itu nantinya.. lagian aku ingin membawa anak-anakku ke pesta besar.. anggap aja ini kemauanku.. "
"mommy tenang aja Dylan akan jagain mommy dengan sekuat tenaga..! ". seru Dylan dengan percaya diri
"nova juga mommy...! ". sahut Nova nggak mau kalah.. .
kaira tersenyum manis..
"baiklah aku sih ok ok aja, yang penting perutku kenyang aku juga penasaran bagaimana pesta nya orang kaya raya.. "
Kaira hanya menggeleng kepalanya.
"Nova kekamar ya mom sama kakak mau belajar". izin Nova dengan semangat
Kaira mengelus kepala Nova dan mengangguk setuju, Dylan malah tak mengerti kode dari adiknya tapi beruntung wajahnya hanya datar jadi mommynya tidak tau hal itu hanya akal-akalan Nova aja.
Nova menarik lengan Dylan dan membawanya masuk kekamar Dylan, ia menaikkan alisnya sebelah melihat gelagat adiknya yang aneh menurutnya..
"ada masalah apa? " tanya Dylan.
"ada yang berusaha mencari data pribadi mommy kak.. ". jawab Nova dengan pelan
"menurutmu siapa..? ". tanya Dylan dengan dingin.
"peretas terkenal juga sih tapi siapa yang memerintahkannya Nova nggak tau.. !". jawab Nova dengan serius.
"kakak merasa akan terjadi sesuatu saat kita diacara pesta nanti.. ". ujar Dylan dengan serius.
"ternyata bukan Nova aja yang merasa begitu tapi menurut hati Nova kita harus datang kak sepertinya hanya akan terjadi hal baik"
"kalau buruk bagaimana? kamu tau sendirikan tuan rumah pesta itu adalah Keluarga Melviano ". tanya dylan dengan serius
"kita tinggal kabur kak! apa gunanya kita punya ilmu beladiri, nova akan melakukan apapun yang buat mommy senang, mommy bahkan sudah membeli gaun untuk Nova pergi keacara itu.. kakak ingatkan bagaimana mommy pernah bilang ingin membawa Kita setiap kali ada acara pesta "
dylan mengangguk pertanda dirinya ingat,, "baiklah.. kita akan lakukan apa yang mommy mau, sekalipun kita harus melawan 1 kian negara pun tidak masalah".
"itu namanya kak Dylan yang Nova kagumi ". puji Nova
Dylan hanya mendengus tapi tangannya mengusap kepala Nova, sedangkan Nova hanya tersenyum dengan tingkah manjanya di belai sayang oleh sang kakak.
.
.
__ADS_1
hari pesta besar keluarga Melviano telah tiba,, sudah banyak tamu undangan dari berbagai kota, dan ada dari luar Negara yang sudah ada di lokasi pesta.. hotel milik Matt Group hanya digunakan untuk pesta.. perayaan dilaksanakan di dalam gedung hotel dilantai 2 khusus untuk acara penting..
menyewa Aula besar itu saja bisa mencapai milyaran rupiah sebab sangat luas hingga bisa menampung banyaknya tamu.. Karna hotel itu milik keluarga Melviano jadi nggak perlu mengeluarkan uang sewa..
"mama bawa apa..? ". tanya Rani dengan heran melihat gelagat mamanya yang tengah membawa sebuah bingkisan istimewa..
"ini untuk Kaira ". jawab Mely begitu semangat..
"apa mereka akan datang ma..? ".tanya Rani ragu
"pasti sayang.. papamu sudah merencanakan semua nya jika ada yang tidak datang akan denda 2 kali lipat.. mustahil juga ada yang tidak datang sebab kita mengundang mereka tanpa minta imbalan"
Rani mengangguk pelan,, "semoga saja kak Kaira mau menerima permintaan maaf kita..! "
banyak tamu yang berdatangan di acara nya sekarang, walaupun banyak orang di tempatnya kini tak membuatnya kecewa, malah Mely ingin ada terus tamu yang berdatangan..
"mereka semua berpenampilan seperti wanita bar saja..! mama tau mereka berdandan seperti itu supaya bisa menarik perhatian mama dan papa.. satu negara tau keluarga melviano tidak punya keturunan jadi undangan untuk wanita yang sudah punya anak membuat mereka berpikir alasan pesta ini untuk mencari menantu sekaligus mengangkat anak mereka jadi bagian keluarga kita.. "
"mama tidak peduli mereka.. mama hanya mau bertemu Kaira seorang Wanita istimewa ibu dari cucu-cucuku..! ". jawab Mely tak memperdulikan semua janda-janda yang tengah mencari perhatiannya..
Pasha duduk tenang sambil memperhatikan pintu masuk Aula pesta di segala arah...
"aku mohon.. beri aku kesempatan! ". batin Pasha dengan lirih tapi raut wajahnya hanya datar melihat semua pintu masuk pesta..
"ini terlalu memusingkan..! ". geram Pasha.
"semoga anak yang bernama Dylan itu juga datang".batin Pasha
di tempat lain orang yang ditunggu-tunggu keluarga hebat itu tengah berlarian kesana-kemari terutama Ella yang sibuk buang air kecil..
"udah? kita bisa berangkat? apa kamu nggak usah datang aja! ". tanya Kaira dengan khawatir melihat kondisi sahabatnya itu..
"enak aja.. aku hanya gugup ". elak Ella membenarkan gaunnya yang selalu tersingkap karna bolak-balik masuk toilet..
Hanya sikembar yang tampak tenang menatap kedua wanita cantik yang tengah berdebat itu.
"sudah.. ayo kita berangkat sayang..! ". ajak Ella mengulurkan kedua tangannya..
Dylan dan Nova menyambutnya,, Kaira hanya pasrah dengan keinginan keras Ella yang bersikekeuh ikut acara pesta.. Kaira mengunci pintu rumah mereka barulah menyusul sahabat dan anak-anaknya..
"kita pesta besar.. ". pekik Ella begitu bersemangat
Dylan dan Nova mengerjab-ngerjabkan mata melihat aunty mereka yang sangat aneh, walaupun mereka juga penasaran bagaimana pesta nya, tapi kedua bocah kembar itu masih bisa jaga image.
.
__ADS_1
setibanya di Hotel MattGroup, Kaira langsung memarkirkan mobilnya di tempat yang sepi..
"ayo kita turun". ajak Kaira dengan senyum lebarnya.
Kaira memakai gaun pesta yang indah hadiah pernikahannya dari Mark, kepalanya di tutup pashmina panjang juga cadarnya.. Nova tidak pakai jilbab tapi memakai cadar panjang menutupi dadanya dengan tatanan rambut yang begitu indah di hias oleh Kaira, Dylan memakai masker dan kacamata culun yang besar supaya tidak dicurigai orang lain .. Ella memakai gaun seadanya tapi masih terlihat mewah serta memakai jilbab dan cadar seperti Kaira..
"apa kami terlambat pak..? ". tanya Kaira merangkul kedua anak kembarnya dan Ella di samping Dylan..
"belum nyonya boleh kami lihat undangannya..? ". tanya pria lain dengan sopan
Kaira mengeluarkan kartu undangannya dan memberikannya pada pria itu..
"silahkan nyonya..! ". mereka memberi jalan untuk Kaira.
Kaira mengerutkan keningnya kenapa anak buah Pasha tidak bertanya perihal cadarnya.. tapi biarlah, Kaira tak terlalu memikirkannya..
Pasha berdiri dari duduknya melihat sosok wanita yang berpakaian tertutup masuk ke Aula pestanya..
"ada apa tuan muda..? ". tanya panji dengan raut wajah penasaran
"tutup pintu masuk tadi jangan biarkan siapapun keluar dari acara pesta.. kalau ada tamu yang datang baru boleh pintu dibuka... ". perintah Pasha
"baik tuan muda.. ". jawab panji tak mengerti tapi tetap menjalankan perintah Pasha..
"kenapa pintunya ditutup pa..? ". tanya Rani kebingungan
"sepertinya Pasha mencurigai satu diantara mereka.. ayo kita pergi ke Pasha.. ". ajak Matt serius.
Mely mengikuti langkah suaminya sambil membawa bingkisan istimewa nya untuk Kaira, jantungnya berdebar kencang saat suaminya bilang pasha mencurigai satu wanita..
Kaira membawa anak-anaknya makan di tengah keramaian pesta..
"kita makan apa sayang? ". tanya Kaira menunduk menatap buah hatinya..
"kita cari makanan ala Paris mom..! Nova pengen coba". jawab Nova antusias
"kamu tau bentuknya nova..? ".tanya Ella
"tau dong.. apa yang Nova nggak tau aunty". balas Nova dengan senyum membanggakan diri
Kaira hanya menggeleng kepalanya, Dylan melihat sekitar mencari orang-orang yang mereka akan selalu hindari.. Dylan membulatkan matanya melihat semua pintu masuk pesta ditutup..
"apa sebenarnya tujuan mereka? ". batin Dylan
.
__ADS_1
.