
Acara selesai juga, Pasha menuntun Kaira dengan mata tertutup ke kamar baru Sikembar kecil.
"Pasha kamu ngapain pakai tutup mata aku sih? kejutan apalagi heh..? ". protes kaira sedari tadi
Kaira tau ada kamar didepan kamarnya dan Pasha tak nggak memberi tau kalau kamar itu adalah milik Kaisha dan Keyzo.
"taraaa...! ". Pasha membuka penutup mata Kaira
Kaira terperangah takjub melihat keindahan kamar itu,
"apa ini? kenapa bisa cantik sekali? waah.. sangat manis tapi bisa dikatakan cukup maskulin Kyaaa...!! ada warna pinknya juga.. !". girang Kaira memutar kepalanya melihat sekeliling.
"kamu suka sayang? ini hasil kerja keras kami semua".
tanya Pasha dengan bangga menepuk-nepuk dadanya sendiri
Kaira tertawa, "aku jadi ingin tidur disini..! "
"aku akan siapkan ranjang dikamar ini sayang awalnya aku akan buatkan untuk kamar anak kita aja tapi kalau kamu mau tidur disini, aku bisa mengabulkannya. "
Kaira memekik senang, "kamu benar-benar suami paket komplitku sayang! "
Pasha menaikkan kedua alisnya, "paket komplit? "
"iya paket komplit itu lengkap nggak ada kekurangannya..! aku bangga memilikimu my love husband".
Pasha tertawa mendengarnya..
"ada-ada aja kamu sayang". mengusap kepala Kaira.
"tapi mana sikembar kecil? ". Kaira menoleh kebelakang Pasha
"mungkin mamah dan bunda belum puas bermain dengan anak-anak kita kamu istirahat ya sayang? besok pagi disini udah ada ranjang baru, supaya kamu bisa tidur disamping anak kita malam berikutnya..! "
Kaira mengangguk patuh,
.
.
Ke esokan harinya Nova dan Dylan berangkat sekolah tapi sebelum sarapan mereka menyapa sikembar kecil di kamar baru mereka.
Kaira masih tertidur pulas karna tadi malam Kaisha dan Keyzo membuatnya dan Pasha begadang semalaman.
"mommy? apa masih tidur ya kak? ". bisik Nova pelan
"jangan ganggu mommy, kata granma mommy nggak bisa tidur akhir-akhir ini.. kita harus membiarkan mommy istirahat jangan membangunkan mommy". jelas Dylan dengan serius
"iya kakak! nova nggak pernah kok gangguin mommy tidur.! kita sarapan aja ya? nanti mommy malah sakit kepala kalau tau kita bolos lagi"
Dylan mengangguk..
mereka berceloteh sebentar dengan sikembar kecil lalu masuk juga kekamar Kaira yang tengah tertidur dengan raut wajah lelahnya, sementara Pasha tertidur di sofa dengan laptop di pahanya.
"apa daddy juga nggak bisa tidur kak?". bisik Nova
"daddy pasti sengaja nggak tidur supaya mommy nggak sendirian". tebak Dylan
__ADS_1
"kenapa kakak bisa tau kayak cenayang aja..! ". celutuk nova
"ayo kita ke meja makan". alih Dylan
dengan bibir mengerucut Nova mengekori kakaknya yang menarik tangannya meninggalkan kamar mommy mereka dengan hati-hati.
.
.
"bagaimana sayang? apa kalian lelah? ". Mely menangkup pipi Dylan dan Nova.
"nggak granma..!". jawab mereka serentak
"darah muda mah! jadi wajar nggak lelah". jawab Matt
Dylan bisa melihat raut wajah lelah semua orang, sekarang yang mengawal Nova dan Dylan adalah Nisa, Umay, yang lainnya istirahat karna lelah begadang tadi malam.
setibanya di sekolah,
"ada apa lagi sih kak? kenapa Nova merasa kita selalu di buntuti? ". kesal Nova masih dengan nada berbisik
Dylan melirik sekilas kebelakang ia menaikkan alisnya sebelah..
"apa itu Mexy? tapi Mexy udah nggak ada". gumam Dylan yang tau siapa pengintai itu
Mexy adalah lawan Dylan di ring perkelahian di negara indonesia, dimana saat itu Dylan dan Nova belum dekat dengan Pasha, alasan mereka kembali ke indonesia
"kakak mengenalnya? ". tanya Nova
Dylan menggeleng kepalanya..
"aaah.. iya juga kak..! tapi kayaknya yang ini lebih bodoh, masa mengikuti kita nggak nyamar sih". cerocos Nova
Dylan menyeringai tipis saja,
"kami akan atasi tuan kecil". kata Umay dengan sopan
dylan mengangguk saja sebagai jawaban
"hati-hati kakak!". teriak Nova
"baik nona kecil". jawab Umay dan Nisa serentak
setelah memastikan Nolan masuk ke kelas, barulah Umay dan Nisa menjalankan aksi mereka.
dikelas Dylan dan Nova di tatap canggung oleh Bu Vio
Nova mendekati Bu Vio
"bu..? apa udah baikan? ". tanya Nova dengan polos seperti anak normal pada umumnya
"udah nak..! udah". jawab Bu Vio tergagap
Dylan berkata
"lain kali berhati-hatilah bu..! saya punya hadiah untuk ibu". Dylan mengeluarkan sebuah kotak dari tasnya dan memberikannya ke Vio
__ADS_1
Vio membukanya dengan hati-hati..
"berpura-pura tak tau lah dengan kehebatan kedua anak-anak tuan muda Pasha kalau karirmu masih mau berlanjut! jangan sampai berita ini tersebar di sekolahmu.. kalau sampai ada yang tau ! tuan muda Pasha akan marah besar..! "
peringatan Mars dan Panji masih terngiang-ngiang dikepala Vio, bahkan ia sampai cuti beberapa hari untuk menenangkan diri.
"a.. apa ini nak Dylan? ". tanya Vio
"itu alat kejutan listrik bu guru..! bagus untuk menjaga diri dari orang jahat". nova mencontohkan cara kerjanya di tubuh kakaknya.
Vio memekik ditempat melihat Dylan sama sekali tak terusik dengan alat kejut listrik itu.
"kenapa bu? lagian alat beginian nggak mempan buat kakak saya.! jadi nggak akan terjadi apa-apa pada kakak saya bu guru". jelas Nova tak canggung lagi seolah Vio sudah tau rahasia mereka .
Bruukkh..
Bu Vio langsung ambruk di tempat.
"bu? ". teriak Nova menjatuhkan alat kejut listriknya ke meja Dylan,
semua anak murid menggerumuni Vio dengan raut wajah khawatir sementara Dylan menggeleng-geleng kepalanya dengan perkataan Nova tadi yang membuat gurunya syok.
bu Vio di bawa ke ruang UKS dan dirawat oleh dokter sekolah
"ada apa denganmu Vio? kenapa bisa pingsan? aku merasa beban fikiranmu terlalu banyak apa yang terjadi? apapun masalahmu jangan terlalu difikirkan ! semua kejadian mengerikan itu telah berlalu..! ". dokter denisa memberi ceramah panjang lebar
Vio memegang kepalanya yang terasa berdenyut,
"aku nggak mungkin cerita! nanti nyawaku dan karirku bisa dalam bahaya "
"aku nggak apa! cuma pusing aja kayaknya aku belum bisa ngajar tapi aku keras kepala! beginilah jadinya". bohong Vio senatural mungkin
"maka nya istirahat aja yang benar..! otakmu ngajar-ngajar-ngajar dan ngajar". decak dokter denisa menonyor-nonyor kening Vio
Denisa dokter khusus sekolah ini jadi sudah akrab dengan semua guru,
"oh ya.. tadi tuan kecil dan nona kecil Melviano kemari.. apa hubungan mu dengan mereka sudah dekat ya? terutama nona kecilnya tadi terlihat khawatir".
Vio mengabaikan pertanyaan antusias denisa, ia membaringkan tubuhnya dan memejamkan mata.
"ck.. dasar pelit".umpat kesal denisa
Vio teringat bagaimana hebatnya Dylan menghabisi para penjahat itu dengan tubuh kecilnya dan juga bayangan Nova tiba-tiba muncul didekatnya memberi hadiah tendangan maut di kaki Ginting dan Jimmy.
"Astagah..! aku yang nggak normal atau mereka yang nggak normal? dari awal aku sudah tau mereka jenius tapi nggak nyangka mereka juga sangat kuat..! ". Vio benar-benar belum bisa berdamai dengan kenyataan itu.
di tempat Umay dan Nisa mereka berlari mengejar laki-laki yang secara terang-terangan mengintai majikan kecil mereka.
"apa ini jebakan Umay? ". tanya Nisa terengah-engah
"kita sudah cukup jauh.. sepertinya tubuh laki-laki itu terlatih ". sungut Umay juga tersenggal-senggal
mereka tak lagi mengejar pria tadi tapi kembali ke sekolah Dylan dan Nova mereka sedang berpikir keras apa rencana pria tadi yang seperti sengaja mengalihkan perhatian mereka..
.
.
__ADS_1
.