
para pelayan dan koki Mansion terbelalak kaget saat tuan muda mereka tengah menggendong seorang wanita dan membawa 2 anak yang bergelayut di paha Pasha.. mata mereka makin melebar melihat paras Nova yang benar-benar mirip dengan tuan muda mereka..
"beri hormat.. mereka berdua adalah cucuku beserta menantuku! ". perintah Mely dengan tegas
tentu mereka semua syok mendengarnya, mereka segera menunduk 90° ke Pasha yang tengah membawa seorang wanita dan 2 anak kecil..
Dylan melepas maskernya karna wajahnya terasa panas..
"mommy ..dylan akan bantu mommy..!! ". Dylan berkata dengan lantang lalu menggigit paha Pasha..
Nova tak mau kalah, ia juga menggigit paha Pasha,,
"Tolong.. nenek.. nenek masih disini tolong aku nek..
nenek ..! ". teriak Kaira menggapai tangannya ke arah Mayong yang sudah terlihat tua tak juga mengundurkan diri dari statusnya sebagai pelayan tertinggi Mansion ini..
Mayong memicingkan matanya dan membenarkan kaca matanya.. bagaimana pun ia tak mengenal Kaira,
sebab Kaira memakai cadar..
"Daddy nggak akan melepaskan mommy kalian..
ada yang harus daddy bicarakan dengan mommy kalian..! ". ucap Pasha menahan rasa perih dipahanya..
"lepaskan mommy kami.. kami mau pulang.. lepaskan...!! ". teriak Nova sudah turun dari paha Pasha dan menghadang jalan Pasha..
Dylan juga ikutan berdiri disamping Nova hingga Pasha bisa melihat wajah kedua anak-anaknya dengan jelas..
"ya Tuhan..! ". gumam semua pelayan terbelalak melihat kedua paras bocah kembar itu yang sangat mirip bagai pinang dibelah 3 bersama tuan muda mereka.
"Ella..? Ella bantu aku... Ella...! ". Kaira mengulurkan tangannya ke Ella
beberapa bawahan Pasha berbaris rapi lalu berucap begitu lantang..
"selamat datang Nyonya Muda, tuan kecil dan nona kecil..! "
"Nyonya muda jidat kalian peyang hah..? sekarang suruh tuan gila kalian ini menurunkanku... cepat...! ". teriak Kaira menatap tajam bawahan Pasha
mereka saling pandang dan tak berani berbicara seperti yang diperintahkan Kaira..
Rani berdecak kagum melihat kedua bocah kembar itu dengan jelas tanpa di tutupi wajah mereka, Mely menangis haru dan terkulai lemas di lantai nya bukan karna sedih tapi benar-benar bahagia dirinya memiliki cucu, Matt juga ikutan terharu lalu memeluk Istrinya dengan lembut..
"cepat... turunkan aku...!! ". teriak Kaira menggema
Pasha yang tadinya melongoh melihat kedua anak kembar itu tersadar dari lamunannya,
"daddy mau bicara dengan mommy kalian, kalian makanlah dulu! ". pinta Pasha dengan tenang lalu memutar tubuhnya sambil berlari dengan langkah lebar membawa Kaira ke dalam lift..
__ADS_1
Nova dan Dylan berlari mengejar Pasha, tapi Rani menghalangi mereka berdua hingga kedua bocah kembar itu melangkah mundur, tidak mungkin mereka menghajar Rani yang tadinya berpelukan dengan mommy mereka..
"mbah Mayong.. tolong buatkan makanan ala Paris terbaik untuk tuan kecil dan nona kecil keluarga Melviano!". perintah Rani ke Mayong..
"baik nona..! ". jawab mayong dan para koki mansion, dan beberapa pelayan langsung menyusun meja makan supaya lebih menarik dilihat oleh Nova dan dylan..
para koki dan pelayan mansion segera berlari ke arah dapur akan menyiapkan makanan istimewa untuk cucu nyonya besar dan tuan besar mansion ini..
"ayo duduk sayang..! ". ajak Mely dengan senyum manisnya sambil mengusap air matanya yang jatuh tanpa permisi
"kalau pria itu berani membunuh mommy, kami akan aku hancurkan satu mansion ini ". ancam Dylan dengan tatapan tajamnya..
"iya cucuku.. Granfa rela mati ditangan kalian kalau daddy kalian memang membunuh mommy kalian, selama ini dia hidup dalam penyesalan nak.. walaupun dia tidak mengatakannya tapi Granfa tau dia sangat kesepian! ". jawab Matt
"ayo kita makan keponakan hebat Aunty..! ". ajak Rani merangkul tubuh bocah kembar itu..
Nova menatap tajam orang-orang yang ada disekitarnya tatapan itu begitu waspada seperti sedang masuk dalam markas musuh besar saja..
mereka yang ditatap tajam oleh Nova tentu menundukkan kepala karna takut,
"sayang..? ". Ella sudah ada disamping Dylan
"Aunty kita akan pergi dari sini.. aunty tenang aja kita nggak akan lama disini". ucap Dylan dengan serius.
Matt dan Mely hanya diam dengan tatapan menyedihkan, mereka baru aja merasakan namanya memiliki cucu tapi cucu mereka malah keras hati..
Pasha mengunci kamarnya..
"turunkan aku... turunkan aku monster.. ". teriak Kaira dengan suara nya yang sudah serak..
Pasha menurunkan Kaira di ranjangnya dengan hati-hati.. Kaira langsung berdiri di ranjang mewah itu yang masih memakai sepatu hitam nya yang tidak tinggi.. kaira mengangkat gaunnya dan berlari seperti cinderella ke pintu keluar Kamar Pasha..
Pasha dengan sabar mengikuti Kaira, Kaira menggedor-gedor pintu kamar pasha.. tak ada yang berubah dikamar ini tetap sama seperti 7 tahun yang lalu..
"aku akan jelaskan alasan aku membunuh temanmu...! ". ucap Pasha bersimpuh di belakang Kaira..
Kaira memutar tubuhnya dan terkejut tak percaya melihat Pasha tengah bersimpuh padanya..
"dia begitu berambisi saat mengatakan sedang hamil anakku.! kamu tau sendiri kan bagaimana situasi ku saat itu? aku frustasi karna satu wanita yang menghianatiku, Aku menerima tawaran mamaku untuk menjodohkanku dengan perempuan pilihannya.. dan tiba-tiba ada wanita penuh ambisi dimatanya saat mengaku hamil anakku..! aku benci wanita yang penuh ambisi.. ". jelas Pasha dengan kepala tertunduk
"benarkah? tapi aku merasa dia hanya melindungiku... !". gumam Kaira terkejut saat tau dari pasha kalau Nayna punya ambisi mengaku hamil anak pasha
"kenapa kamu sangat polos? dia hanya menginginkan posisi mu... dia bukan temanmu tapi musuh dibalik selimut.. didepanmu dia sebagai teman baik tapi dibelakangmu dia punya maksud tersembunyi.. ". jelas Pasha begitu sabar dengan kepolosan Kaira yang tak menyadarinya bertahun-tahun lamanya..
Kaira melebarkan matanya..
"nggak mungkin Nayna begitu? ". geleng-geleng kepala Kaira tanda tak percaya.
__ADS_1
"Coba mengertilah Kaira...! dia bukan temanmu". bujuk Pasha untuk pertama kalinya menyebut nama Kaira..
"jangan mendekatiku...! ". perintah Kaira menunjukkan 10 jarinya sebagai pertanda Pasha tak boleh mendekatinya..
Pasha melihat cincin pernikahan di jari manis Kaira,
"aku akan mendapatkanmu bagaimanapun caranya tidak peduli kau sudah menikah, kau milikku Kaira seorang ibu dari anak-anakku...! ". batin Pasha menatap dingin cincin pernikahan Kaira..
bagi Pasha memiliki keturunan adalah yang ajaib membuatnya jadi terobsesi menginginkan Kaira.
"biarkan aku berpikir jernih...lepaskan aku dan anak-anakku serta sahabatku". kata tajam Kaira
Pasha menatap Kaira yang terlihat serius itu,, "baiklah...! "
hanya begini cara pasha untuk menunjukkan perhatiannya pada Kaira dengan tak memaksanya.. bagaimanapun Pasha banyak berbuat kesalahan pada Kaira selama ini..
Kaira bergeser dari pintu saat pasha mendekatinya,
Pasha benar-benar heran dengan Kaira yang sangat menjaga jarak darinya, jika perempuan lain walaupun sudah punya suami tanpa segan mau jadi wanitanya, tapi Kaira malah berbeda.
Kaira langsung mengangkat gaunnya dan berlari dengan memutari tubuh pasha lalu keluar dari kamar Pasha..
Pasha tersenyum untuk pertama kalinya setelah 2 tahun lamanya.. sebenarnya Kaira bisa saja lari dari sampingnya tapi Kaira malah memilih jalan sulit dengan memutar tubuhnya supaya tak dekat dengannya..
Triiing...!!
Kaira keluar dari Lift dan berlari ke meja makan mansion, tadi Kaira mendengar saat pasha memerintahkan anak-anaknya untuk makan..
"sayang...? ". panggil Kaira..
"mommy...? ". Nova dan Dylan segera menoleh lalu berlari ke mommy mereka dan memeluk Kaira yang sedang berjongkok..
"ayo kita pulang sayang..! ". ajak Kaira
"ayo mommy..! ". jawab Nova berjalan duluan sambil menarik tangan Kaira..
Ella segera berlari menyusul Kaira, Mely terkejut saat Kaira malah mau pulang padahal ini rumah mereka juga..
"kakak menginaplah disini..! hari sudah malam kak.. ". bujuk Rani
Mely dan Matt mengangguk setuju
"kami punya rumah nona..! ". ucap Kaira dengan tegas lalu berjalan meninggalkan mansion bak istana megah itu..
Dylan dan Nova tak tertarik dengan keindahan Mansion itu, bahkan perut mereka masih kosong tak memakan masakan yang dibuat koki hebat mansion itu..
.
__ADS_1
.