Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
Marissa


__ADS_3

Kaira dibawa Pasha ke kamar penginapan mereka di lantai teratas fasilitas mewah nya sudah jadi hal biasa bagi Pasha, berbeda dengan Kaira yang masih canggung di kamar president suite itu..


"ayo sayang..! kita ke ranjang" ajak Pasha memapah istrinya berjalan


"kenapa kamu harus ke kamar ini sih..? aku kan sedikit trauma". kesal Kaira


"aku nggak akan mematikan lampunya..! " bisik Pasha


"tempat ini rupanya sangat indah.. kenapa malam itu aku nggak melihatnya..? " gumam Kaira melihat keindahan kamarnya kini.


"ayo sayang..! udah berdiri nih.. " rengek Pasha


Kaira mendengus jadinya, "mesum..! "


Pasha terkekeh


"hanya sama kamu sayang aku begini.. "


"nggak mandi dulu..? " tanya Kaira


"nanti aja kita mandinya..! " Pasha mendudukkan istrinya di ranjang kingsize nya.


Kaira teringat kata-kata Ella kalau Pasha menyukai wanita yang bisa melayaninya diatas ranjang.


"baiklah akan aku coba..! " batin Kaira melihat suaminya tengah berjalan ke arah lain seperti mengambil sesuatu.


ternyata Pasha sedang minum..


Kaira berdiri,


"mau kemana sayang..? " tanya Pasha melihat Kaira udah berdiri aja


Kaira mendekat ke Pasha hingga siempunya keheranan sendiri sambil meletakkan gelas nya yang sudah kosong.


Kaira membuka jas formal Pasha, melepaskan dasinya juga kemejanya.


Pasha terheran-heran dibuatnya tapi suka juga Kaira yang seperti ini.


"walaupun ada perempuan yang lebih sexy dariku kamu nggak boleh berpaling dariku.. mengerti..! " kata Kaira serius


"apa maksudmu sayang? aku tidak akan berpaling darimu.. bagiku kamu yang sangat sexy apalagi perutmu sekarang.. !" Pasha juga melepaskan pashmina yang membalut leher indah dan rambut Kaira


"hmm..! kamu yang buat aku gendut, aku nggak mau kamu berpaling karna aku gendut sekarang.. " oceh Kaira


Pasha tak mengerti kenapa istrinya itu,


.


.


Pasha dibuat menggila dengan pelayanan istrinya itu, sampai puas akhirnya Kaira terkulai diatas tubuh Pasha.


"sungguh kamu sangat sempit sayang.. " deru nafas Pasha


"aku akan seperti ini terus jadi jangan pernah melampiaskannya pada wanita lain.. " kata Kaira tersenggal-senggal


"kamu ngomong apa sih sayang..? dari tadi ngomongnya aneh aja. " Pasha menangkup pipi Kaira dengan mesra


Pasha beralih ke perut Kaira yang sangat sexy dimatanya..l


tubuh Kaira menegang merasa milik Pasha berdiri lagi,


kali ini Kaira tak menolak Pasha, ia membiarkan Pasha melakukannya lagi.


"biarkan saja suamiku mengambil haknya terus-terusan..! aku nggak suka suamiku berpaling dariku.. Marissa.. kenapa sejak dulu banyak artis dan model papan atas menggoda suamiku? " batin Kaira tangannya melingkar di leher Pasha

__ADS_1


.


.


keringat membanjiri tubuh mereka.


"udah lah.. kenapa kamu nggak ada lelahnya dari tadi...? " Kaira mengelap keringat di wajah Pasha dengan handuk kecil di laci meja nakas


"kamu bisa membuatku begini sayang..! selalu saja menggodaku" pasha menatap penuh cinta ke Kaira


"tapi aku nggak melakukan apa-apa.. emang dasar kamu aja yang nggak ada puasnya". gerutu Kaira


Pasha tersenyum begitu tampan


"dan juga kapan lagi aku bisa begitu puas hm..? kamu biasanya hanya mau melakukannya sekali atau 2 kali paling banyak sekarang kamu mode apa sayang..? aku benar-benar puas.. "


Kaira diam saja..


"kamu suamiku.. mungkin bawaan anakmu". bohong Kaira


"semoga terus-terusan aja, aku benar-benar suka kamu yang seperti sekarang apa hadiah yang kamu mau sayang..? " tanya Pasha


Kaira memutar bola matanya dengan malas, beginilah Pasha. setiap kali dia senang selalu saja bertanya mau hadiah apa darinya.


"biar aku tebak.. istriku nggak suka diberikan emas, permata atau uang apalagi barang-barang brandit apa istriku mau menginap di mansion Bunda dan Ayah..? " tanya Pasha


mata Kaira langsung berbinar senang.


"boleh kah? "


"iya.. tapi dengan syarat aku akan menginap juga..! " jawab Pasha


Kaira langsung memekik senang, "terimakasih suamiku.. !"


Pasha terkekeh, Arabela dan Lexy sudah meninggalkan kota A mereka hidup bahagia di mansion baru mereka dikota ini hanya berdua membuka restaurant bangsawan kota A di kota ini, Kota A sudah berbaur dengan publik dan tak lagi sistem kerajaan walaupun begitu mereka masih memegang adat turun-temurun mereka.


"sekarang tidur ya..? " gemas Pasha


"anak-anakku bagaimana..? " tanya Kaira


"tunggu sebentar..! " Pasha mengambil ponselnya dan menghubungi mamahnya.


Mely dan Matt akan menjaga sikembar bersama besannya.


"nah.. udah beres".kata Pasha


"apa nya yang beres..? aku merasa sangat jauh dengan anak-anakku". kesal Kaira


"kamu mau mereka menginap bersama kita..? " tanya Pasha


"apakah boleh..? " tanya Kaira sumringah


Pasha mengangguk, "kingsize ini cukup untuk kita berempat..! "


"yeee.. kamu memang terbaik suamiku.. " senang Kaira


"bersihkan diri kita ya..? " bujuk Pasha


Kaira mengangguk sambil nyengir kuda melihat penampilan diri mereka kini tak pakai apa-apa.


.


.


"ayo sayang..! " ajak Kaira

__ADS_1


"kalian ini.. sikembar kan bisa sama kami kenapa kalian memperlakukan kami seperti orang asing aja". goda Arabela


"bukan begitu bunda.. Kaira ini yang ingin tidur bersama anak-anak.. dia bilang merasa jauh dengan anak-anaknya.. " jelas Pasha


"sudahlah.. biarkan saja.. masih ada hari esok tidur sama Nolan.. " Mely membujuk Arabela


Lexy dan Matt hanya tersenyum membiarkan istri mereka mengoceh.


"iya bunda..! besok kami menginap di mansion bunda ya..? " ujar Pasha


"benarkah..? kalian menginap di rumah bunda besok..? " tanya Arabela dengan penuh harap


"iya bunda..! jadi jangan sedih ya sikembar tidur sama kami.. " bujuk Pasha


"baiklah, bunda mengerti". senyum bahagia Arabela


Lexy mengusap kepala Arabela, sejak pindah di kota ini barulah mereka berdua merasakan yang namanya bahagia.


.


.


Kaira sudah memeluk anak-anaknya yang tidur disampingnya, Pasha juga tidur dipinggir tepat disamping Nova dan Dylan disamping Kaira.


Pasha mengecup kening Nova lalu tangannya merangkul lengan Kaira yang memeluk anak-anak mereka.


Pasha tersenyum sampai matanya terpejam mereka tidur berempat malam ini..l


Kaira senang anak-anaknya bahagia dilimpahkan kasih sayang dari orang-orang sekitarnya berbeda dulu dimana hanya Kaira dan Ella bersama sikembar.


acara sudah selesai.


"kalian menginap saja di lantai atas perumahan kalian kan agak jauh.. " tegas Mely mengusap kepala Ella


"baik mah..! " jawab Ramzi memanggil Mely mamah karna Ella sudah seperti anak bagi Mely..l


"antarkan mereka kekamarnya ya..? " pinta Mely ke Arla


"baik nyonya". jawab Arla


Ella pun izin pada Mely juga Matt, Arabela dan Lexy sudah pulang karna mansion mereka dekat dengan hotel ini.


"ayo kita juga kekamar mah..! " ajak Matt


Mely mengangguk.


malam ini sangat melelahkan bagi mereka, tapi tidak bagi Ramzi, ia malah bersemangat dimalam pertama nya dengan Ella.


.


.


Marissa di hotel itu juga ada di lantai 17, ia mengamuk di kamarnya.


"lihat saja bagaimana caraku mendapatkan tuan Pasha.. tubuhku sangat bagus tapi kenapa dia mengabaikanku.. aku seperti hantu didepannya.. !" desis Marissa dengan tatapan nyalangnya.


harga dirinya seperti terinjak-injak tak dilirik Pasha, tubuhnya adalah kebangaannya sendiri bisa menggaet siapapun pria yang ia inginkan.


kali ini targetnya Pasha tapi tak sedikitpun dirinya berhasil membuat seorang Pasha Melviano meliriknya.


setia apapun pria kalau sudah disuguhkan tubuh Wanita sexy pasti akan runtuh juga pertahanannya. itulah penilaian Marissa, ia tak membutuhkan status pernikahan siri hanya butuh sesuatu saja dari targetnya.


selama ini Marissa bisa menggoda pria manapun tanpa merusak hubungan pernikahan orang itu dengan istrinya Marissa harus menjaga nama baiknya juga didepan publik.


.

__ADS_1


.


__ADS_2