Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
perjalanan ke Vila


__ADS_3

1 minggu kemudian. ..


Kaira dan keluarga kecilnya pergi ke Vila mereka yang ada di puncak, Pasha membuatkan Vila atas nama Kaira Melviano.


Nova bertepuk tangan lalu menggendong Kaisha yang menyeringai lebar dengan senang di pangkuan Nova, Dylan duduk disamping Nova sambil memainkan gemerincing mainan milik Kaisha.


Kaisha memekik dengan senang berceloteh dengan bahasa anehnya.


"kakak tau dek Kaisha ngomong apa? " tanya Nova dengan polos


Dylan menggeleng


"kakak nggak ngerti bahasa dedek Kaisha hanya dek Keyzo yang tau"


Kaisha mengerjab-ngerjabkan matanya masih dengan celotehan girangnya.


"sepertinya dek Kaisha senang karna baru pertama kali mereka bisa keluar dari mansion". jawab Kaira yang tau kegirangan Kaisha dan Keyzo


Keyzo tertawa riang di gendongan Kaira


"bahkan matanya terbuka lebar sepanjang perjalanan". kekeh Pasha mengusap kepala Keyzo


"ngomong apa dek? coba ngomong bahasa indonesia? inggris? J ? atau bahasa E.. kami pasti tau dek jangan ngomong babababababa ya? ". ucap Nova begitu serius ke kaisha


"Kakakakakakakaka... ". Kaisha malah memainkan tangan mungilnya memainkan pipi Kakaknya


"ngomong apa sih dek? ". Dylan mengusap pipi Kaisha


Kaisha menatap polos kedua kakaknya secara bergantian,


kedua jenius itu di buat pusing dengan bahasa aneh Kaisha yang tak di mengerti olehnya.


Pasha dan Kaira mendengar pembicaraan anak-anaknya hanya tergelak pelan,


"ternyata bukan hanya aku yang nggak mengerti bahasa mereka". gumam Pasha


"kenapa kamu bisa tau isi pikiran mereka sayang? ". tanya Pasha penasaran


"aku memiliki ikatan batin dengan anak-anakku sayang, ikatan batin antara anak dan ibu itu sangat kental..! 9 bulan lamanya mereka dekat di jantung dan hatiku jadi wajar bagiku mengerti mereka". jelas Kaira dengan enteng


Keyzo bahkan tak mau menyusu malah kegirangan di gendongan Kaira.


"mommy Nova haus". rengek Nova


"oh ya sayang? tapi mommy lupa bawa minuman!"


"Pasha nanti berhenti di depan ya? biar aku bisa beli perlengkapan masak kita disana". Pinta Kaira memelas


Pasha mengangguk dan melihat sekiranya ada supermarket di perjalanannya.


.


Kaira menyerahkan Keyzo pada Pasha.


"kamu yakin beli sendiri sayang? ". tanya Pasha menahan tangan Kaira


Kaira melihat ke belakang dimana Dylan menatap datar padanya.


Pasha memberikan Keyzo ke Dylan


"jaga adikmu son.! Daddy akan temani mommy kalian".

__ADS_1


"hati-hati mommy, daddy".ucap Dylan serius


"jangan buka pintu pada siapapun walaupun hanya pengemis". peringatan Pasha


"baik daddy". jawab keduanya kompak


"beli jajanan yang banyak ya daddy". teriak Nova


Pasha mengerti, ia langsung mengunci mobilnya dari luar.


"mobilnya dikunci kak? ". tanya Nova


"daddy hanya memastikan kita akan tetap di dalam mobil ". jawab Dylan santai


Nova mengangguk lagi lalu bermain dengan Kaisha yang sangat menggemaskan.


Pasha menemani Kaira belanja perlengkapan dapur, walaupun di vila itu ada ibu dan ayah Chiko supir pribadi nya tapi perlengkapan masak enak di dapur belum cukup.


"apa Ella udah kesana? ". tanya Kaira serius


Pasha mengangguk.


"padahal sudah masuk trisemester ketiga..! dia juga suka jalan-jalan saat mengandung sama sepertiku". gumam Kaira


"ya! tapi dia ngidam nggak se ektrim mu sayang". kekeh Pasha


Kaira mendengus, "karna anakmu".


"ayo cepat kita belanjanya nanti keburu malam, akan banyak bab* hutan dimalam hari jalanan masuk Vila itu"


Kaira melebarkan matanya..


"belum sayang..!" jawab Pasha


Kaira buru-buru belanja apa saja yang enak menurutnya, Pasha mengambil snack jajanan yang enak.


setelah di rasa cukup barulah Pasha melakukan pembayaran, beberapa orang yang belanja di supermarket berdecak kagum melihat Pasha dan Kaira secara langsung. mereka berdua sangat serasi, wajah mereka kian bercahaya


Pasha merangkul pinggang Kaira hingga para wanita bisa melihat betapa langsingnya Kaira, padahal Kaira memakai baju besar tak berbentuk badannya tapi tangan Pasha membuat pinggang ramping Kaira tercetak jelas.


"lepas dulu Hubby..! ". rengek Kaira


"kenapa? ". tanya Pasha tak suka sebab Kaira sedang jadi pusat perhatian para lelaki


"aku mau beli banyak eskrim". jawab Kaira


Pasha mengangguk melepaskan pinggang Kaira tapi menggenggam tangan Kaira dengan erat Kaira menarik nafas panjang lalu tanpa protes dirinya menarik-narik tangan Pasha ke tempat tujuannya.


.


.


"makan es cream..!!". Kaira mengeluarkan banyak es cream pembeliannya


Kaira mengambil alih Keyzo dari Dylan, dan Nova mendudukkan Kaisha di tengah Nova dan Dylan sambil membuka sekotak es cream lalu Pasha memberikan sendok ke Nova,


"ini kak". Nova memberikan sendok yang lain ke Dylan


mereka makan sambil menyuapi Kaisha yang mengerjab-ngerjab lucu makan es cream suapan dari Nova dan Dylan.


.

__ADS_1


"hari sudah gelap..! sudah pasti kita harus melawan bab* hutan". gumam Pasha dengan pelan


"tenang aja hubby aku bawa pistol". Kaira menepuk-nepuk dadanya


Pasha tersenyum, "kamu masih suka bawa pistol sayang? "


"biasanya sering tapi banyak tinggalnya". cengir Kaira


"Nova bawa juga". Nova mengeluarkan pistolnya


"Dylan bawa senapan Daddy.. " jawab Dylan


Kaisha mengoceh hingga semua mata menatap ke arahnya tapi mereka semua senyam-senyum melihat Kaisha yang sangat menggemaskan.


benar apa yang Pasha tebak, baru beberapa menit mereka sudah bertemu banyaknya bab* hutan di jalanan, Pasha menyorot lampu jauh.


"kenapa ada hewan jelek itu sih? ". gerutu Nova


"hewan apa yang cantik menurutmu Nova? ". tanya Dylan


"cuma marmut, kucing,rubah sama serigala ". jawab Nova cepat


"sangat banyak Hubby bagaimana cara Ramzi dan Ella datang? " tanya Kaira khawatir


"mereka naik helikopter". jawab Pasha


"kendaraan menyebalkan itu lagi". gerutu Kaira


"kita bunuh daddy? ". tanya Dylan


tiba-tiba mobil mereka bergoyang-goyang Kaira memekik melihat bab* yang sangat besar menyeruduk mobil mereka dari belakang


Pasha melihat sekilas,


"kalian banyak bawa pelurunya son? Nova sayang? "


"bawa daddy..! cukup buat membunuh 1 warga kampung" jawab Dylan


Kaira tak mendengar perdebatan Dylan dan Pasha, ia hanya fokus dengan menenangkan Keyzo, Keyzo dan Kaisha malah tak henti-hentinya mengoceh saling sahut-sahutan padahal mobil mereka bergoyang menakutkan.


"mobil ini cukup kuat tidak akan muda di buat rusak jadi kita bunuh saja hewan meresahkan kini ini"


"baik daddy". jawab keduanya kompak


Kaira meletakkan Keyzo di samping Kaisha yang tenang saja dengan situasi menegangkan itu.


mereka ber empat membuka kaca jendela mobil sedikit, Dylan menembak mati bab* besar yang menyeruduk mobil mereka.


"kalian punya taring untuk mencabik-cabik manusia tapi kami punya senjata yang bisa membunuh kalian tanpa mengeluarkan tenaga..!". kata Dylan dengan seringai tipisnya.


bunyi tembakan sahut-sahutan hingga burung-burung beterbangan ke udara,


mereka terus saja menembak dan menembak hingga hampir habis, mereka tak berganti peluru sebab kawanan bab* hutan itu tak ada yang datang.


"bam.. bam..bam. bam.. ". oceh Keyzo


Kaisha tetap begitu menggemaskan tanpa ada raut wajah takut di kedua bocah kembar itu, malah mengoceh satu sama lain dengan bahasa aneh mereka yang hanya bayi saja yang mengerti.


.


.

__ADS_1


__ADS_2