Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
kelahiran


__ADS_3

"kenapa sayang..? " tanya Pasha panik dan khawatir


"punggung aku sakit". keluh Kaira


"mau aku pijitin sayang..? ". tawar Pasha


Kaira mengangguk, "tapi di depan TV..! "


Pasha memapah Kaira ke Sofa, "perutmu benar-benar turun sayang..! "


"iya.. itu artinya aku udah dekat lahiran! tapi nggak tau kapan ? biasanya ada Kontraksi Palsu..! ". jawab Kaira mengelus-ngelus perutnya yang turun


"aku akan hubungi dokter sayang ". ujar Pasha hendak bangkit tapi Kaira merengek minta di pijitin


"sayang". wajah datar Pasha


"punggungku sakit..! cepat pijitin.. ". rengek Kaira


Pasha menarik nafas dalam-dalam tapi memijiti punggung Kaira dengan hati-hati, Kaira asik menonton TV.


"suamiku lihat..! berita kita tadi malam jadi trending topik..! ". Kaira menunjuk heboh TV nya


Pasha mengangguk-ngangguk sebagai Jawaban.


"kenapa anak kita mau lahiran setelah ulang tahunmu sayang? kenapa nggak dekat dengan hari ulang tahunku..! ". dumel Pasha


Kaira terkikik lucu melihat wajah kusut Pasha


"jangan begitu dong suamiku, aku bukan Tuhan yang mengatur kapan anak-anak kita lahir..! "


Pasha mendengus saja, sedang asiknya tertawa tiba-tiba Kaira mengalami kontraksi.


"ayo sayang! kita ke rumah sakit..! ". panik Pasha segera menghubungi dokter Haura


"kenapa lagi sayang? ". tanya Pasha khawatir menangkup pipi Kaira


"udah mendingan suamiku..!". jawab Kaira


Pasha berlari ke ruang ganti mencari jaket panjang dan jilbab dalam untuk Kaira.


"itu Kontraksi palsu sayang..! ayo kita segera kerumah sakit sebelum kontraksi nyata nya terjadi! ". teriak Pasha


Kaira mengangguk dan patuh saat Pasha memakaikannya jaket dan jilbab di kepalanya pasha memapah dengan hati-hati tubuh Kaira.


.


.


Rani terlonjak kaget saat Kaira di papah oleh Pasha.


"kenapa kakak ipar Kak? "


"beritahu semua nya kalau Kaira mau melahirkan". perintah Pasha


"hah..? oke.. oke kak..!". Rani langsung berlari ke kamar Mely,


Rani bahkan lupa kalau dirinya sedang menggenggam HP dan bisa menghubungi Mely tanpa harus berlari,


di dalam Mobil kaira mengalami kontraksi Palsu lagi yang hanya berkisar 30-60 detik


"sabar sayang..!". Pasha menahan tubuh Kaira supaya tak terbentur kedepan sebab Pasha sedang melaju dengan kecepatan tinggi

__ADS_1


"suamiku jangan ngebut..! aku.. t.. tah kut..! ". teriak Kaira tersenggal-senggal


Pasha mengangguk sambil mengelap keringat di pelipis Kaira, "kamu yang kuat ya sayang..! "


Kaira mengangguk-ngangguk sambil memegang perutnya yang mengalami kontraksi.


setibanya di Rumah Sakit, dokter Haura dan para suster perempuan sudah menyambut Kaira dan Pasha, tak ada dokter laki-laki sebab Pasha sangat cemburuan, bahkan dokter Ades pun disingkirkan oleh Pasha saking cemburu butanya Pasha tak rela jika Ades memeriksa istrinya.


"silahkan di naikkan ke brankar tuan muda..! ". pinta Haura


Pasha membantu Kaira naik ke brankar, ia membantu mendorong brankar Kaira yang sedang pucat pasi memegang perutnya, raut wajahnya Pasha yang panik, takut dan khawatirnya bercampur menjadi satu.


"silahkan masuk tuan muda..! dipakai pakaian sterilnya!". pinta suster


"baiklah..! tolong salah satu dari kalian menunggu didepan jika keluargaku datang beritau ruangan persalinan kami! ". pinta Pasha masih terbilang cukup sopan walau terkesan memaksa.


"baik tuan muda". jawab suster yang merasa di tatap


Pasha dengan cepat memakai pakaian steril lalu memakai maskernya dan mendekati Kaira yang sedang di periksa


"kita tunggu kontraksi nyata nya tuan muda..! ". seru Haura


"kapan dokter? lihatlah istriku sudah pucat". protes Pasha


"maaf tuan muda! saya tidak tau kapan kontraksi nyatanya datang saya bukan cenayang saya hanya seorang dokter..! ". jawab Haura


"kau masih bisa bercanda Haura..? apa kau mau dipecat?? ". omel Pasha mengancam


"maka nya tuan muda jangan protes..! ikuti prosedur kami". keluh Haura


Pasha diam saja sambil mengusap-ngusap kepala Kaira dengan cemas.


"apa sakit sayang? ". tanya Pasha dengan khawatir


"semua akan berlalu suamiku.. ini merupakan kelahiran kedua ku pasti jauh lebih mudah dari yang pertama..!. jangan bosan menungguku ya.? " Kata Kaira terbata-bata


Pasha berkaca-kaca mendengarnya..


"aku akan menunggumu selama yang kamu mau sayang..! bertahanlah demi anak-anak kita".


Kaira lagi-lagi tersenyum mengusap rahang Pasha, "aakkhh...! "


"dokteeeerrr...!! ". Teriak Pasha menggema padahal dokter di dekatnya


"iya Tuan saya bisa pingsan duluan mendengar teriakan anda.! saya disini tuan ". protes Haura pada Pasha yang selalu saja membuatnya sakit kepala


para suster dengan panik menolong Haura yang terkejut-kejut dengan isak tangis Pasha, seorang Pasha menangis saat istrinya kesakitan.


mungkin sekarang tidak ada yang tertawa tapi kalau diingat-ingat oleh orang yang melihatnya kini pasti akan tertawa sedangkan Haura yakin Kaira akan cepat melahirkan normal sebab Kaira bilang saat melahirkan Dylan dan Nova juga normal.


"siapkan semuanya..! jalannya sudah terbuka". perintah Haura.


Pasha terus saja menangis seperti anak kecil saat Kaira yang sedang berjuang melahirkan anak-anaknya.


diluar suster yang bertemu dengan keluarga Pasha langsung menuntun keluarga Pasha menunggu di luar ruang persalinan,


"Ya Tuhanku ! selamatkan menantu dan cucu-cucuku..!! ". gumam Mely dengan lirih


Matt memeluk Mely sedangkan Rani memeluk sikembar yang juga panik melihat ke ruang persalinan,


"Bunda sama ayahnya Kaira bagaimana nak? ". tanya mely ke Rani

__ADS_1


"lagi dalam perjalanan mah..! ". jawab Rani


"tenang aja ya keponakan aunty! mommy kalian pasti baik-baik aja". Rani mengelus kepala kedua keponakannya


Nova memeluk Rani dan mencengkram takut bahu Rani, Dylan juga sedang cemas dalam hatinya selalu memanjatkan doa untuk mommy dan adik-adiknya.


Riska dan Katrina tiba membawa Arabela dan Lexy, semua keluarga Kaira dan Pasha sudah datang satu persatu di depan ruang persalinan


butuh waktu 5 jam bagi Kaira melahirkan normal kedua anak kembarnya, Kaira tak butuh mendorong kuat sebab otot-otot rahimnya sudah terlatih saat melahirkan Dylan dan Nova.


"selamat tuan muda.. nyonya muda putra-putri tuan muda telah lahir..! ". Haura memberi ucapan tulus setelah berhasil melakukan tugasnya


"terimakasih sayang! terimakasih..! ". pasha mencium sayang kening Kaira


sebelum dibersihkan Pasha mengadzankan anaknya dan mengkhomatkannya juga, saat mengumandangkan Adzan Pasha meneteskan air matanya melihat kedua anaknya yang sudah hadir di dunia ini.


.


.


"suamiku..! kenapa kamu nggak duduk? ". tanya Kaira melirik tubuh suaminya sama sekali tak duduk


"aku sedang menjagamu sayang..! ". jawab Pasha


Pasha dengan hati-hati mengelap wajah Kaira dengan air hangat hingga Kaira malu sendiri ditatap oleh suster yang senyam-senyum melihatnya.


"setelah ini aku akan menjaga anak-anak kita dengan baik..! kamu harus banyak istirahat sayang terimakasih sudah bertahan untukku dan anak-anak kita..! Nova dan Dylan memiliki adik perempuan dan laki-laki...! "


Kaira tersenyum manis di wajahnya yang tak sepucat tadi.


"apa kamu suka hadiah dari wanita istimewa ini suamiku? ". goda Kaira


Pasha tersenyum lebar tapi lucunya matanya kembali berkaca-kaca.


"hei... suamiku, aku hanya bercanda..! ". Kaira kembali merasa bersalah melihat tingkah suaminya yang keliatan sedih


"aku sangat bahagia sayang! ini air mata kebahagiaanku..!". lirih Pasha sudah seperti pria cengeng saat ini


Kaira menggeleng-geleng pusing kepalanya dengan tingkah Pasha yang melenceng dari Pasha Melviano Matteo Xylver yang di kenal orang.


"aku baru menyadari suamiku juga punya air mata dan sekarang hanya terlihat seperti manusia biasa pada umumnya..! ". batin Kaira menggigit bibir bawahnya.


"aku temui mama ya sayang sebentar aja". pinta Pasha memelas sambil mengusap mata merahnya.


Kaira mengerutkan keningnya lalu tersenyum tulus seperti tau maksud Pasha yang ingin meminta maaf pada Mely yang telah bersusah payah melahirkannya.


"suamiku pasti melihat sendiri perjuangan wanita melahirkan jadi ingat perjuangan mamah saat melahirkannya .! ". tebak Kaira menatap kepergian Pasha hingga menghilang didepan pintu


"selamat ya Nyonya ! tuan muda benar-benar sangat mencintai nyonya muda..! ". goda suster dengan malu-malu


Kaira memerah malu seketika mendengar godaan para suster yang sebelumnya emang saling mengenal karna Kaira sering bercengkrama dengan suster kalau periksa kandungan, apalagi kalau Pasha bicara sama dokter pasti Kaira bosan dan akhirnya ada suster yang menemaninya.


.


.


.


selamat Daddy Pasha...! sekian lama akhirnya keinginannya tercapai ya? hehe..


.

__ADS_1


.


__ADS_2