
dalam perjalanan pulang Kaira hanya diam, ia membiarkan Pasha yang tengah mencium punggung tangannya.
"katanya cinta? tapi dikit-dikit main ancam? dasar aneh...! ". batin Kaira melirik pasha dengan raut wajahnya yang terlihat kesal.
ditengah perjalanan mereka di hadang oleh beberapa pria bertopeng, 2 diantaranya ada anggota pembunuh kolong putih yang menjadi buronan the Xylver..
Kaira mengerutkan keningnya melihat puluhan pria berbadan besar itu, mereka memegang senjata api seperti seorang polisi yang sedang menangkap tahanan yang kabur.
"tunggu di sini...! " perintah Pasha dengan serius.
"tu.. eh.. Pasha..? " Kaira menahan tangan Pasha
Pasha tentu berbalik dan tatapan nya berubah hangat ke Kaira, "kenapa..? "
"mereka bawa senjata api Pasha..!" tunjuk Kaira dengan serius.
Pasha menatap serius Kaira yang sangat perhatian juga baik hati, selalu menjaganya tapi tidak ada cinta di hati Kaira? siapa yang tidak akan sakit hati? pasha benar-benar sakit tapi tak berdarah.
Pasha mengecup bibir Kaira yang memakai cadar, mata Kaira melotot kaget..
"saat aku keluar kunci pintunya...! apapun yang terjadi jangan keluar dari pintu ini mengerti..? " pinta Pasha
Kaira mengangguk patah-patah tidak mungkin Kaira meninju Pasha di situasinya sekarang
Pasha keluar dari mobilnya dan Kaira langsung mengunci mobilnya dari dalam, ia juga tidak mau dijadikan sandera Pasha yang ada nanti Pasha makin tersudut hingga terjadi sesuatu yang tak di inginkan..
"kenapa kalian menghadangku..? ". tanya Pasha dengan tenangnya padahal mereka semua menodongkan pistol ke dirinya..
"kau harus mati...! " kata salah satu pria bertopeng itu.
"siapa kau berani memerintahku..? " tanya Pasha melipat kedua tangannya di depan dadanya.
"seharusnya aku yang bertanya !" geram suara pria dari belakang pria bertopeng yang menodongkan pistol ke Pasha
"bertanya apa..? " tanya Pasha dengan malas.
"kenapa kau membunuh pembunuh bayaran dari kolong putih? apa salah mereka...? " teriak pria itu menggebu-gebu
Pasha terlihat tenang
"kau fikir aku bertindak tanpa memikirkan apa kesalahan kalian? aku tidak peduli apapun pekerjaan kalian tapi aku benci jika kalianlah yang berani mencari masalah denganku, berani sekali salah satu dari kalian berkomplot mencoba membunuh istri dan anak-anakku... !"
kedua pria yang menjadi buronan the Xylver itu kompak saling pandang syok saat tau Pasha sudah punya istri dan punya anak.
"siapa maksudmu..? " tanya Pria 1
"Jess..! wanita itu berani melakukannya dan menerima bayaran tak seberapa dari tuan nya hingga begitu berani menyakiti orang terkasihku tanpa takut konsekuensinya..
__ADS_1
"dia bukan anggota kami lagi...! " kata pria 2
"dia bekerja bukan perintah atasan kami tapi atas kemauannya sendiri, jika tuan nya pintar pasti akan menemui atasan kami terlebih dahulu kami tidak akan bekerja menargetkan 1 orang kalau tidak ada perintah dari atasan kami "
"maksud kalian dia bekerja bukan berdasarkan perintah dari atasan kalian? apa kalian fikir aku bodoh? dia membawa nama kian kalian saat di introgasi bahkan sampai mati pun dia tidak mau mengatakan siapa yang membayarnya!" kata Pasha dengan tatapan datarnya yang sangat dingin melebihi Es..
"bunuh dia..! " perintah pria 2
mereka hendak menembak Pasha tapi peluru asing sudah menembus jantung mereka semua sementara kedua pria itu saling pandang meyakinkan..
kedua pria itu sudah terlanjur masuk kandang harimau jadi tidak ada kesempatan untuk kabur lebih baik melawan pikir mereka, tidak ada guna nya juga mereka hidup tak punya siapa-siapa lagi..
Kaira di dalam mobil lega sendiri ia menghubungi Panji tadi dan bala bantuan datang begitu tepat waktu mereka berpencar mengepung mangsanya, Pasha tersenyum miring namun terlihat menakutkan
mereka berdua menjatuhkan senjata api lalu mengeluarkan pisau lipat mereka yang sangat tajam..
"matilah..! " seru keduanya kompak menyerang Pasha
Pasha bisa mengimbangi gerakan pembunuh bayaran dari kolong putih, padahal yang sedang melawannya ada 2 orang sekaligus.
Panji menargetkan kaki salah satu dari musuhnya dan dor....!!
salah satu dari mereka meringis kesakitan, Pasha hanya menatap dingin mereka berdua..
"jangan salahkan aku jika aku menghancurkan kian kalian..! dan jangan menggunakan trik buruk seperti ini lagi.. kalian bukan tandinganku.. " kata sinis Pasha lalu berlalu meninggalkan mereka berdua..
Pasha tampak tak peduli malah memasuki mobilnya dan meninggalkan tempat itu seolah hal itu bukan perihal menakutkan.
"selesaikan sisanya" perintah Panji ke bawahan anggota the xylvernya. .
Pasha beralih ke Kaira yang mematung melihatnya,
"aku bilang jangan menggodaku di tempat sempit ini Kaira..! " pinta Pasha
Kaira mengalihkan pandangannya,
.
.
di kamar setelah membersihkan diri Kaira duduk menung di ranjangnya
"apa Pasha bagian dari kian khusus seperti pria tadi. ?? kenapa dia bisa begitu mudah membunuh orang..? hei.. itu manusia bukan hewan, kenapa Pasha membunuh manusia seperti hewan buas saja.. !" batin Kaira.
Pasha yang ada didepan Kaira langsung mendorong tubuh Kaira ke ranjangnya lalu menindihnya.
"aak...! " kaget Kaira hendak melawan tapi tangannya sudah di kunci oleh Pasha..
__ADS_1
"aku menginginkanmu Kaira.. !" bisik mesra Pasha
Kaira menggedikkan bahunya yang terasa geli di bisikin oleh Pasha..
"bu.. bukankah kamu bilang mencintaiku? kenapa terburu-buru?" tanya Kaira terbata-bata.
"aku memang mencintaimu Kaira tapi perasaanku ini sudah bercampur menjadi satu dengan hawa nafs*ku..! aku tidak bisa menunggumu Kaira " kata Pasha dengan lembutnya
Kaira melebarkan matanya dengan gelisah,
(ceritanya disini Cinta pertamaku yang udah pudar ya? jadi harap mengerti ke egoisan Kaira, Kaira masih mencintai suaminya yang udah tidak ada).
"itu hanya obsesi..! kalau nafs* itu bukan cinta Pasha, jangan membodohiku..? aku tau semuanya, cinta yang tulus itu berbeda dengan hawa nafsu...! " Kaira
"cinta dan nafs* itu beda tipis Kaira, aku mencintaimu itu sebabnya aku ingin memilikimu...! nafs* ? aku menginginkanmu! tidak peduli itu n*fsu? cinta? atau obsesi, aku bahkan tidak bisa membedakan ketiganya.. "
"kau meracau lagi tuan.! lepaskan aku..! " berontak Kaira.
"setidaknya tunggu aku sampai benar-benar mencintaimu Pasha...! aku janji akan menyerahkan semua yang ku miliki untukmu...! " memelas Kaira
Pasha hendak mencium kening Kaira yang mengerjab-ngerjabkan matanya masih resah dan gelisah.
"mommy...?? " teriak Dylan dan Nova menggedor-gedor pintu
"Ya Tuhan...!! terimakasih telah menolongku melalui anak-anakku..! " batin Kaira dengan lega
Pasha menghela nafas panjang lalu memilih tumbang di samping Kaira, Kaira langsung bangkit dan berlari ke arah pintu.
"mereka menyelamatkanmu Kaira..! " kata Pasha lalu segera masuk ke kamar mandinya untuk mendinginkan tubuhnya yang bergelora setelah menci*m Kaira..
"sayang..? " Kaira menunduk mencium kening kedua anak-anaknya
"mommy kenapa...? kenapa Nova merasa mommy dalam bahaya..? " tanya Nova dengan polos
"iya Mommy..! tadi Dylan merasa takut.. " jawab Dylan
sikembar nyelonong masuk ke kamar Pasha, betapa kagetnya Sikembar melihat kamar Pasha yang sangat besar dan indah disetiap sudutnya..
"cantiknya..! " puji Nova
"mommy kan suka terang! " seru Dylan dengan senang.
mood mereka berubah setelah melihat kamar daddy dan mommynya..
.
.
__ADS_1