
Riska dan Katrina mengantarkan sikembar sekolah, sesuai perjanjiannya dengan Pasha sikembar harus fokus sekolah dan Kaira akan dijaga oleh Pasha.
"apa anak-anak Kaira udah sekolah mah.. ?" tanya Kaira merangkul manja lengan Mely
Mely tersenyum tapi alisnya mengkerut gemas dengan tingkah Kaira yang tak biasa.
"udah sayang! " jawab Mely
"kenapa nggak izin sama mommynya..,?" gerutu Kaira lesu
"kamu kan lagi hamil sayang.. fokus dengan kandunganmu ya..? cucu-cucu mamah sangat pintar mereka hanya melihatmu yang tertidur aja udah senang...! " gemas Mely
"jadi saat Kaira tertidur sebentar tadi Nova sama Dylan datang kekamar kami mah..? " tanya Kaira
"yaps". jawab Mely
Kaira menarik nafas..
"padahal Kaira sangat merindukan mereka".
"nanti mereka akan pulang cepat sayang..! " mely mengelus kepala Kaira
Kaira manggut-manggut, "Ella sama Rani kemana mah..? "
"mereka shopping pagi-pagi gini ke Mol..! " jawab Mely
Kaira bangkit seketika..
"Kaira mau ikut...! kenapa mereka nggak ngajak Kaira mah..? "
"Kaira mau ikut...! Mol mana mah..? " tanya Kaira lagi
"Mol MattGroup". jawab Mely mode terkejut.
"kamu nggak boleh ke sana sayang". tegas Pasha
"aku mau ke Mol titik...! " ujar Kaira dengan tatapan mengancamnya.
Pasha menjambak rambutnya dengan frustasi, Matt terkekeh melihat putranya yang baru kali ini bisa stress menghadapi seseorang, apalagi wanita yang sangat Pasha cintai.
Kaira bersiap-siap menyusul Rani dan Ella, ia tak perlu minta izin Pasha..
alhasil Pasha menyuruh Arla dan Umay mengantarkan istrinya.
"aku punya mobil sendiri". kesal Kaira tak mau diantar
"kamu mau nyetir sendiri sayang..? aku nggak kasih izin pilih sendiri aku ikut atau mereka berdua yang mengikutimu..! " ancam Pasha.
Kaira membayangkan di ikuti oleh Pasha yang posesif membuatnya bergidik ngeri.
"Umay dan Arla aja yang ngikutin aku kamu jangan, awas aja kamu buntutin aku.. sana pergi kerja ! cari uang yang banyak.. aku akan habiskan uangmu..! " Kaira memainkan kartu limit pemberian Pasha
seketika hilang sudah kemarahan dan kekhawatiran Pasha, ada rasa semangat untuknya bekerja.
__ADS_1
Pasha mendekati Kaira menangkup mesra pipinya.
"kamu jaga diri ya sayang..? jangan buat aku khawatir saat aku mencari uang.. ya..? " ujar lembut Pasha
Kaira tersenyum manis.
"aku janji akan menjaga anakmu ini.! "
pasha mengecup bibir Kaira yang tak berpoles make up Kaira enggan berdandan tapi masih menawan.
"jaga istri dan anak-anakku Arla.. umay..! " perintah Pasha dengan penuh penekanan
"baik tuan muda". jawab Kedua pengawal Kaira tegas
Kaira melambai ceria ke Pasha saat mobil nya melaju meninggalkan mansion, Pasha tersenyum begitu tampan membalas lambaian istrinya.
Pasha pun bersemangat bekerja ke kantor hingga Ramzi terkejut dengan kedatangan Pasha.
"ada yang bisa saya bantu tuan muda..? kenapa anda tidak meminta saya datang..? " tanya Ramzi dengan sopan
"aku disuruh bekerja oleh istriku..! aku harus cari uang yang banyak untuknya". jawab Pasha tersenyum begitu memikat
Ramzi menggaruk kepalanya sendiri.
"apa otak tuan muda bergeser..? uangnya kan banyak.. nggak bekerja selama setahun pun bisa.. harta tuan muda nggak akan habis 17 turunan.. "
Hotel, perusahaan pusat, cabang, dan banyak lagi uang masuk Pasha seperti mol dan restaurant yang ada di dalam mol dan hotel, jadi wajar Ramzi menebak Pasha tidak akan jatuh miskin tak bekerja selama 1 tahun.
"apa ada rapat..? " tanya pasha dengan semangat bekerja yang membara.
"ada tuan muda, .. tuan muda CEO perusahaan produk kecantikan Kaira MZ datang ingin bertemu dengan tuan muda..! " ujar Ramzi dengan hati-hati
Mood baik Pasha buyar seketika, "kenapa dia menemuiku..? ". tanya Pasha dengan dingin
Ramzi bersusah payah meneguk salivanya sendiri.
"apa aku salah bicara..? kayaknya enggak, tapi kenapa tuan muda keliatan marah..? " Batin Ramzi tak enak
"ayo jawab...! " wajah datar Pasha
"s.. saya tidak tau apa tujuannya tuan muda..! " jawab Ramzi tergagap bulu kuduknya berdiri saat ini.
hening beberapa saat...!
"baiklah... ayo kita temui pria itu..! " ujar Pasha bersidakap dada menatap dingin didepannya.
Ramzi memberanikan diri menatap Pasha dan hawa dingin menyeruak di sekitarnya.
"apa yang salah ya..? " batin Ramzi tak tau
Pasha bertemu dengan Bastian MZ di sebuah restaurant mewah, mereka menyewa 1 ruangan kedap suara dan khusus yang pastinya hanya berempat di ruangan itu nantinya.
Pasha bersama Ramzi dan Bastian bersama sekretaris cantiknya bernama Poppy.
__ADS_1
.
.
kini Poppy dan Ramzi yang seperti orang bodoh melihat tatapan bunuh membunuh antara tuan mereka.
Pasha dan Bastian hanya saling tatap-tatapan tapi bisa ramzi dan Poppy tebak tuan mereka sedang tak bersahabat seperti bermusuhan saja.
"ada apa anda bertemu saya tuan Bastian MZ..? " tanya Pasha membuka suara dengan nada mengejek.
"saya hanya ingin bertemu anda tuan muda Pasha Melviano". tantang Bastian dengan nada tak kalah mengejek
Pasha tersenyum sinis..
"apa ini kelakuan CEO besar produk kecantikan yang ternama itu..? apa jadinya semua orang tau bagaimana kedok anda sekarang, anda manis di depan publik tapi bertolak belakang dengan sekarang ! kenapa anda tidak jadi seorang aktor saja".
"bukan urusan anda tuan Pasha yang terhormat..!" desis Bastian dengan geram
"kau tidak perlu berlagak sopan padaku, katakan saja tujuanmu menemuiku ! apa kau mau bertanya istriku yang tengah mengandung anakku..? " kata Pasha memanas-manasi.
Bastian mengepalkan tangannya tanpa bicara sepatah katapun ia pergi dari tempatnya tadi, poppy dibuat kaget lalu segera mengikuti tuannya tanpa berani bertanya.
Pasha tersenyum miring, ia sengaja berkata demikian untuk menjatuhkan mental Bastian.
Ramzi akhirnya mengerti arah pembicaraan Pasha.
"jadi masalah cinta segitiga..! " batin Ramzi
ia mengakui sosok Kaira memang sangat mempesona belum lagi Kaira makin banyak Fanclubnya di medsos, Kaira adalah putri bangsawan kota A, pasti wajar Nyonya nya itu banyak yang suka belum lagi rekan kerja Pasha sangat mengagumi Kaira yang bisa menguasai bahasa asing.
"Bagaimana laporan Arla..? " tanya Pasha memecah keheningan
"Nyonya muda sangat bersenang-senang dengan nona muda dan nona Ella tuan muda..! " Jawab Ramzi menunjukkan bukti kebahagiaan Kaira tengah menghabiskan uang Pasha.
senyum Pasha merekah sempurna, "dia segalanya bagiku Ramzi !"
"saya tau tuan muda..! " jawab Ramzi sempat terkejut sesaat.
"aku tidak akan biarkan pria manapun merebutnya dariku...! " curhatnya lagi.
"saya juga tidak akan membiarkan wanita milik anda di rebut pria lain..! saya tidak akan membiarkan hal itu tuan muda". tegas Ramzi
Pasha tersenyum bahagia melihat istrinya tengah tertawa tanpa beban dengan Rani, sebenarnya Ramzi tertarik dengan satu sosok yaitu Ella tapi berusaha ia menutupinya, ia merasa tidak pantas memiliki Ella
sejak saat adegan tabrak hidung terjadi bayangan Ella selalu mencuri jam tidur nya.
"aku ingin ada disampingnya". gumam Pasha dengan pelan
"apa perlu kita kesana tuan muda..? " tanya Ramzi
"tidak perlu, dia menyuruhku mencari uang..! " tolak Pasha tapi masih fokus menatap istrinya yang bisa Pasha pastikan Kaira tengah jadi pusat perhatian.
beberapa orang yang tertangkap potretnya kini menatap Kaira dengan kagum dan iri.
__ADS_1
.
.