Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
pertandingan hacker (part. 1)


__ADS_3

tengah malam Arabela terbangun, tatapannya datar dan tak terbaca..


"Suamiku..! jika kamu tidak mempercayaiku maka aku bisa mencari anakku sendiri.. sudah cukup bagiku untuk berpura-pura..! instingku sangat kuat, jika aku bilang anakku masih hidup maka dia masih hidup "


Arabela berjalan ke arah balkon penginapannya, di keluarganya sekarang tidak ada yang bisa di percaya bahkan suami sendiri masih diragukan karna banyaknya penghianat di antara keluarganya


"aku akan hancurkan tahta membosankan ini. !" geram Arabela penuh amarah..


sejak Arabela kehilangan putri satu-satunya, Arabela berpura-pura tak waras, tak ada yang tau dirinya hanya berakting bahkan suaminya sendiri pun tak tau


karna banyaknya mata-mata di istana nya ini membuatnya tak bisa bergerak bebas,


"kalian yang sudah membuang anak-anakku akan terima ganjarannya.. karna aku sudah menemukan anakku sudah waktunya aku mulai bertindak...! "


"tunggu mama sayang.. mama akan selesaikan masalah di tempat ini " gumam Arabela menatap sendu rembulan di langit


sementara di mansion Melviano Kaira juga menatap rembulan malam,


"mama...? " gumam Kaira dengan lirih


angin malam tak membuat Kaira kedinginan,


ambutnya beterbangan terlihat begitu anggun padahal Kaira sedang melamun.


Kaira terlonjak kaget merasakan kehangatan di tubuhnya yang ternyata Pasha menyelimuti Kaira dengan selimut tebal ranjangnya


"kamu baru kembali Pasha..? " tanya Kaira mendongak ke Pasha.


Pasha pun mengelus kepala Kaira dan mengusap pipi Kaira, ia duduk disamping Kaira dan mengangguk pelan..


"mikirin apa sayang...? " tanya Pasha


"aku hanya teringat pada wanita yang terkenal di negara kita dengan sebutan Kanjeng ratu.. mungkin agak kuno tapi aku baru melihat secara langsung di negara kita masih ada yang menganut sistem kerajaan..! "


"apa kamu memikirkan Ratu Arabela..? " tanya Pasha


"hmm... aku hanya merasa aneh dengan ibu itu tapi mereka keturunan darah biru bagaimana bisa wanita itu mengaku aku anaknya..? apa karna ibu itu sedikit terkena gangguan jiwa..? "


"bagaimana jika kamu bagian dari mereka..? " tanya Pasha serius..


Kaira terkejut sesaat lalu tersenyum masam..


"aku tidak mau identitas anak-anakku terlalu sempurna..! aku takut bahaya akan datang, mereka masih kecil.. sejak dulu mereka nggak pernah bisa bermain dengan anak seusia mereka.. disaat anak-anak seumuran mereka bermain robot, game atau apapun permainan terkenal diluar sana tapi anak-anakku malah bermain senjata tajam, gila berkelahi, terobsesi akan kehebatan di dunia Hacker...!! "

__ADS_1


"aku ingin bekerja menghasilkan uang untuk mereka tapi anak-anakku begitu pengertian menyuruhku tidak bekerja... aku sedih sekaligus bangga memiliki mereka.. sekarang mereka akan menjadi incaran musuh-musuhmu Pasha..! apa jadinya jika aku memang keturunan bangsawan..?? apa yang terjadi dengan anak-anakku...?? aku tidak mau memikirkan hal itu....!! "


Pasha terenyuh mendengar perkataan Kaira yang sangat tulus,


"aku bangga padamu Kaira". puji Pasha


Kaira menoleh ke Pasha yang tengah menatap sendu padanya..


"kenapa kamu bangga ..? " tanya Kaira mengelus rahang Pasha..


Pasha membenarkan selimut di tubuh Kaira lalu mencium telapak tangan Kaira, bagaimana pun Kaira seorang perempuan Pasha sangat berbahaya di kalangan wanita bisa menakhlukkan wanita manapun yang ia suka.. tapi bagi Pasha,, Kairalah yang tersulit ia dapatkan sebab tak pernah ada wanita yang begitu berani melawannya..


"anak-anakku tumbuh menjadi bodyguard terhebat mu sayang.. bahkan ketujuh pengawal baru kita belum bisa menandingi kemampuan anak-anak kita..! "


Kaira memukul lengan Pasha dengan kesal.


"anakku kamu bilang bodyguard..? apa kau mau mati di tanganku...? "


Pasha tergelak mendengar ancaman Kaira, sekarang kata-kata Pasha selalu di tiru semua keluarganya,


"iya.. mau mati?? sini aku mati in... " geram Kaira memukul-mukul tubuh kekar Pasha


karna kuatnya pukulan Kaira, Kaira terjengkang kebelakang sambil memejamkan mata karna pasrah, tapi Pasha dengan sigap menarik pinggang Kaira dan kembali ke pelukan Pasha


Kaira bisa mendengar degup jantung Pasha yang tidak normal, matanya mengerjab-ngerjab beberapa kali, tangan Kaira memegang dada bidang Pasha


"apa kamu sakit Pasha...?? " tanya Kaira


Pasha menggeleng kepalanya, "karna mu sayang...! "


Kaira melepaskan pelukannya dari Pasha


"ayo kita tidur..! " ajak Pasha menangkup kedua pipi Kaira..


Kaira mengangguk, Pasha mengecup kening dan puncak hidung Kaira lalu menggendong nya dan membawa Kaira ke ranjang kamar mereka


Pasha dan Kaira emang suami istri, pasha mungkin menginginkan Kaira tapi semakin hari rasa bersalahnya kian membesar, Pasha tidak mau memaksa Kaira untuk melayaninya.. menurut Pasha menahan hasratnya tidak sesulit penderitaan Kaira selama 7 tahun belakangan ini.. bisa tidur memeluk Kaira aja udah buat Pasha senangnya minta ampun


.


.


hari berlalu begitu cepat, sesekali Kaira bekerja di restaurant Nolan Food tapi lewat Vidio Call. kedua pengawal yang menjaga Dylan dan Nova menyamar sebagai wanita biasa tanpa menunjukkan diri bahwa mereka seorang pengawal

__ADS_1


"perkembangan restaurant Nolan Food sangat melonjak tinggi Nyonya.. menu makanan kita kehabisan terus..."


Kaira tersenyum manis pada Manager Nolan Food yaitu Bimo..


"baguslah pak, saya juga tidak tau kenapa bisa begitu? mungkin emang rezeki anak-anak saya pak " senyum manis Kaira


Bimo tak bisa apa-apa saat Kaira berbicara formal padanya, Kaira begitu sopan padanya bahkan memanggilnya Pak padahal umur mereka tak berbeda jauh.


Bimo makin betah bekerja dengan Kaira yang sangat sopan dan menghargai mereka sebagai bawahannya,


.


malam hari ini Nova akan bertanding merebut posisi juara Hacker terbaik tahun ini,


"saatnya kamu beraksi KO...! " gumam Nova meregangkan jemari-jemari kecilnya


sementara yang lainnya menunggu Nova di ruang tamu sambil menonton TV acara mencari sang juara Peretas terbaik di negara ini


Kaira dan Mely duduk berdampingan, mereka selalu bersama sejak Ella dan Rani belum juga kembali, mereka pernah melakukan panggilan Vidio hanya sekedar saling menyapa satu sama lain


"Kenapa kamu berkeringat Pasha...? " tanya Kaira melihat pasha tengah mengeluarkan keringat di dahinya.


"aku gugup sayang...! " jawab Pasha mengambil tisu di meja lalu mengelap keningnya yang basah


Kaira tersenyum melihatnya..


"aku baru melihat sisimu yang seperti ini suamiku..? kenapa bukan saat kamu tampil di sebuah acara besar menunggu penghargaan perusahaanmu.? " ejek Kaira


Pasha tersenyum saja tapi duduknya tidak bisa diam membuat Kaira tertawa geli, Mely juga ikutan tertawa di samping Kaira..


Dylan duduk disamping Matt yang tak kalah geroginya malah Dylan yang tengah bersantai memakan snack-snack di meja sofa


"udah mulai..? " tepuk tangan Pasha segera mengambil tisu dan mengelap tangannya yang basah.


"Nova bakal menang...!" gumam Dylan dengan mulut kecilnya yang penuh karna makanan.


"belum ada yang bisa mengalahkan KO di negara E apalagi disini..? " batin Dylan dengan santainya mengunyah jajanannya..


mereka semua sengaja menunggu di ruang tamu karna tidak mau memecah konsentrasi Nova yang akan bertarung dengan hacker terkenal lainnya di kamar Nova yang mungkin saingannya berumur jauh diatas Nova..


.


.

__ADS_1


__ADS_2