
Tibalah Nova dan Dylan di ruangan rapat Pasha, tak ada yang berani mencegah sikembar kalau mau masuk, tapi tampaknya sikembar tak berniat mau masuk.
"ada apa tuan kecil..? " tanya Ramzi hati-hati
"kami ke ruangan daddy aja paman..! " selah Dylan memutar tubuhnya
Ramzi tak bisa apa-apa dan mengikuti Dylan, Nova berjalan masih menggenggam tangan Ramzi, sedangkan Riska dan Katrina masih mengekori mereka seperti anak ayam saja tapi kali ini induk ayamnya Dylan.
"apa ada yang mau tuan kecil mau..? dan nona kecil? " tanya Ramzi
"hmmm...? Nova mau minum susu deh..! teh susu ya Paman..! " pinta Nova dengan wajah imutnya.
"baik nona kecil...! " jawab Ramzi lalu beralih ke Dylan..
"kakak cuma mau jus apel aja Paman..! " kata Nova
Ramzi mengangguk mengerti.
"jaga tuan kecil dan nona kecil...! " perintah Ramzi pada kedua pengawal sikembar.
"baik tuan.! " jawab Riska dan Katrina dengan tegas yang artinya Ramzi tak perlu meragukan pekerjaan mereka.
Ramzi berlalu dari tempat itu dan menutup pintu,
"kakak apa daddy bakal lama.. ?" tanya Nova duduk manis di sofa mewah ruangan daddy nya.
"entahlah..! kata granma dan granfa daddy itu boss besar jadi pulang suka-suka aja..! " jawab Dylan berjalan mengitari sofa dan melangkahkan kakinya ke rak buku daddynya.
Nova hanya memperhatikan ruangan daddynya dengan pandangan menelisik.. ia mencari setiap sudut ruangan daddy nya yang banyak cctv tersembunyi.
"ruangan daddy banyak cctv nya kak..! " seru Nova dengan serius namun begitu imut dilihat Riska dan Katrina.
"tentu saja dek.. daddy kan banyak musuh...!" jawab Dylan mendongak melihat judul buku yang menarik baginya.
Dylan tampak tertarik dengan buku paling atas tapi tidak bisa diambil karna tangannya nggak sampai, Dylan memutar kepalanya mencari kursi yang bisa membantunya mendapatkan buku yang dia mau.
"kakak ngapain..? " tanya Nova penasaran
"kakak mau ambil sesuatu..! " jawab Dylan begitu serius
Nova menoleh ke Katrina, Katrina dengan sigap mendekati Dylan.
"ada yang bisa saya bantu tuan kecil..? " tanya Katrina dengan sopan.
Dylan tersenyum kikuk begitu menggemaskan di lihat oleh Katrina tapi ia tak mau menertawai Dylan sebab masih sayang dengan pekerjaannya, baru kali ini Katrina melihat sisi imut Dylan.
Dylan berdehem pelan,
"buku paling atas sampul berwarna biru".
Katrina dengan hati-hati mengambil buku yang Dylan mau lalu memberikannya pada Dylan dengan sopan.
"terimakasih...!" ucap Dylan singkat lalu berbalik ke sofa dekat Nova duduk.
tak lama kemudian Ramzi datang bersama 2 sekretaris meja resepsionis membawa minuman serta makanan ringan untuk Dylan dan Nova.
Katrina yang tadinya melongoh segera tersadar, ia berlari kecil ke posisinya.
"apa yang kau lakukan..? " tanya Ramzi dengan tajam.
"tuan kecil mengambil sebuah buku tuan.. saya hanya membantu apa yang diminta tuan kecil dan tidak menyentuh barang apapun selain buku yang tuan kecil inginkan".
__ADS_1
Ramzi beralih ke Dylan yang memang membuka buku berisi tentang cara menjinakkan binatang buas.
Ramzi tak bicara, ia memberi kode ke sekretaris cantik itu dan dengan sigap melayani sikembar melviano.
Nova dengan polos memperhatikan wajah kedua sekretaris itu yang merah..
"kakak di tinju ya.? " tanya Nova penasaran
Kedua sekretaris itu tiba-tiba aja tersedak air liurnya sendiri, Nova mengerjab-ngerjabkan matanya..
"keluar..! " perintah Ramzi.
dengan patuh kedua sekretaris itu berlalu dari ruangan Pasha..
"kenapa pipi mereka merah-merah paman..? " tanya Nova tak mengerti..
"Jelaskan apa nama benda yang membuat pipi wanita bisa merah..? " Ramzi malah melempar pertanyaan Nova ke pengawal Nova.
Riska yang mengerti pun menjelaskan alat make up wanita yang bisa membuat pipi wanita merona begitu cantik tapi Nova malah bilang wanita cantik tadi kena tinju seseorang.
.
.
tak berapa lama Pasha masuk keruangannya
"daddy...? " sumringah Nova berlari mengejar Pasha.
Pasha langsung menangkap tubuh putri kecilnya dan menciumi wajah putri kesayangannya.
"Son..? " panggil Pasha.
"iya daddy..! Dylan boleh bawa buku ini..? " tanya Dylan.
"iya daddy...! " jawab Dylan menutup bukunya.
"tumben menunggu daddy pulang sayang..? " tanya Pasha mengangkat tinggi tubuh Nova hingga siempunya tertawa cekikikan.
Dylan hanya tersenyum tipis, Dylan tau adiknya itu emang galak tapi kalau udah sayang bakal manja melebihi bayi.. tapi Dylan malah bersikap dewasa malu di gendong atau apapun yang membuat harga dirinya tercoreng.
"Nova mau nagih janji daddy..! " sumringah Nova.
Pasha mengangguk.. "mau apa putri imut daddy sejagat raya..? "
Nova makin bersemangat meminta apa yang ia mau.
"kita jalan-jalan keluar negri daddy.. liburan ramai-ramai sama keluarga lengkap.. Nova sangat ingin liburan keluar negri...! " pinta Nova dengan wajah yang terlampau imut.
"kamu mau liburan sayang..? " tanya Pasha
Nova mengangguk sebagai jawaban..
Pasha termenung sesaat.
"mungkin ini yang terbaik untuk saat ini...! " batin Pasha..
"daddy...? " sungut Nova memukul bahu Pasha
Pasha tersadar dan tersenyum manis.
"tentu saja sayang..! tapi kamu harus bilang sama mommy kalian ya..? kalian tau kan mommy kalian tidak suka kalian berdua bolos sekolah..? "
__ADS_1
"baik daddy..! ayo kita pulang...! " ajak Nova menunjuk pintu keluar ruangan pasha.
Pasha terkekeh, kedua pengawal Dylan dan Nova tersenyum melihat sosok Pasha yang sangat lemah lembut pada Nova dan lucu melihat Dylan yang tampak tak suka di gendong .. harga dirinya terlalu tinggi..
.
.
setibanya di mansion,, mereka disambut oleh Keluarga Melviano..
Nova menjelaskan apa yang ia mau..
"apa..? " kaget Kaira..
"kalian mau libur sekolah..? " lanjutnya lagi tak percaya..
berkat bujukan Nova, Mely, Matt Kaira tak bisa apa-apa yang diam membisu..
"kita nemui Aunty Ella dengan Aunty Rani mommy. " bujuk Nova
Kaira memijit pelipisnya sendiri jujur dia memang merindukan sahabat baiknya itu..
"kapan berangkatnya? ". tanya Kaira pasrah..
"besok pagi! " jawab Pasha cepat.
Kaira melebarkan matanya tapi Nova yang paling gembira, Dylan juga ikut tersenyum yang artinya ia juga tak sabar mau liburan..
"kalau begitu mama dan papa siap-siap terlebih dahulu...! ayo sayang...!" ajak Mely ke cucu-cucunya.
Nova dan Dylan mengikuti Mely dan Matt,
"kalian juga berkemas suruh kedua pengawal istriku untuk berkemas..! " perintah Pasha
"baik tuan muda..! " jawab Riska dan Katrina tanpa menolak..
Pasha merangkul bahu Kaira berjalan ke arah Lift, sementara Kaira terus saja protes tapi diabaikan oleh suaminya itu yang malah senyam-senyum sendiri..
"Pasha...? " geram Kaira
"saya sayang...! " sambut Pasha malah merentangkan tangannya.
Kaira mendekati Pasha dan menonyor kening Pasha, Pasha tak peduli ia malah memeluk Kaira dengan mesra.
"biarkan aku memanjakan kalian sayang...! hanya ini satu-satunya caraku untuk menebus semua kesalahanku..! dan juga apa kamu mengirimku uang sayang..?? "
Kaira tersenyum kikuk saat Pasha mengalihkan pembicaraan.
"aku mencicil hutangku aja...! " jawab Kaira
"hutang..? " beo Pasha
Kaira mengangguk..
"penghasilan Nolan Food sangat fantastik jadi aku bayar cicilan hutangku karna kamu udah biayai modalku...! "
Pasha menggaruk keningnya sendiri,
ia benar-benar tidak mengerti jalan fikiran istrinya itu..
.
__ADS_1
.