
didalam mobil.
"daddy..sepertinya boneka Anabel membenci mommy..! " ujar Nova dengan serius tiba-tiba
"boneka Anabel apa sayang...? " tanya Pasha dengan bingung
"adik dari nenek daddy.. dialah pelaku yang menjadi permasalahan kami sebelumnya.. !" Dylan menjawab
"tapi kenapa boneka Anabel? tunggu... apa kalian tau pelakunya...? " tanya Pasha memastikan lagi.
"iya daddy, kami tau dan kami sebut boneka Anabel karna tante itu jahat ". jawab Nova dengan senyum lebarnya.
"apa nenek sudah bertindak daddy..? " tanya Dylan serius
Pasha mengangguk sekali.
"semua sudah selesai, tapi bukan berarti kalian aman..! daddy harap kalian berhati-hati setiap ada orang yang mendekati kalian, daddy tidak melarang kalian berteman tapi lihatlah ketulusan mereka saat berteman dengan kalian nak.. daddy nggak mau kalian salah mencari teman".
"baiklah daddy, Nova cuma punya kakak doang kok... " cengir nova
Pasha tersenyum gemas lalu mengusap kepala Nova yang sangat imut, Dylan hanya tersenyum sambil menggeleng-geleng kepalanya melihat Nova.
ia tak peduli juga siapa yang mau berteman dengannya sebab dirinya lebih suka menyendiri.
"aunty Rani sama aunty Ella kemana daddy..? " tanya Nova mengingat tadi pagi mereka sarapan tidak ada bibi-bibi cantiknya itu.
"mereka sibuk mengurus resepsi pernikahan mommy dan daddy dong.. " jawab Pasha dengan bangga
"aah.. iya.. besok udah mulai acaranya ya..? ". tepuk tangan Nova mengingat besok adalah hari pernikahan besar daddy dan mommynya.
"apa granma udah nyiapin baju cantik ya buat Nova...?? " gumam Nova mengetuk-ngetuk dagunya dengan bola mata keatas sedang berpikir.
"sepertinya udah sayang..! " jawab Pasha menahan tawanya sekuat tenaga melihat putri kecilnya itu.
"ayo cepat sampai mansion daddy.. Nova pengen lihat gaun yang disiapkan granma.. pasti sangat cantik kayak Nova yang imut sejagat raya... " celoteh Nova dengan semangat.
Dylan menggeleng kepalanya melihat adiknya yang sangat suka mengoceh, tak bisa diam mulut kecilnya itu.
.
.
"granma...?? " teriak Nova menggema berlari dengan tangan kosong sebab tas sekolahnya sudah dipegang oleh pelayan mansion.
Dylan melewati adiknya dan terus masuk Lift, saat ini Dylan ingin membersihkan diri barulah ia kembali ke mereka.
"iya sayang...? " sahut Mely menggema dari lantai atas.
Mely berlari menuruni tangga senyumnya melebar sempurna melihat sosok mungil yang tengah berlari ceria kearahnya.
"granma..?" Nova memeluk Mely
Mely sampai terduduk di anak tangga karna Nova terlalu semangat memeluknya, tapi Mely malah tertawa dengan kelakuan cucunya yang super manja itu.
"apa gaun Nova yang imut udah siap granma..? " tanya Nova dengan mata berbinar
Mely tertawa pelan lalu mengusap pipi Nova dengan gemas.
"udah dong sayang...! kan acaranya besok.. " jawab Mely dengan sayangnya.
.
.
Pasha melihat kiri kanan mencari sosok belahan jiwanya..
__ADS_1
"mah..! " panggil Pasha.
"Kaira sedang di taman belakang...! tadi mau lihat kupu-kupu katanya". jawab Mely yang sudah tau pertanyaan Pasha
Nova mengerjab ke arah Pasha.
"apa mommy baik-baik aja granma..? " tanya Nova beralih ke Mely
"baik-baik aja dong sayang.. cuma mommy mu tadi katanya bosan jadi pengen lihat kupu-kupu". jawab Mely
Nova menggaruk kepalanya sendiri dengan bingung.
"setau Nova mommy nggak suka kupu-kupu.. ?" gumam Nova dengan serius
"kenapa nggak suka kupu-kupu sayang?". tanya Pasha serius sekaligus penasaran.
"mommy bilang kupu-kupu memang cantik tapi mommy nggak suka hhmmm....menggelikan kata mommy. !". jawab Nova dengan serius tapi masih bisa bertingkah imut dengan memainkan rambut Mely.
Pasha mengerutkan keningnya mendengar hal itu.
"lalu kenapa bilang akan melihat kupu-kupu..? "
Pasha merasa aneh langsung berjalan cepat ke taman belakang.
"ayo kita lihat sayang..! " ajak Mely
Nova mengangguk
Pasha berlari dengan raut wajah khawatir ke taman belakang
"Nyonya saya mohon turunlah...! " pekik Arla bersimpuh di bawah pohon dan Umay juga melakukan hal yang sama
"Nyonya.. ?" lirih Umay dengan suara serak.
Pasha menjatuhkan rahangnya saat mendongak keatas.
Kaira yang ada dipuncak pohon tertinggi pun melihat kebawah.
"Pasha, suamiku ..?? ". lambaian ceria Kaira masih sempatnya melompat-lompat senang di atas pohon itu..
"Nyonya...?? " jerit Arla dan Umay dengan suara serak mereka.
"turun...! " perintah Pasha
Kaira menggeleng kepalanya,, "nggak mau...! "
Kaira kembali bernyanyi dengan semangat, suaranya terdengar indah saat bernyanyi di atas pohon.
"mommy...?? " pekik Nova
Kaira melihat kearah Nova, "sayang...? "
"mommy ngapain diatas..? " tanya Nova dengan polos
bagi mereka sudah biasa memanjat pohon dinegara E, sebab mereka hampir setiap hari libur bermain di hutan..
"mommy bernyanyi sayang..! " jawab Kaira dengan heboh
"Kaira sayang..? turun nak...!! " pinta Mely setelah tersadar dari keterkejutannya.
Kaira menggeleng-geleng kepalanya, Pasha berlari ke arah pohon nya, saat dirinya hendak memanjat tiba-tiba Dylan sudah memanjat terlebih dahulu.
"Kakak hati-hati...! " teriak Nova
Mely memijit pelipisnya , "apa sebenarnya yang terjadi..? "
__ADS_1
"mommy nggak pernah seperti ini granma..!". jawab Nova mendongak melihat ke atas.
"hati-hati son .! ". teriak Pasha memegang batang pohonnya seolah menjaga supaya tidak tumbang karna Kaira dan Dylan sedang memanjat diatas.
"mommy ayo turun...! " pinta Dylan menggenggam tangan mommynya.
"tapi mommy masih mau bernyanyi..! " gumam Kaira menundukkan kepalanya dengan lesu.
Dylan menarik nafas dalam-dalam.
"ya udah..! tapi jangan lama-lama ya..? "
senyum Kaira mengembang sempurna, ia kembali bernyanyi, yang dibawah malah menganga lebar.
para pelayan sudah panik melihat nyonya muda mereka sedang diatas pohon, bukan ditengah-tengah pohon tapi di puncak tertingginya.. siapa yang tidak akan ngeri.
"mommy kenapa aneh ya..? " gumam Nova terheran-heran
Mely tersadar mengingat curhatan Ella kalau Kaira saat mengandung sikembar selalu melakukan hal ekstrim, Mely segera menyuruh pelayan terdekatnya menghubungi dokter pribadi mereka bernama Ades dan sekalian membawa dokter kandungan.
Nova sudah berlari kecil ke arah Pasha dan memeluk batang pohon melakukan hal yang sama dengan Pasha.
"nanti kamu kena debu sayang ! ayo menjauh..! ". perintah Pasha dengan lembut.
Rere dan Nisa mematung dengan wajah bodoh mereka sebab baru datang sudah disuguhkan pemandangan tak normal,
"nggak mau daddy...! Nova mau nunggu disini..! " tolak Nova bersikekeuh memeluk erat batang pohon nya.
Pasha menarik nafas pasrah lalu meminta pelayan didekatnya untuk mengambil topi dan kaca mata.
.
Nova diam aja saat Pasha memerintahkan Umay untuk memasangkan topi dan kacamata diwajah imut Nova supaya tidak kena debu.
"udah sayang.. ?" tanya Pasha masih khawatir mendongak keatas.
ada Dylan diatas memang membuatnya sedikit lega tapi tetap aja Pasha masih khawatir dengan kondisi Kaira.
2 jam lamanya mereka menunggu barulah Kaira mau turun dari pohon itu.
"sepertinya pohon ini harus ditebang..! " gumam Pasha terdengar jelas oleh Kaira
Kaira melebarkan matanya.
"aku akan membencimu jika menebang pohon itu..! "
"itu demi kebaikanmu sayang, aku terima apapun hukumanmu ". jawab Pasha bersikeras akan menebang pohon itu
Kaira mengancam Pasha dirinya akan masuk hutan mencari pohon yang lebih tinggi untuk dipanjat, Pasha tak bisa berkutik lagi dengan ancaman Kaira apalagi Mely melototkan matanya ke Pasha.
mana mau Mely, Kaira pergi dari mansion ini, apalagi ada perkiraan kalau menantunya ini tengah hamil muda.
"ayo mommy kita kekamar..! bukankah tadi mommy bilang haus..! " Dylan berkata sambil menarik tangan Kaira
Kaira menjulurkan lidahnya ke Pasha, Pasha menarik nafas dalam-dalam dengan tingkah aneh istrinya itu.
.
.
.
masih perbaikan penulisan
.
__ADS_1
.