Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
Piyama pink?


__ADS_3

Umay dan Arla mengantarkan Kaira ke perusahaan Pasha ia berjalan tenang dengan senyum ramahnya membalas sapaan hormat Kaira.


biasanya Kaira akan resah dan tak nyaman, mungkin karna udah biasa jadi tidak terlalu resah lagi.


para sekretaris penjaga ruangan Pasha hanya menundukkan kepala dengan hormat melihat Kaira, mereka tak berani berkata-kata.


"kayaknya ada yang aneh..? " gumam Kaira


"apa yang aneh nyonya..? " tanya Arla


Umay memperhatikan sekitar, apa yang aneh menurut Kaira.


"oh itu .. kayaknya mereka diam aja Arla.. nggak ada yang mengeluarkan suara..! " jawab Kaira


Arla dan Umay lega dengan perkataan Kaira yang mengatakan hal aneh itu maksudnya tak bicara, mereka mengira sedang ada bahaya yang mengincar Kaira, mereka tidak boleh lengah menjaga Kaira.


"kalau masalah itu saya tidak tau nyonya, boleh bertanya pada tuan muda saja..! " tutur Arla


"iya Nyonya bertanya pada tuan muda lebih baik..! " sambung Umay


Kaira menghela nafas lalu berjalan memasuki ruangan Pasha, Kaira mengetuknya terlebih dahulu barulah ia masuk walaupun tidak mendengar sahutan.


"suamiku.. ?" Kaira mengejutkan Pasha yang tengah memainkan ponsel entah apa yang dilihatnya.


Pasha langsung mendongakkan pandangan, karna dirinya tengah serius memainkan hpnya, ia tak mendengar ada suara ketukan dan tak sadar istrinya sudah ada didepan mata.


"sayang..? " gumam Pasha mengucek-ngucek kedua matanya.


Kaira terkekeh lalu berjalan cepat ke arah Pasha, kaira duduk di pangkuan Pasha hingga siempunya tersadar.


"kamu lihat apaan sih..? " tanya Kaira mengambil hp Pasha yang layarnya masih hidup


Kaira terkejut melihat potretnya di Mol yang tengah tertawa di ponsel Pasha.


tangan Pasha langsung melingkar di pinggang Kaira.


"aku merindukanmu sayang". Pasha langsung memeluk Kaira menyembunyikan wajahnya di ceruk leher istrinya walau tertutup pashmina.


"terus kenapa nggak menyusulku..? " tanya Kaira tersenyum mengelus-ngelus kepala Pasha.


"bukankah kamu menyuruhku bekerja..? aku nggak berani menyusulmu...! " jelas Pasha di leher Kaira


Kaira berpikir sejenak..


"dia aja sangat mematuhiku.. hahah.. aku yakin Pasha mau memakai piyama pink ku..! " sorak bahagia Kaira dalam hati


"aku memiliki hadiah untukmu..! jam berapa kamu pulang suamiku..? " tanya Kaira


"aku bisa pulang sekarang sayang, pekerjaanku sudah selesai..! " Pasha melihat tumpukan dokumennya.


"kalau begitu kita pulang.. " senyum lebar Kaira


"siap boss cantikku..! " balas Pasha mengecup sayang bibir Kaira


kaira tertawa pelan.


Pasha pulang menggenggam tangan istrinya, tangannya yang lain dimasukkan ke dalam kantong celananya.


Umay dan Arla mengekori mereka dengan pandangan yang tetap waspada melihat sekitar.


"hadiah apa yang kamu berikan sayang..? " tanya Pasha semangat

__ADS_1


Kaira menyeringai hingga Pasha mengernyitkan dahinya.


"kenapa perasaanku nggak enak..? apa hadiahmu sayang..? " tanya Pasha waspada


Kaira tak menjawab hanya melebarkan senyum manisnya dan bergelayut di lengan Pasha, Pasha makin penasaran apa yang di berikan oleh Kaira.


banyak Karyawan yang melihat kemesraan Pasha dan Kaira, mereka berbisik-bisik Kaira menjemput Pasha merupakan impian semua wanita, bisa di tatap oleh Pasha aja jiwa jomblo meronta-ronta apalagi seorang Pasha adalah suami mereka, bisa berakhir dunia wanita manapun itu karna terlalu syok bisa mati tiba-tiba terkena serangan jantung.


di Mansion..


Pasha masih waspada apa hadiah istrinya kini.


"sana mandi dulu..! " kaira mendorong tubuh kekar suaminya.


"kamu nggak lelah sayang...? " tanya Pasha melihat ke arah Kaki Kaira


Kaira menggeleng-geleng cepat kepalanya, "malah senang hari ini..! "


Pasha mengulum senyum manisnya, "aku ingin kamu selalu senang sayang..! "


Kaira tersenyum manis langsung mengalungkan tangannya di leher Pasha dan mengecup bibir Pasha, Pasha belum sempat membalasnya Kaira sudah menjauhkan bibirnya dari Pasha.


"cepat sekali...! " gerutu Pasha hendak mencium istrinya lagi tapi Kaira menutup mulut Pasha dengan tangannya.


jari telunjuk Kaira bergerak-gerak memperingati Pasha tak boleh menciumnya, Pasha membuka rahangnya dengan lebar.


"hanya kamu yang berani menolakku sayang". keluh Pasha


Kaira terkekeh tanpa bicara sepatah katapun ia mendorong Pasha hingga tiba di depan pintu kamar mandi.


"kamu nggak mandi sayang..? " tanya Pasha


"aku udah mandi!" jawab Kaira


"tadi pagi... " nyengir Kaira


Pasha menepuk jidatnya dengan gemas, "tadi pagi juga aku udah mandi sayang..! "


"aku nggak mau tau.. kamu harus mandi aku ingin mencium wangi tubuhmu..! masa iya aku mencium tubuhmu yang belum mandi sih". omel si nyonya muda


Pasha mengendus-ngendus tubuhnya terutama ketiaknya.


"nggak bau kok sayang..!" bela Pasha mengipas-ngipasi ketiaknya ke Kaira


Kaira mendengus sebal tetap saja mendorong Pasha yang didepan pintu kamar mandi masuk lebih dalam Kaira menutup pintunya..


"mandi titik nggak pakai jeda " teriak Kaira


Pasha senyam-senyum gila sendiri, ia tak habis fikir bagaimana bisa seorang Pasha begitu mematuhi wanita, seharusnya wanita di bawahnya tapi Kaira malah terbalik.


sejak dokter bilang bayi dalam perut Kaira sangat kuat membuatnya tak sabar ada berapa anaknya di perut Kaira, sebab dokter seniornya Haura bilang kemungkinan Kaira hamil anak kembar tapi belum pasti karna janin Kaira masih terlalu muda.


Kaira mendengar gemericik air, ia tersenyum bahagia langsung membongkar belanjaannya mencari Piyama tidur warna pink nya.


"aku yakin Pasha mau memakainya jika aku berlebihan sedikit..! hihihi... " gumam Kaira cekikikan


.


"sayang kenapa kamu...? " Pasha berkata tapi menggantung kata-katanya seketika saat melihat istrinya tengah memegang pakaian berwarna merah muda.


langkah kaki Pasha termundur seketika.

__ADS_1


"ini dia hadiahku..! ayo pakai.. " girang Kaira


Pasha berwajah pias..


"a.. aku nggak pernah bilang kalau aku suka warna


itu sayang..! "


Kaira mengerjab polos


"iya memang.. kan kamu tau aku suka warna pink"


Pasha menggeleng-geleng kepalanya..


"tapi aku fobia warna pink..! ". bohong Pasha


"jangan membodohiku suamiku.. Fobia itu seperti aku yang takut gelap, atau takut ketinggian, Fobia petir atau banyak hal lainnya yang bisa membuat seseorang trauma.. kamu ngapain emangnya? apa yang salah dengan warna pink..? "


Pasha tersenyum kaku saat kebohongannya terbongkar, ia melakukan kesalahan dengan membodohi istrinya, Kaira kan berpendidikan.


"tapi aku nggak suka warna itu sayang...! " keluh Pasha


"aku malah ingin melihatmu memakai piyama ini.. cepat pakai...!! atau kamu mau lihat aku kabur mencari pria yang mau pakai piyama warna ini..?


hmm...? siapa ya kira-kira.. Bastian boleh deh...! "


Seketika Pasha tersadar dan mendekati Kaira menangkup pipi Kaira dengan posesif.


"katakan sekali lagi.? " pinta Pasha dengan serius


"nggak mau kan? cepetan pakai..!! aku mau lihat suami tampanku pakai piyama warna pink kesukaanku..! kalau kamu nggak mau aku cari Ramzi aja deh, biar aku couplean sama dia..! ". kaira berlagak biasa saja hendak pergi dari kamar Pasha tapi tangannya di cekal oleh sang suami.


Kaira tersenyum sambil mengerjab-ngerjabkan matanya dengan lucu, Pasha memejamkan matanya,,


ia tak punya pilihan lain selain mengiyakan permintaan istrinya, Kaira akan menemui Ramzi dan Bastian..? membayangkannya aja udah buat Pasha gila apalagi itu benar-benar terjadi.


"baiklah.. aku akan pakai..! " gumam-gumam Pasha berharap perkataannya tak didengar


Kaira tersenyum cerah langsung memeluk suaminya dengan bahagia.


"aku punya suami tentu saja harus pakai tubuh suamiku.. iya kan suamiku..? ". tanya Kaira di pelukan Pasha


Pasha membalas pelukan istrinya..


"hemm...! "


Kaira tersenyum penuh kemenangan, ia puas bisa mengancam suaminya yang posesif, cemburuan, Kaira menggunakan kelemahan suaminya itu..


.


.


.


Nae (Aunthor) Pov :


hanya hiburan semata... haha... kita kerjain Daddy Pasha yang udah mengabaikan Kaisha dulunya...


benar kata orang roda dunia selalu berputar, terkadang diatas dan terkadang kebawah jadi jangan pernah sombong ya Daddy Pasha, ingat Karma itu ada di dunia nyata bahkan di dunia Hallu pun ada.


😂😂😂

__ADS_1


.


.


__ADS_2