
"iya Kaira...!aku percaya kamu pasti bahagia dengan tuan pasha.. di zaman sekarang nggak ada manusia yang suci dari dosa Kaira, bahkan kamu saja sudah berdosa telah memisahkan seorang ayah dari anaknya..! aku bisa merasakan kasih sayang tuan pasha pada anak-anakmu.. kenapa kamu masih menghukumnya? bukankah tuhan telah menghukumnya dengan cara tidak memiliki keturunan? apa hak mu memberi nya hukuman..? "
Kaira tersentak dengan kata-kata Ella yang benar adanya..
"tapi aku nggak ada niat menghukumnya..! ". cicit Kaira menautkan jemari-jemarinya..
"itu sebabnya Kaira, lihatlah kedua anakmu..! ". tunjuk Ella dengan ekor matanya
Kaira melihat ke arah tunjuk Ella dan tertegun melihat kedua anaknya tengah memeluk Pasha seperti bantal guling..
"mereka memang bilang benci pada sosok ayah kandungnya tapi hati mereka berkata lain.. mereka begitu karna menghormatimu! rasa rindu pada sosok ayah mereka kubur dalam-dalam supaya kamu nggak sedih..! bukankah tuan pasha udah memberimu penjelasan kenapa dia membunuh Nayna..? "
"menurutku semua wanita sama saja, siapa yang nggak akan gila dengan posisi nyonya muda Melviano Kaira..? bahkan aku juga mau tapi aku sadar diri apa yang membuatku pantas di posisi itu..? ". sambung Ella
"apa menurutmu aku pantas buat mereka? aku hanya seorang pelayan di mansion mereka mana pantas aku berada diposisi itu.. ". selah Kaira tapi dengan nada pelan
"kamu wanita istimewa Kaira.. apa kamu tidak merasakannya? hanya rahimmu yang bisa mengandung benih tuan pasha..! apa kamu belum juga mengerti? berapa banyak keluarga tuan Pasha mengeluarkan uang untuk membeli 1 induk telur setiap wanita yang ada di kota ini.. semua sudah dikawinkan hasilnya? nihil ! sementara kamu ? sekali saja tuan pasha melakukannya kamu udah hamil bahkan 2 anak sekaligus..! rahimmu idaman semua wanita Kaira..! "
pipi Kaira memerah saat Ella dengan gamblangnya mengatakan tentang hal itu,
"jangan dibahas juga..! ". kesal Kaira dengan pipi semerah tomatnya..
"aku membahasnya supaya kamu mengerti lihatlah bagaimana Nyonya besar begitu nekat memberikan barang antik turun-temurun keluarganya padamu..! jangan pisahkan Nyonya itu pada cucunya Kaira.. berhentilah bersikap keras kepala.. jika kamu memang menyayangi anakmu terima saja lamaran tuan Pasha... ! jika dia membunuhmu aku yakin sikembar lah yang akan bertindak.. kamu hanya salah faham kan? "
Kaira menghela nafas berat..
"aku memang egois...! karna rasa takutku aku tanpa sadar menyakiti banyak orang.. "
"iya... kamu egois Kaira itu karna kamu terlalu menyayangi anakmu.. semua orang pasti egois Kaira,
hanya saja pikirkan kebutuhan batin anak-anakmu.. anak-anak mudah di sakiti tapi juga mudah mendapatkan hati mereka apalagi tuan pasha nekat masuk dalam kobaran api itu..! aku sampai merinding melihat tatapannya yang benar-benar tulus saat bilang ke kamu dia akan kembali..! "
Ella teringat kata-kata pasha saat kejadian, Kaira jadi merasa bersalah.
"aku memang salah.. aku akan berubah ". lirih Kaira menatap Pasha yang tengah damai terlelap bersama anak-anaknya..
"berubahlah Kaira! aku rasa orang yang membakar rumahmu adalah orang yang iri dengan posisimu.. kamu butuh perlindungan orang berkuasa seperti tuan Pasha atau kamu mau anak-anakmu menjadi sasaran mereka..? "
Kaira melebarkan matanya dan menggeleng-geleng kepalanya..
"iya aku mengerti maksudmu..! ". lalu Kaira mengangguk mengerti maksud kata-kata Ella
Kaira mengambil selimut tebal di dekat sofa dan berjalan ke arah ranjang pasien yang luas itu.. mungkin Kaira naik diatasnya masih muat, tapi Kaira tak ada berfikiran kesitu..
Kaira menatap Pasha yang masih memakai alat bantu pernafasan, tangan Kaira tanpa sadar mengelus kepala Pasha dengan lembut..
"maafkan aku..! aku egois..! aku janji tidak akan memisahkanmu dengan anak-anakmu..! ". ucap Kaira dengan lirih.
__ADS_1
Kaira beralih ke putri kecilnya, Kaira mengecup pelipis Nova..
"putri kecilku yang imut sejagat raya kamu rindu sosok ayah sayang? ". bisik Kaira dengan penuh kasih sayang..
Nova tak menjawab malah mengeratkan pelukannya diperut Pasha..
Kaira tersenyum, ia merentangkan selimut itu dan menyelimuti mereka..
Kaira kembali ke sofa nya dan tidur bersama Ella di sofa panjang itu, tanpa sadar oleh Kaira Pasha membuka matanya dan tersenyum tipis..
Pasha mengecup 2 malaikat kecilnya lalu kembali terlelap..
.
.
pagi harinya Pasha sudah melepaskan alat bantu pernafasannya, sekarang Pasha udah bisa bernafas lega tanpa ada gangguan sesak lagi..
sementara dokter dan suster yang memeriksa pasha di suruh tak boleh bergerak atau mengeluarkan suara sebab sikembar masih terlelap di perutnya.
tentu mereka dengan hati-hati memeriksa pasha supaya tak membangunkan anak-anak itu yang sangat mirip dengan Pasha.. benar kata orang bagai pinang dibelah 3, begitulah rupa mereka..
"tuan ? kau sudah bangun? ". tanya Kaira mengucek-ngucek matanya begitu imut.
Kaira tidak menghormati Pasha karna Pasha bukan lagi atasannya.
Kaira malah tak sadar itu ia berjalan ke arah Pasha dengan muka bantalnya, Kaira memegang dahi Pasha seolah pasha tadi malam sedang demam tinggi saja..
"udah mendingan!! kenapa anakmu nggak dibangunin..? ". Kaira baru sadar sikembar belum juga bangun
Pasha tersenyum begitu tampannya saat bibir Kaira tanpa sadar mengatakan anak-anaknya.. jantung Pasha berdebar kencang melihat wajah Kaira begitu cantik bahkan 3 kali lipat cantiknya dibanding 7 tahun yang lalu..
"sayang..? bangun..!! ". Kaira membangunkan malaikat-malaikat kecilnya..
Dylan duduk tapi dengan mata terpejam Nova malah berdiri dengan mata terpejam, mereka sangat menggemaskan
"iya mommy kami udah bangun..! ". sahut sikembar dengan kompak
Pasha mengerjab-ngerjab melihat kedua anak-anaknya yang sangat lucu, para dokter dan suster menahan rasa gemas mereka melihat hal itu..
"mommy hukum nih..? ". ancam Kaira
"iya mommy..! ". sahut Dylan dan Nova tapi kembali tepar dengan mulut ternganga di perut Pasha
kaira menepuk jidatnya sendiri..
"kan mommy udah bilang jangan tidur terlalu malam..
__ADS_1
lihatlah kalian jadi bandel bangunnya..! ". omel mommy Kaira mereka seperti biasa
Dylan dan Nova malah mendengkur halus di perut Daddy nya yang sangat menenangkan mereka..
"Sayang..! ". Kaira hendak menyentuh kedua iblis kecilnya tapi Pasha memegang tangannya..
"biarkan mereka tidur sayang..! ". ucap Pasha dengan kedipan nakalnya menggoda Kaira
Kaira melebarkan matanya hingga Pasha tak kuasa menahan senyumnya..
"jangan memanjakan mereka tuan..! aku nggak mau mereka bolos sekolah! ". ancam Kaira dengan mata melotot
"tapi sekarang hari minggu nyonya.. apa ada anak yang sekolah nyonya..? ". tanya sidokter menyelah tapi dengan wajah tertunduk
"benarkah? sekarang hari minggu? ". tanya Kaira malah memicing tak percaya melihat mereka semua
"kalian bersekongkol dengan iblis besar ini kan? ". tanya Kaira menunjuk wajah tampan Pasha yang tengah tertawa pelan menatapnya.
"tidak Nyonya..! sekarang memang hari minggu ". jawab semuanya kompak
Kaira menggaruk-garuk kepalanya
"pantas aja duo iblis kecil tidak mau bangun"
dokter dan para suster hanya menganga menatap lantai, Pasha yang terhormat dikatakan Iblis dan anak-anaknya iblis kecil, apa mereka senakal iblis pikir mereka semua..
"kalau gitu aku cari sarapan diluar ya..? ". izin Kaira hendak berbalik tapi Pasha berubah serius memegang tangan Kaira
Kaira berbalik menatap bingung Pasha..
"jangan pergi sendiri.. ". perintah Pasha dengan serius
"terus bagaimana sarapannya? ". tanya Kaira
"aku udah minta papah dan mamah membawakan sarapan untuk kalian.. ". jawab Pasha
Kaira mengerjab-ngerjabkan matanya..
"baiklah..! ". pasrah Kaira
Pasha tersenyum.. "demi kebaikanmu sayang.. "
Kaira melepaskan tangannya dari pasha dan berlari memasuki kamar mandi untuk cuci muka,
.
.
__ADS_1