Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
romantis (part. 2)


__ADS_3

"cepat lepas...!! " geram Kaira


Pasha pun memejamkan matanya.. "cium keningku...! "


Kaira yang geram malah menubrukkan keningnya dengan kening Pasha,,


"akkh...!! " Pasha mengusap jidatnya yang sakit..


Kaira akhirnya bisa lepas dari pelukan Pasha,


"kenapa kamu sangat bar-bar Kaira..? aku Pasha Melviano bagaimana bisa kamu memperlakukanku seperti ini..? " gerutu Pasha


Kaira hanya mencibir..


"kapan mobilku keluar dari bengkel..? " tanya Kaira dengan malas


"hmm..! jika udah siap mereka akan mengantarkannya kemari.. emang kenapa..? " tanya Pasha duduk di sofa masih mengusap keningnya.


"lalu bagaimana caraku mengantar anak-anakku sekolah..? " kesal Kaira


Pasha terkekeh..


"suruh aja chiko yang antar..! "


"kenapa supir..? aku nggak mau kalau supir... " tolak Kaira


"lalu kamu mau aku yang antar? " tanya Pasha menggoda


Kaira menggeleng kepalanya.


"kamu hanya pembuat masalah..! "


"kenapa begitu..? " tanya Pasha malah tak terima


"apa kamu nggak berkaca? lihatlah tampangmu itu terlalu berlebihan.. " Kesal Kaira menunjuk-nunjuk wajah tampan Pasha


"baiklah kalau begitu biar granma dan granfa nya aja yang antar bagaimana? ". tawar Pasha tersenyum begitu tampannya..


"apa aku nggak merepotkan orangtua mu..? " tanya Kaira malah tak enak


Pasha menghela nafas panjang..


"lalu kamu mau apa sayang? tadi aku bilang chiko yang antar kamu nggak mau, aku yang antar kamu juga nggak ngasih terus siapa yang antar mereka kalau bukan orangtuaku sayang? "


"dan aku perlu meralat kata-katamu itu mamah dan papah pasti dengan senang hati mengantar cucu-cucu mereka sekolah itu impian mereka..! lalu kenapa kamu berkata begitu Kaira itu sama sekali tidak lucu.. "


Kaira menghela nafas panjang..


"baiklah..! "


"aku akan membelikanmu mobil baru " seru Pasha tiba-tiba


"apa katamu..? " bentak Kaira tak percaya


"kalau kamu menolak aku akan bawa kamu kabur saat ini juga ke KUA..! kita menikah sekarang mau? " ancam Pasha


Kaira tak bisa berkata-kata melihat wajah tampan Pasha yang terlihat serius..


"mobilmu itu model menengah sayang emang bagus tapi aku ingin memberimu sesuatu yang istimewa anggap saja pemberianku hadiah dari fans beratmu..! "

__ADS_1


Kaira mengerutkan keningnya tak mengerti maksud Pasha..


"aku ingin memberimu sesuatu Kaira " jelas Pasha lagi mengusap kepala Kaira dengan gemas


"kenapa kamu sangat berlebihan padaku..? " tanya Kaira penasaran


"karna kamu wanita istimewa yang aku cari selama ini Kaira, wanita istimewa harus diperlakukan dengan istimewa juga ". jawab Pasha mengelus pipi Kaira


Kaira dan Pasha bersitatap mata, Pasha memperhatikan setiap inci wajah Kaira terutama di bibirnya..


Kaira yang sadar dengan tatapan Pasha segera melarikan diri dari kamar Pasha hingga lupa memakai cadarnya..


Pasha menghela nafas pasrah lalu tertawa mengingat wajah panik Kaira yang melarikan diri darinya..


"kamu terlalu berbahaya Kaira..! ". gerutu Pasha berjalan cepat ke kamar mandinya..


saat Kaira tiba di kamar Nova ternyata tidak ada anaknya dikamar..


"Nova..? sayang? " panggil Kaira


"maaf Nyonya.. nona kecil dan tuan kecil sudah di meja makan..! ". jawab salah satu pelayan yang baru aja mau membereskan kasur Nova tapi kamar nona kecilnya itu bersih tak berantakan seperti anak orang kaya pada umumnya..


"oh ya..? bagaimana bisa mereka bangun cepat..? ". tanya Kaira kebingungan


"Nyonya besar dan tuan besar membangunkan nona kecil dan tuan kecil, Nyonya.. !". jawab pelayan sopan


Kaira mengangguk lalu mengucapkan terimakasih dan pergi dari kamar Nova..


"kamar nona kecil dan tuan kecil bersih sekali..


nggak ada baju kotor berserakan dan tempat tidurnya juga udah rapi.". gumam pelayan itu tidak tau mau mengerjakan apa lagi..


.


.


"mommy..? " sikembar langsung beralih ke mommy mereka..


Nova dan Dylan mendekati Kaira, Nova memeluk manja mommynya, dan Dylan melakukan kebiasaannya mencium kening mommynya..


"kiss morning mom...! ". ucap Dylan seperti biasa


"maaf Nyonya anak saya merepotkan !". ucap Kaira dengan canggung


"sampai kapan kamu bicara begitu sayang?


lagian Sikembar cucu kami dan hal tadi merupakan impian mamah.. ". keluh Nyonya Mely tak tau lagi bagaimana cara membujuk Kaira kalau dirinya bukan orang asing bagi Kaira..


"ayo Mommy...! " ajak Nova dan Dylan kompak


"kenapa rambutmu begini sayang..? " tanya Kaira melihat rambut dylan


"apa kamu keberatan Kaira..? Papah yang melakukannya..! " Matt berkata dengan nada pelan


Rani dan Ella saling pandang saja..


Kaira mengerjabkan matanya.. "kamu suka sayang? "


"iya Mommy.. Dylan jadi sangat tampan kayak daddy ". jawab Dylan

__ADS_1


Kaira tersenyum..


"hai son..? sayang..? " sapa Pasha tiba-tiba datang dengan penampilan santainya..


"daddy nggak kerja..? " tanya Nova


semua orang menatap Pasha dengan heran,,


"belum sayang.. daddy akan kerjakan tugas kalian di ruangan Daddy " bisik Pasha


"daddy punya ruangan rahasia..? " tanya Dylan dan Nova kompak


Pasha mengangguk..


"kami mau masuk juga. " ujar Nova antusias


Pasha melihat Nova dan Dylan dengan senyum kikuknya, bagaimana bisa Pasha membiarkan anaknya yang masih berumur 7 tahun masuk ke ruangan khususnya dimana banyak senjata api tersimpan rapi..


berbagai ancaman Sikembar akhirnya Pasha pasrah mengiyakan, Kaira hanya memperhatikan gelagat mereka tanpa ikut campur, sebenarnya Kaira senang melihat anak-anaknya terlihat bahagia saat ini..


"itu karna keluarga ini Kaira.! " bisik Ella yang sedari tadi ada disamping Kaira


Kaira tersenyum ke arah mereka..


.


.


Ella dan Rani sudah berangkat bekerja ke perusahaan cabang terbesar setelah perusahaan pusat, mereka akan bekerja sama menjayakan perusahaan itu yang banyak tangan jahil (maksudnya tukang ambil uang kas perusahaan) .


memang sudah lama hal itu terjadi karna terlalu banyak cabang perusahaan Matt Group, perusahaan pusat tak sempat memberantasnya sedangkan Pasha main bunuh aja kalau ada penghianat di perusahaannya..


berbeda dengan Rani malah suka menjebloskannya kepenjara, membuatnya jatuh bangkrut, harta di sita ,,


cara Rani memang lebih sadis dari Pasha yang suka main bunuh aja, karna menurut Pasha uang yang diambil mereka tidak terlalu berharga, Pasha hanya benci penghianat aja..


"kenapa anak-anakku nggak pakai menutup wajah..?? " tanya Kaira dengan kesal ke Pasha


"nggak apa mommy..! kami selalu aja diejek dengan penampilan tertutup kami..! ingin rasanya Nova mencabik-cabik mulut mereka..!"


"iya mommy.. masa mereka bilang mommy juga jelek hingga tak ada laki-laki yang mau sama mommy yang dicampakkan oleh daddy gitu kata mereka...!! " sambung Dylan juga


"beritau siapa yang bilang begitu biar daddy buat mereka jatuh bangkrut.. ". geram Pasha


"enak aja menantu granfa di katain begitu, ayo sayang kita ke sekolahmu biar Granfa kasih pelajaran mereka..! "


"ayo Pah.. Mamah juga penasaran anak siapa itu..! "


Kaira ingin bicara tapi Pasha menutup mulut Kaira hingga Kaira memukul-mukul lengan Pasha


"aku tidak suka wanitaku di ejek sayang biarkan papa dan mama yang membereskan masalah itu.. ". bisik Pasha


Kaira memukul-mukul lengan Pasha saat mobil Melviano pergi, barulah Pasha melepaskannya..


"kenapa membekapku..? hissss aku lupa menggigitmu tadi "


Pasha tertawa lepas lalu dengan senang hati memberikan tangannya ke Kaira, Kaira mendengus kesal dan masuk saja ke mansion dengan bibir mengomel tak ada habisnya hingga Pasha gemas sendiri mendengar omelan ibu rumah tangga nan cantik itu..


.

__ADS_1


.


__ADS_2