
"daddy...? " Nova dan Dylan melambai-lambai di tempat mainannya.
Pasha menggendong Kaira dan membawanya ke tempat permainan sikembar..
Kaira hanya memekik dan menatap lemas ke arah Mely yang menertawainya Arla dan Umay menjaga Mely sebab Kaira sudah ada Pasha.
"waah... tuan muda pasha sangat mencintai istrinya ya...? "
Mely beralih ke teman-temannya..
"1 minggu lagi kami akan merayakan resepsi pernikahan anak dan menantuku sekaligus mengumumkan pada rekan-rekan kerja MattGroup cucu-cucu kami calon penerus perusahaan dan apapun yang bersangkutan dengan MattGroup nantinya".
"waah... hebat...!"
"kami diundang kan Jeng..? "
"tentu saja". jawab Mely dengan senyum lebarnya.
Mely dan teman-temannya bercerita bersama-sama mengabaikan Kaira dan Pasha yang sudah masuk ke area permainan anak-anak.
"Pasha...!! kita udah besar ngapain main kemari?". geram Kaira memukul dada bidang Pasha.
Pasha memeluk Kaira hingga mereka berdua tenggelam dalam banyaknya bola pengawal yang ada sekitar situ menahan tawa sekuat tenaga.
Nova ikutan melempari Pasha bola begitu juga Dylan.
"daddy...! mau mati ditangan kecil kami..? " jerit Dylan dengan senyum tipisnya.
Nova tertawa lebar melempari Pasha dengan Bola,
Kaira yang kesal mengejar Pasha di tengah banyaknya bola betapa senangnya Pasha merasakan kebahagiaan itu, bukannya marah di hajar oleh Kaira dan anak kembarnya malah tergelak keras.
2 jam lamanya mereka bermain di situ barulah Pasha dan Kaira keluar dari kolam permainan itu,
"kamu nggak apa-apa sayang...? " tanya Pasha mengelus kepala Kaira
Kaira mengangguk dengan nafas terengah-engah..
"kenapa kamu mengatakan hal tadi sayang..? " tanya Pasha meraih tangan Kaira
Kaira menaikkan alisnya sebelah.
Sikembar makan bersama Mely dan teman-teman arisannya sejak ada sikembar Mely dan teman-temannya selalu tertawa dengan tingkah bocah pintar namun juga polos saat makan terlihat menggemaskan.
"kamu belum jawab aku Pasha.. ada apa? kenapa kamu datang kemari dengan pakaian formal mu? ". tanya Kaira merapikan dasi Pasha yang sudah tak terbentuk lagi..
"aku tidak mungkin bilang ke Kaira aku tau kejadian tadi.. yang ada Arla nanti nggak berpihak padaku! ". batin Pasha tak jadi mengatakan apa yang ingin dia tanya.
Pasha menatap penuh cinta Kaira yang sangat perhatian..
"aku hanya merindukanmu sayang". jawab Pasha mengelus pipi Kaira.
"gombal". dengkus Kaira mendorong dada bidang Pasha hingga siempunya tertawa.
selesai bermain, dan makan bersama mereka semua mencari baju pengantin untuk foto prawedding Pasha dan Kaira nantinya.
__ADS_1
Nova dan Dylan juga mencari baju formal dan gaun indah untuk hari istimewa orangtua nya nanti.
"mommy mau hadiah apa..? " tanya Dylan dengan serius padahal terlihat imut.
Kaira mengelus pipi Dylan..
"mommy hanya mau kalian jadi anak yang baik dan tidak akan melukai hati mommy sayang!"
Dylan tersenyum lalu mengecup punggung tangan Kaira, "itu pasti mommy tapi dylan tanya permintaan lain".
"Nova punya hadiah nanti buat mommy". semangat '45 Nova
Kaira menggeleng kepalanya, tangan Kaira terentang minta pelukan malaikat-malaikat kecilnya.
Dylan dan Nova langsung memeluk Kaira..
"kalian selalu sehat-sehat aja itu adalah hadiah terbesar untuk mommy sayang".
"nggak mau..! pokoknya Mommy harus terima hadiah kami nantinya". rajuk Nova lalu menceloteh panjang
Kaira tertawa cekikikan mendengar gerutuan putri kecilnya yang satu itu
"foto praweddingnya hari ini juga Mah? ". tanya Kaira menoleh ke Mely yang tersenyum di samping anak-anaknya..
"kami ke ruangan ganti daddy mommy". izin Nova dengan antusias.
Kaira mengangguk lalu menatap Riska dan Katrina yang sudah tau jawabannya mengikuti sikembar.
"iya sayang, Pasha sudah menyiapkannya jauh sebelum liburan sepertinya dia memang sangat ingin merayakan resepsi pernikahan kalian".
"tapi kami udah menikah mah, kenapa harus ada foto prawedding mah?". tanya Kaira tak nyaman
alhasil Kaira didandani dengan baju pengantin kekinian hanya sekedar foto prawedding saja.
Kaira tersenyum canggung dan gugup saat keluar dari ruang make upnya.
Pasha terperangah melihat Kaira yang terlihat sangat anggun dan berwibawa.
"aku lupa Kaira putri dari ratu Arabela". batin Pasha merutuki diri.
Nova dan Dylan memakai baju putih yang sama dengan mereka, supaya bisa foto keluarga berdua atas permintaan Pasha supaya ada foto keluarga kecilnya di kamar atau di apartemen nya.
"mommy cantik sekali kayak bidadari". celoteh heboh Nova mendekat ke Kaira yang jadi makin tinggi karna Heels nya..
Kaira mengelus kepala Nova lalu melambai ke Dylan..
"mommy sudah pasti cantik lihatlah wajah kalian yang sangat mirip dengan mommy". kata Kaira percaya diri.
semua yang ada disana tak tahan menutupi tawa mereka Kaira memberengut ke arah pengawal dan semua yang menertawainya, Mely juga sekuat tenaga menahan tawanya.
siapapun tau kalau Nova dan Dylan duplikat nya Pasha yang artinya mirip dengan Pasha mana ada miripnya dengan Kaira
"suamiku tuan muda Pasha..! mereka mirip denganku kan? " tanya Kaira meminta jawaban dari suaminya itu.
Pasha mengulum senyum manisnya dan mengangguk-ngangguk sebagai jawaban senyum Kaira makin lebar, ia kembali memeluk kedua buah hatinya.
__ADS_1
"kalian mirip mommy kan..? " tanya Kaira ke Dylan dan Nova
"iya mommy". jawab Dylan
"iya mommy bulu mata kami mirip mommy dan kemandirian kami juga mengikuti jejak mommy jangan melihat wajah kami ya mommy". jelas Nova mencicit pelan.
Kaira tersenyum ia malah tidak marah tapi bahagia mendengar perkataan Nova.
Pasha dan Mely mengakui hal itu wajah dan sikap bisa meniru Pasha tapi kedua anak Pasha masih memiliki sifat Kaira yang lembut dan ceria terutama Nova.
.
.
Foto prawedding di lakukan,Dylan dan Nova foto di studio lain dengan gaya cool, arogan dan Nova seperti seorang putri.
Mely melihat ke arah cucu dan anaknya.
"bagus tuan kecil... peluk nona kecil dari belakang tuan kecil". aba-aba sang fotografer dengan semangat.
baru kali ini dirinya begitu suka dengan pekerjaan barunya memotret seorang anak kecil yang sangat hebat dalam berpose.
Dylan menunjukkan ibu jarinya, segala foto candit pun di dapatkan sang fotografer tapi ia sangat puas dengan hasilnya.
"Gila anak-anak tuan muda Pasha bisa jadi model cilik yang berpenghasilan besar, tatapan mata mereka benar-benar membuatku merinding". batin fotografer melihat hasil pemotretan bocah kembar itu.
Kaira dan Pasha juga begitu sibuk dengan segala pose, Pasha mengambil kesempatan mencium pipi Kaira, memeluk dari belakang, mencium kening Kaira.
Kaira terpaksa membiarkannya apalagi sang fotografer mendukung apa yang Pasha lakukan,
"kamu mencari kesempatan dalam kesempitan Pasha? ". tanya Kaira dengan mendesis disela-sela giginya yang merapat.
Pasha tersenyum licik.
"tentu saja sayang..! mengambil kesempatan didalam kesempitan sangatlah bagus apalagi sangat menguntungkanku".
Kaira mendengus kesal tapi bibirnya masih tersenyum ke arah Kamera.
"yah.. kamu nya yang enak aku yang rugi". desis Kaira lagi..
Pasha tertawa hal itu tertangkap kamera fotografer hingga pemotret handal itu menggeleng-geleng kepala melihat hasilnya Pasha benar-benar berpengalaman dan hasilnya sangat natural tanpa dibuat-buat.
"bolehkah saya memosting foto tuan dan nyonya nanti nya tuan muda ? saya ingin mempromosikan hasil pekerjaan saya".
"artinya kau akan menjual wajah kami?". tanya Pasha dengan dingin
namun Pasha ternganga saat Kaira malah bernegoisasi pada Fotografer itu untuk membagi hasilnya tentu sang pemilik baju pengantin ikut andil karna mengenalkan baju pengantin yang dipakai Kaira saat foto prawedding.
"Sayang?". Pasha memijit pelipisnya yang terasa berdenyut.
ia tak menyangka Kaira akan bertingkah seperti ini, padahal Pasha memberi nya Blackcard tapi Kaira tak memperdulikan benda berharga itu malah dihamburkan untuk membantu anak yatim piatu, beasiswa anak kurang mampu namun berprestasi di SD, SMP dan SMA, beasiswa anak yatim piatu dimasa kuliah.
istrinya aneh, unik, menarik, semua paket komplit ada pada diri istrinya Pasha tidak tau harus bangga atau malu dengan tingkah istrinya itu.
"anak sama mommy sama aja". geleng-geleng kepala Pasha masih memijit pelipisnya sendiri.
__ADS_1
.
.