
Kaira dan Pasha keluar dari puskesmas setelah menebus Obat.
"bagaimana keadaanmu sayang? apa udah mendingan? ". tanya Kaira dengan lembut
Pasha tersenyum dan mengangguk-ngangguk sebagai jawaban.
"lain kali lebih hati-hati hubby tanganmu udah terluka jangan makin di perparah". omel Kaira dengan galak
"iya sayangku !". jawab Pasha mendekati Kaira hingga jarak mereka bersitatap makin dekat.
Kaira awalnya terhipnotis namun segera ia menggeleng kepalanya.
"jangan melakukannya di depan umum sayang kita bukan aktor ataupun artis". gerutu Kaira
Pasha terkekeh..
"panggilanmu ke aku sering berubah-ubah padaku ya sayang? ".goda Pasha
"iya asalkan aku senang". jawab Kaira enteng
Pasha tergelak, "lalu kita kemana sayang? "
"kita makan". jawab Kaira cepat
Pasha mengangguk pelan, ia lapar dan kebetulan Kaira minta makan juga alhasil mereka pergi ke tempat itu hanya untuk makan tidak jadi bertemu dengan ibu tua itu.
.
sementara Savira menghubungi seseorang.
"APA..?? dia nggak datang?? ". pekik Savira dengan kaget.
"maaf nyonya memang nggak ada siapa-siapa di yang datang kerumah kumuh ini". jawab ibu dari ujung telfon.
"aku melihat sendiri banyak postingan orang dengan keromantisan mereka ke tempat kamu jadi dia benar-benar nggak datang?? ". geram Savira
balas dendamnya tinggal sedikit lagi akan terpenuhi, sekarang malah gagal.
"jika dia datang lagi ke tempatmu langsung buat dia minum obat itu..! aku membelinya nggak murah jadi jangan buat fungsi obat itu tak berguna". desis Savira dengan tangan terkepal
"baik nyonya"
Savira mematikan panggilan hp nya dan melempar hp itu ke kasurnya.
"Aaaaaah.....kenapa gagal...?? ". jerit Savira dengan marah.
Savira yakin Kaira akan datang tapi kenyataannya benar-benar tak bisa di percaya.
"apa tuan Pasha mengetahui rencanaku?? nggak.. nggak. nggak mungkin dia tau hidupnya terlalu bahagia untuk mengetahui rencanaku.. aku nggak boleh menyerah.. iya..nggak boleh jika babu itu datang ke tempat itu sudah pasti rencana ku berhasil setelah meminum obat itu dia akan membenci tuan pasha sampai ke ubun-ubun tanpa sebab".
"ahahahahahaha...!! apa perlu aku buat babu itu mencintai pria lain biar tuan terhormat itu makin menderita aku lihat dia terlihat sangat menggilai babu itu".
dengan penuh dendam Savira berkata-kata sendiri bahkan tertawa sendiri.
rasa takutnya melawan Pasha hilang entah kemana? dulu ia memang menyukai Pasha tapi setelah dijebak, sejak saat itu hanya ada dendam di hatinya sampai bertahun-tahun lamanya dendamnya makin besar.
Savira akan membuat Kaira dan Pasha berpisah, jika tak bisa memisahkan mereka maka lebih baik membuat Kaira membenci Pasha maka semua dendamnya akan terlampiaskan melihat penderitaan Pasha.
.
.
__ADS_1
di rumah makan sederhana.
"kita kemana lagi sayang?? ". tanya Pasha
"kita pulang aja.. ingat apa kata dokter tadi? istirahat yang cukup biar cepat sembuh bukan makin diperparah". jawab Kaira
"minum obatnya cepat.!". titah Kaira
Pasha meminumnya sambil menatap wajah Kaira, sesekali Pasha mengelus pipi Kaira dengan tangannya yang terbalut perban.
"ayo kita pulang". ajak Kaira tersenyum tipis namun terlihat manis di mata Pasha
dibalas anggukan Pasha,
"baguslah Kaira nggak minta kembali ke gang sempit itu..! aku harus menyuruh seseorang mencari tau siapa wanita itu ". batin Pasha dengan lega
seorang Pasha tak pernah percaya orang asing yang tak dikenal dalam bentuk penyamaran apapun baginya hal itu malah makin dicurigai olehnya.
.
.
Kaira yang menyetir sampai ke mansionnya, sedangkan Pasha terus saja menatap wajah istrinya sampai puas.
"kenapa sih? ". tanya Kaira dengan risih
Pasha mengulurkan tangannya dan Kaira meliriknya sekilas sambil menghela nafas, Kaira menyambut tangan Pasha.
Pasha tersenyum puas memainkan jemari cantik Kaira seperti anak kecil saja, Kaira hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala ia kembali fokus dengan jalan yang di laluinya.
sesampainya di mansion, Kaira sedikit berlari ke ruang tamu mendengar tangisan bayi.
"mamah? ". Kaira memanggil mertua nya
Kaira berlari ke arah Mely.
"Kaisha dan Keyzo tumben rewel siang hari nak mungkin dia tau kalau mereka berdua ditinggal oleh kakak-kakaknya dan orangtuanya! ". kekeh Matt yang menggendong Kaisha
Kaisha menggendong Keyzo,
"maaf ya sayang..! mommy kira kamu akan tertidur seperti pangeran tidur seperti biasa". gemas Kaira meradu hidungnya dengan hidung Keyzo.
Pasha menggendong Kaisha dan menciumi wajah Kaisha, menyanyikan lagu menuntut sempurna kesukaan Kaisha.
"maaf ya mah.. pah.. Kami merepotkan kalian".ucap Kaira merasa bersalah
Mely dan Matt saling pandang lalu tertawa cekikikan.
"kami senang melakukannya nak.. lagian kami yang melarangmu membawa mereka". jelas Matt
Kaira tersenyum membalasnya sambil menimang-nimang Keyzo.
Mely tertawa mendengar gelak tawa menggemaskan Kaisha,
"ternyata suka lagu itu ya sayang? ". goda Mely mengusap kepala Kaisha dengan penuh kasih sayang
"suara mu mahal son!". ledek Matt
"diam pah..! ". kesal Pasha membuat Matt tergelak sambil mengusap kepala Keyzo yang tampak senang di gendongan Kaira
"baru beberapa detik yang lalu mereka menangis sekarang berubah riang ya? ". kekeh Mely menatap cucu kembarnya bergantian.
__ADS_1
"Kaira izin kekamar buat ngasih asi Keyzo ya mah ..pah!". izin Kaira
kedua orangtua Pasha mengangguk mengerti,
"Asi nya di dodot bayi itu habis mereka sangat kuat nyusu ya..?? ". ujar Mely mengerti betapa kuat nya kedua cucunya minum asi
.
.
Kaira dan Pasha membawa sikembar ke kamar baby kembar dan langsung membuka resleting baju depannya.
"lapar ya sayang?? ". Kaira berkata menatap buah hatinya Keyzo
Keyzo terlihat begitu tak sabar sambil menggapai wajah mommynya seperti mendesak mommy nya untuk cepat menyusuinya, Keyzo langsung menyambar put**g Kaira yang langsung mencium kening Keyzo dengan sayang.
"putri daddy sabar ya? tunggu kak Keyzo nya bobok ya?". Pasha berkata sambil menimang-nimang tubuh mungil Kaisha..
.
.
.
akhirnya kedua malaikat kecil Pasha dan Kaira telah terlelap di box bayi.
Pasha merangkul mesra pinggang Kaira, mereka menatap Kaisha dan Keyzo yang tertidur pulas.
"ayo kita mandi sayang". ajak Pasha
Kaira melebarkan matanya lalu menatap Pasha yang menyeringai licik.
"ada apa lagi? ". bisik Kaira
"kamu menggodaku tadi". jawab Pasha melirik dad* Kaira..
Kaira membulatkan matanya langsung menyilang dadanya.
"aku menyusu* anak mu bukan menggodamu". bisik Kaira dengan kesal
Pasha tak peduli terus saja membawa istrinya keluar dari kamar baby kembar lalu masuk kekamar mereka.
"mandi aja duluan". usir Kaira
bukan Pasha namanya jika tak bisa memenuhi keinginannya, ia begitu mudah menggendong Kaira dan membawanya ke kamar mandi Kaira melototinya dan mengomel pun tak dipedulikan olehnya.
.
.
Pasha ada di ruangannya dan mencari tau cctv di tempat dimana Kaira, Nova dan Dylan serta kedua pengawal wanita Kaira pergi, Pasha memutar ulang rekaman CCTV dimana seorang ibu-ibu berpakaian compang-camping meminta uang ke wanita berpakaian sexy tapi di tampar dan di dorong oleh wanita itu.
"jeda nya cukup lama.. apa yang dikatakannya sampai wanita ini langsung menampar dan mendorong wanita ini? dia nggak mungkin mau bertindak bodoh didepan umumkan? apa mereka bersekongkol? ". gumam Pasha pelan
Pasha memperhatikan saat rekaman itu di ulang berkali-kali olehnya.
"ck.. bahkan bajunya terlihat sengaja di rusak". decak Pasha dengan sinis.
Pasha langsung tau kalau wanita itu hanya berakting supaya dapat perhatian Kaira.
.
__ADS_1
.
.