Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
Redhouse


__ADS_3

Ke 9 Pria RedHouse kewalahan menghadapi Pasha dan kedua anak kembarnya, Nova begitu mudah mematahkan tulang rusuk pria berbadan 3 kali lipat besarnya dibanding tubuh Nova sendiri.


Kaira tak mau diam, ia menendang bagian bawah pria yang memunggunginya.


"aakkh....!! " pekik pria itu mengapitkan kedua pahanya.


Kaira menendang bokong pria itu hingga tersungkur dengan rasa sakit yang luar biasa..


"lumayan juga ilmu beladiriku karna tinggal di negara E...! " gumam Kaira memuji diri sendiri.


Nova dan Dylan melihat redhouse tak menggunakan senjata tajam tapi menggunakan kekuatan jadi sebagai solidaritas ilmu beladiri mereka juga akan melakukan hal yang sama tak menggunakan senjata.


"gila.. anak ini kuat sekali...! ". ngeri salah satu dari mereka memegang tulang rusuknya yang terasa remuk.


mana ada orang yang kuat melakukan perlawanan kalau tulang rusuknya udah remuk, itulah cara ampuh sikembar menjatuhkan lawannya di negara E dan sekarang masih melakukan hal yang sama.


"pergi....! " usir Dylan dengan tatapan membunuhnya tak seperti anak seumurannya


Nova menginjak tangan pria yang ada didekatnya.


"aakhh... sakit... sakit....!! " jerit pria itu begitu kesakitan bisa di tebak tangannya mungkin patah.


"berani sekali kalian mencari masalah dengan kami jangan pernah mendekati Keluarga Melviano..!


tidak tau sama siapa kalian bekerja, jangan pernah mau menyinggung kami.. gunakan otak kalian kalau mencari lawan...!! " kata pedas Dylan


makin gemetar ketakutan saja mereka semua bagaimana bisa seorang anak seperti Dylan memiliki sifat menakutkan seperti wujud iblis nan imut...


"badan aja yang besar...! otak nggak dipakai cuma buat pajangan aja mungkin". ketus Nova dengan ekspresi menggemaskannya berkacak pinggang.


"siapa yang menyuruh kalian..? " tanya Pasha dengan tajam tak kalah menakutkan seperti Dylan hanya wujud dewasa.


"kami tidak tau! ". jawab mereka serentak bersikekeuh tak mau memberi tau siapa yang menyuruh mereka.


Kaira hendak mendekati mereka tapi Pasha sudah merangkul pinggang Kaira, Kaira menoleh ke Pasha.


"mereka menginginkan aku kan? aku harus tau siapa yang menyuruh mereka". memelas Kaira memegang lengan Pasha.


Pasha menggeleng-geleng kepalanya.


"apa anda nona Askaira..? " tanya salah satu dari anggota Redhouse menatap Kaira dengan seksama.


Pasha melindungi Kaira dengan menyembunyikan Kaira di balik punggungnya, Kaira menyembulkan kepalanya dilengan Pasha sebab Pasha merangkul pinggangnya ke belakang.


"untuk apa kalian mencari mommy ku..? " tanya Dylan dengan wajah datarnya melangkahkan kaki kecilnya ke pria itu.


"ka.. kami hanya disuruh membawa nona Askaira tak berniat buruk sama sekali". jawab pria itu gemetar ketakutan.


percuma aja badan besar tapi melihat Nova dan Dylan membuat semua anggota redhouse ngeri, bagaimana bisa bocah kecil menjatuhkan mereka yang sangat berpengalaman di bidang ini, lalu bayaran mereka terbuang sia-sia.


"ayo kita kembali sudah mau gelap..! " lerai Mely melihat cuaca seperti mau hujan.

__ADS_1


Pasha menggendong Nova dan menarik tangan Dylan..


"tarik tangan mommy mu son...! ". pinta Pasha


Dylan tentu menarik tangan mommynya.


"singkirkan mobil busuk kalian itu...! " teriak Nova dengan tatapan tajamnya di gendongan Pasha.


salah satu dari mereka segera berlari sekuat tenaga ke arah mobilnya, walaupun tulang rusuknya terasa remuk tapi mendengar perintah Nova siapa yang berani melawan diantara mereka.


"katakan pada tuan kalian datang padaku dengan baik-baik...!" wajah datar Kaira menoleh ke mereka semua.


"ba.. baik nona". jawab mereka


mobil Melviano sudah pergi dari lokasi,


"ya Tuhan,,kenapa anak kecil itu sangat hebat..? "


"aku merasa akan lumpuh jika tak perawatan..! cepat kita ke rumah sakit...! "


"akhh... gila.. aku baru merasakan yang nama nya kekalahan dan nggak menyangka yang mengalahkanku anak kecil...! "


"tadi kau nggak dengar anak-anak kecil itu memanggil Mommy dan daddy pada tuan Pasha dan nona Askaira.. !"


"kekuatan anak-anak itu tidak wajar...! "


"mereka akan jadi penguasa di usia dewasa nya..! "


"kau fikir aku mau..? ayo kita kembali ke Ms.Ar.."


"bodoh.. kau saja.. tulang rusukku begini masih bisa mikirin pekerjaan kau brengs*k...!"


mereka masih sempat cekcok mulut walau babak belur, dan yang tak sadarkan diri hanya disiram air sebab mereka nggak kuat buat menggendong.


sungguh harga diri mereka sebagai pengawal terbaik di Redhouse tercoreng karna 2 anak kecil..


.


.


"mommy..? mommy nggak apa-apa kan..? ". tanya Dylan begitu perhatian


Pasha mengelus kepala Dylan yang sangat lembut pada mommynya, Nova di pangkuan Matt dan disampingnya Mely mengelus kepala Nova.


"nggak apa sayang... mommy cuma penasaran siapa yang berani mendekati kita walaupun tau kita bagian dari Melviano". jawab Kaira dengan jujur.


percuma berbohong anaknya ini sangat tau apapun yang Kaira tutupi.


"kalau redhouse pasti orang itu cukup berkuasa mommy Dylan dan Nova akan cari tau siapa dalangnya..! " kata Dylan dengan bijak


"iya mommy... Nova akan cari tau pelakunya sekarang...! ayo kakak...! ". Nova langsung turun dari pangkuan Matt dan mengulurkan tangannya ke Dylan..

__ADS_1


Dylan mengangguk dan menyambut tangan adiknya itu..


"mommy mengerti...! tapi ingat jangan sampai lembur ya..? kalian harus sekolah besok.. mommy akan minta pengawal mommy menjaga kalian.. !"


"baik mommy". jawab sikembar serentak langsung izin pada orang-orang terkasihnya dengan cara mencium punggung tangan Kaira, nova mengecup pipi Pasha, Mely dan Matt dapat kecupan manis dari sikembar dan dylan yang malu segera melarikan diri disusul adiknya..


Mely dan Matt tertawa gemas melihat kelakuan kedua cucunya itu, lalu wajah mereka berubah serius saat sikembar udah tidak ada..


"apa yang akan kamu lakukan Pasha..? " tanya Matt


"Pasha juga akan cari tau Pah..!" jawab Pasha dengan serius


Kaira hanya diam di tengah pembicaraan mereka, hati Kaira terasa menghangat dengan semua perlakuan keluarga barunya.


"begini rasanya di lindungi...? kenapa aku malah ingin menangis..? " batin Kaira menatap sendu mereka semua..


pembicaraan mereka sangat serius hingga Kaira menguap lebar di sofa itu..


"kamu mengantuk sayang...? " tanya Pasha mengelus kepala Kaira


Kaira mengangguk dengan mata yang sudah berair..


Pasha menepuk pahanya, Mely tersenyum lembut melihat perlakuan Pasha pada Kaira.


Kaira dengan patuh merebahkan kepalanya di paha Pasha, lalu Pasha melepaskan jas kerjanya menyelimuti tubuh istrinya itu.


"tidurlah sayang.. hari ini cukup melelahkan..! aku akan minta hadiahku lain kali aja". bisik Pasha mengecup tangan Kaira


Kaira mengangguk tanpa membantah, hari ini memang cukup melelahkan bagi Kaira.


"bagaimana Pasha..? " tanya Matt serius..


"Pasha akan antar Kaira Pah.. nanti Pasha akan kembali". selah Pasha dengan serius.


Mely mengerutkan keningnya melihat wajah serius dan tatapannya berbeda dilihat Mely, Pasha seperti mengetahui siapa dalang dibalik masalah mereka tadinya..


"baiklah...! " jawab Matt


Pasha mengantarkan istrinya ke kamar dan menyelimutinya


"aku akan mempertahankan mu sayang...! ". gumam Pasha mengecup kening Kaira lalu meninggalkan Kaira.


selama ini Pasha suka gelap tapi semenjak Kaira takut gelap ia mengalah demi sang istri apalagi Kaira trauma karna dirinya.


sekarang hanya ada wajah dingin tak terbaca saat Pasha berjalan ke arah Lift, tak ada kehangatan biasanya saat bersama keluarga kecilnya itu baginya tak akan terulang lagi kejadian yang akan membuat Pasha menyesal seumur hidup..


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2