Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
minta pulang


__ADS_3

Kaira tengah tersenyum bahagia melihat betapa lahapnya Keyzo dan Kaisha menyedot put*ng nya, bukan hal yang sulit lagi baginya memberi asi pada anak kembarnya.


"kakak ipar punya saudara kembar? ". tanya Rani penasaran


"kenapa kamu berpikir begitu Rani? ". tanya balik Kaira


"Soalnya di keluarga kami nggak ada keturunan anak kembar kak". jawab Rani


"benarkah? tapi bunda pernah bilang memiliki keturunan anak kembar, saudara Bunda itu bibi Anabela tapi udah nggak ada.!". jawab Kaira menimang-nimang kedua anak nya


"ohh.. pantas aja..! Rani pengen punya anak kembar juga.. hihi.. ". cengir Rani


Kaira mendengus


"kamu harus sabar menghadapi rewelnya anak bayi saat tengah malam.! "


"masa sih kak? ". polos Rani.


Kaira tertawa cekikikan..


"saat kami tiba di mansion bersiaplah menghadapi kedua iblis kecil baru Melviano..! "


Rani langsung berbinar antusias..


"aku pengen melihat mereka tumbuh besar dan merepotkan satu mansion kita kakak ipar..! pasti menggemaskan sekali.. "


"kakak pegang kata-katamu Rani, awas aja suatu saat kamu protes". kekeh Kaira


Rani melihat ke arah Keyzo dan Kaisha


"kakak ipar terlihat begitu berpengalaman menyusu* 2 bayi sekaligus..! ". puji Rani dengan semangat mengusap pipi Kaisha


"dulu sih cukup kesulitan tapi karna udah pernah jadi nggak sulit lagi..! ". jawab Kaira menimang kedua bayi-bayinya.


Kaira menyibakkan jilbabnya ke atas hingga terpampanglah buah dad* Kaira, Kaira merasa tidak perlu lagi canggung karna tidak ada pria di ruangannya.


"waah... besar juga ya punya kakak ipar uh.. uh.. merah-merah bekas kak Pasha ya..? ". Rani malah berbinar antusias melihat kedua dad* Kaira


muka Kaira langsung memerah, ia lupa tanda kepemilikan suaminya masih membekas di tubuhnya,


"ck.. pantas aja suster-suster tadi merah padam.. jadi karna ini, ulah suami mesumku itu". batin Kaira menghembus nafasnya kasar


Kaira melototi Rani yang tangannya makin tak bisa di kondisikan, "Rani.! ". tegur Kaira dengan malu


"ya ampun..! pasti kak Pasha buas juga ya diatas ranjang? tanda nya banyak sekali kakak ipar hahahaha... ". Rani tergelak keras

__ADS_1


Kaira segera menyudahi kegiatannya dan memberi kode pada 2 suster yang membawa bayi-bayinya tadi Kaira memberikan bayinya pada suster yang masih memerah malu menatap kedua gun*ng kemb*r Kaira yang sangat sexy belum lagi tanda cinta itu.


Kaira sudah tak tau lagi mau ditaruh dimana mukanya, segera ia menutupi bagian atas tubuhnya yang terbuka.


"aku ingin pingsan aja ! nggak.. nggak.. menghilang saja ". jerit malu Kaira dalam hati


suster membawa Keyzo dan Kaisha ke ruangan khusus bayi demi menjaga ke sterilan tubuh kedua anak kembar Pasha.


anggota the xylver menjaga ketat kedua anak Pasha sebab sudah tugas mereka,


"kakak ipar...?? gimana rasanya saat bercint* dengan kak Pasha..? pasti malu-malu ya? eeh.. nggak-nggak atau kak Pasha yang benar-benar buas? tubuh kakak ipar bagus banget tau..! ". Heboh Rani menyibak-nyibakkan kerudung sorong Kaira ke atas


Kaira berusaha menutupinya, "jangan begitu Rani.. "


"ahahaha..! kakak ipar malu ya? ". goda Rani gemas


"ya ampun.. bukan hanya Pasha yang mesum ternyata adiknya juga mesum! Ya tuhanku kenapa aku bisa ada diantara orang-orang mesum? apa salahku? kenapa aku harus merasakan yang namanya malu terus menerus? ". jerit Kaira dalam hati begitu malu


"hei.. hei. ..hei.. kakak akan mengadukanmu pada kakakmu Rani? ". ancam kaira putus asa


Rani memanyunkan bibirnya


"iya. iya.. jangan beritau kakak dong kakak ipar Rani nggak goda lagi kok, gitu aja ngambek"


Umay dan Arla kembali masuk ke ruangan Kaira, Kaira segera membekap mulut Rani supaya tidak banyak bicara,


.


.


3 hari Kaira berada di rumah sakit, Pasha selalu datang menjenguknya bahkan masih sempatnya bekerja di ruangan Inap Kaira.


"suamiku kapan aku bisa pulang? ". tanya Kaira dengan rengekan khasnya


Pasha langsung menutup laptopnya dan mendekati Kaira.


"kenapa sayang? kamu bosan di rumah sakit ini? apa pelayanan mereka nggak bagus? ". cecar Pasha mengelus tangan Kaira dengan mesra


"bukan suamiku.. aku bosan di sini terus.. !". Kaira menggeleng-geleng kepalanya dengan cepat membantah perkataan Pasha


"bisa bahaya rumah sakit ini kalau aku salah bicara Pasha menutup rumah sakit ini makin banyaklah dosaku". batin Kaira menggeleng-geleng kesal membayangkan hal itu.


"kamu benar mau kembali sayang? emang udah mendingan? ". Pasha mengusap perut Kaira hendak turun ke bagian bawah Kaira tapi di tahan oleh tangan Kaira sendiri.


Pasha mengerutkan keningnya heran kenapa Kaira menahan tangannya.

__ADS_1


kaira melirik Arla dan Katrina di sofa, pasha akhirnya mengerti hingga dirinya tersenyum begitu gemas tingkah malu Kaira


"aku udah baikan suamiku hanya saja apa kata dokter kita nggak boleh berhubungan bad*n sampai aku sembuh total". bujuk Kaira dengan manja


"tapi di kamar nanti kamu nggak boleh bekerja sayang! hanya istirahat pulihkan tubuhmu". syarat Pasha


Kaira mengangguk-ngangguk semangat.


"baiklah.. aku akan katakan sama dokter Haura..!


tunggu sebentar ya? ". bisik Pasha meradu hidungnya dengan hidung Kaira


Kaira tersenyum riang dengan wajah polosnya yang tanpa make up terlihat begitu natural.


"jangan tunjukkan wajah manis dan menggemaskanmu ini pada siapapun ". ancam Pasha dengan serius sambil mengelus kepala Kaira


Kaira memanyunkan bibirnya sendiri tapi Pasha tak melihatnya ia sudah berbalik memerintahkan pengawalnya menjaga Kaira.


Pasha mengurus kepulangan Kaira tanpa bantuan orang lain, kalau masalah istrinya Kaira, Pasha akan melakukannya sendiri tanpa minta bantuan bawahannya.


"kenapa Ella nggak menjenguk ku ya? bunda sama Ayah juga nggak kemari lagi sih? Rani, mamah dan papa.. kenapa hanya simesum itu aja yang kemari? Dylan dan Nova ku? ". gumam Kaira penasaran kemana semua orang


sudah 3 hari Kaira menginap di rumah sakit tapi tidak ada satupun keluarganya yang datang hanya sekedar basa-basi, entah apa yang terjadi? itu sebabnya Kaira desak Pasha minta pulang.


.


Kaira menganga lebar saat Pasha kembali membawa kursi roda.


"kenapa bawa kursi roda..? aku masih bisa jalan suamiku". protes Kaira yang sudah tau maksud Pasha bawa kursi roda


"naik atau nggak usah pulang? ". ancaman telak Pasha membuat Kaira tak bisa lagi berkata-kata


terpaksa Kaira naik kursi roda sambil menimang Kaisha, Pasha mendorong kursi roda Kaira, Keyzo digendong Arla sedangkan Katrina membawa tas jinjing Kaira.


"itu tuan muda Pasha dan istrinya". bisik pengunjung rumah sakit


"ya ampun tuan muda Melviano manis sekali pada istrinya".


"mereka menimang bayi kembar ! apa anak mereka kembar lagi? "


"aku ingin mencubit kedua pipi nyonya muda tuan Pasha..! "


bisik-bisik iri dan gemas orang-orang yang melihatnya, sementara Kaira menutupi wajahnya yang sedang malu, apalagi berita dirinya dengan Pasha di siaran TVCX menggembarkan dunia wanita yang makin menggila irinya pada posisi Kaira.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2