
.
.
Pasha dan Kaira ada di kamarnya, Kaira sudah selesai membersihkan diri dan memakai piyama tidurnya,
Pasha sudah menunggu di ranjangnya menatap Kaira dengan intens..
"kenapa...? " tanya Kaira penasaran lalu duduk di kaca hiasnya..
Kaira membuka laci mejanya dan melihat Kotak pemberian Mely, dimana isinya perhiasan batu giok turunan keluarga Melviano..
"kemari Kaira..! apa kamu sengaja menghindariku..?
kamu hutang penjelaskan padaku.. " pinta Pasha
Kaira memakai toner untuk membuat wajahnya lembab, sambil menghela nafas panjang Kaira mendekati ranjang mereka
Pasha langsung membuka selimutnya lalu menyelimuti Kaira, Kaira sudah biasa dapat perhatian Pasha hanya saja hatinya belum sempurna milik Pasha
"minta dijelaskan hal apa sih..? " tanya Kaira menepuk-nepuk pipi nya sendiri
Pasha memainkan rambut Kaira yang tergerai,
"kamu bukan wanita biasa sayang! "
"aku wanita biasa yang hidup di negara yang keras Pasha.. kalau aku tidak bisa menjaga diri bagaimana aku dan anak-anakku melewati kekejaman di negara E.. bahkan membunuh hal biasa disana tingkat Kriminalitasnya sangat dominan "
Kaira berkata seolah itu hal biasa, Kaira hidup di negara E selama 7 tahun jadi mustahil dirinya tidak bisa beladiri.
"bukan itu sayang..! matamu berkilau emas disaat-saat genting tadi.! " ujar Pasha dengan lembut tapi masih memainkan rambut Kaira
Kaira mengerutkan keningnya..
"kamu nggak lihat mataku warna hitam..? mana mungkin ada kilau emasnya jangan ngawur deh.. "
Pasha menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"kamu mau mengetahui keluarga aslimu sayang..? " tanya Pasha serius
Kaira langsung menatap Pasha
"kamu ngomong apa sih Pasha..? aku anak yatim piatu mana ada keluarga..? jangan melakukan pekerjaan sia-sia Pasha! aku tidak mau terlalu berharap".
Kaira langsung merebahkan diri menyelimuti tubuhnya sampai menutupi seluruh wajahnya hanya rambutnya aja yang terlihat
Pasha memeluk Kaira dengan mesra
"aku tidak bicara omong kosong sayang...! apa kamu mau menunjukkan diri ke publik? aku yakin keluarga aslimu mengenalmu.. " bisik Pasha
Kaira menarik nafas dalam-dalam, ia menurunkan selimutnya
"keluarga asliku..? kenapa kamu bisa begitu yakin aku ini bukan wanita biasa Pasha..? " tanya Kaira bersitatap dekat dengan Pasha
"kamu wanita istimewa Kaira ! aku yakin identitasmu bukan wanita biasa.. " gemas Pasha meradu hidungnya dengan hidung Pasha
"jangan memikirkan hal yang tidak-tidak Pasha.m, kamu urus aja orang-orang yang menyerang kami tadi... " pelototan tajam Kaira
"mereka akan di urus oleh anak buahku.. !" jawab Pasha
"maksudmu? " tanya Kaira tak mengerti
"kamu fikir mereka akan bebas sayang? jika mereka menunjukkan diri mengatakan perang padaku sudah pasti mereka tidak akan selamat,,"
"benarkah? apa markasnya akan di temukan..? " tanya Kaira
"aku sangat mengenal anggota Mafia mereka sampai di sayat-sayat hingga tewas pun mereka tidak akan memberi tau markasnya.. " jawab Pasha
__ADS_1
"kenapa tidak di minumkan ramuan kejujuran..? " celutuk Kaira
Pasha mengerutkan keningnya.. "ramuan kejujuran? apa itu.? "
"hemmm... kalau seorang penghianat minum ramuan kejujuran pasti akan mengatakan apapun dengan jujur sekalipun dia nggak mau mengatakannya... kendalinya adalah ramuan itu sendiri.. " jawab Kaira dengan serius
Pasha tersentak mendengarnya..
"oh ya..? dimana jualnya..? kenapa aku baru tau? "
"aku bisa membuatnya " kata Kaira dengan santai
Pasha membelalakkan matanya.. "kamu bisa membuatnya..? "
Kaira mengangguk..
"tunggu sebentar sayang..!" pasha langsung menyambar ponselnya di meja nakas lalu menelfon anak buahnya..
"Mars..! kau tidak membunuh mereka semua kan..? " tanya Pasha
"tuan muda kami menyisakan satu ada apa tuan muda? bukankah anda sendiri yang bilang untuk menghabisi mereka semua.. " tanya Mars balik..
"bagus..! jangan bunuh 1 itu.. aku punya senjata andalan yang bisa membuatnya berkata jujur.. "
"hah..? ba.. baik tuan muda.. " jawab Mars tak mengerti tapi menuruti perintah Pasha
"pulanglah..! kalian harus istirahat..!! " perintah Pasha
Mars menganga lebar di sana, baru kali ini tuan muda mereka begitu perhatian akan kesehatan mereka..
m biasanya kan Pasha sibuk dengan memerintah mereka tidak peduli mereka sedang tertidur lelap sekalipun..
Pasha mematikan panggilannya.
"ada apa Mars..? " tanya Ramzi penasaran
"jangan bunuh dia.. kurung di penjara bawah tanah lalu kita pulang di suruh tuan muda kita harus istirahat.! " jawab Mars
"iya..! " balas Mars
"tapi sekarang masih jam 8 " kilah Ramzi
"aku rasa tuan muda punya rencana lain untuk mengetahui markas musuhnya, ayo pergi..! " ajak Mars
Ramzi menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal,
alhasil Pria yang tadinya hendak di bunuh pun di pindahkan
"mungkin karna tuan muda bersama nyonya Kaira
sejak saat bersama Nyonya dan anak-anak nya
tuan muda jadi berubah lebih lembut dan tidak sekejam dulu lagi.! " gumam Mars menebak
Ramzi mengangguk setuju
"kamu yakin kita bertiga akan di beri jatah libur..? " tanya Ramzi serius
"apa menurutmu Panji berbohong..? " sekak Mars
Ramzi nyengir dan menggeleng..
"kalau begitu percaya sama dia.. " sambung Mars lagi
.
.
__ADS_1
ke esokan paginya Kaira membuatkan ramuan kejujuran yang Pasha butuhkan..
sikembar sedang tidur, lagian Kaira tidak bisa apa-apa kalau anak-anaknya tengah libur
"anak-anak sedang libur kan? " tanya Pasha duduk bersandar di westafel terdekat Kaira
"iya..! kamu mau bawa mereka kesuatu tempat? " tanya Kaira
"hmm.. aku mau anak-anak kita memilih pengawal untuk menjagamu juga menjaga mereka menyamar sebagai babysister.. "
"apa kami harus di kawal..? " tanya Kaira
"pertanyaan macam apa itu sayang? apa kamu tidak lihat bahaya yang sedang mengintaimu? aku tidak mau ambil resiko "
"baiklah terserah kamu aja " pasrah Kaira
Pasha mengelus kepala Kaira..
"kenapa kamu menutupi wajahmu sayang..? "
Kaira beralih ke Pasha "karna mu "
"karnaku? kenapa aku? " tanya Pasha tak mengerti
"aku menghindarimu maka nya memakai penutup wajah.. tapi kamu tetap bisa menemukan kami walaupun kami menutupi wajah " keluh Kaira
Pasha tersenyum manis ia mengelus pipi Kaira,, Kaira berusaha menepis tangan Pasha yang mengganggu pekerjaannya.
"tapi aku sudah menemukanmu lalu kenapa kamu masih menutupi wajahmu? " tanya pasha
Kaira terdiam seketika
"iya juga ya..? kenapa aku masih menutupi wajahku ya? "
Pasha terkekeh mendengarnya
"sudahlah... ramuan nya udah siap..! "
"terimakasih sayang...! " ucap Pasha
"hm... aku harus melihat hasil kerja para pembangun rumah panti.. aku boleh keluar kan..? " tanya Kaira
"aku temani! " sambar Pasha
Kaira mengangguk setuju saja, dari pada tidak di kasih izin
.
.
Kaira ada di markas Pasha, ia tak memakai cadar,, penampilan Kaira lebih fashion sebab Pasha membelikannya baju-baju mahal beserta pasmina panjang
baju Kaira sebelumnya habis terbakar di rumah mereka sebelumnya..
"sayang.? " Pasha langsung memeluk Kaira dengan erat
"kenapa..? " kesal Kaira berusaha melepaskan diri dari pelukan pasha sebab anak buahnya sedang melihatnya
"kami menemukan markas mereka..! terimakasih sayang..! " ucap Pasha mengecup kening Kaira dengan gemas..
Kaira memutar bola matanya dengan malas, "cepat antarkan aku..! "
"iya -iya..! " jawab Pasha dengan patuh
bawahan Pasha hanya menganga lebar melihat Pasha begitu patuh di perintah oleh Kaira, sebelumnya tak ada wanita yang bisa memerintah Pasha seperti ini..
Kaira si wanita istimewa sungguh berani..
__ADS_1
.
.