
"berapa kalipun kalian memukulku..? aku tidak akan berpaling dari Kaira". kata Bastian dengan wajah tampannya yang sudah babak belur.
Katrina dan Riska sampai menjatuhkan rahangnya
"Pria ini benar-benar sudah gila..! " batin Riska
"kenapa aku selalu bertemu pria nggak waras? sebelumnya tuan muda Pasha, tuan Ramzi dan sekarang Pria aneh ini..! " sungut Katrina dalam hati
menurut Katrina ketiga pria tampan itu adalah pria tergila yang pernah ia temui, tapi masih ada kadarnya..
Ramzi
Pasha
dan yang paling gila menurutnya ya Bastian.
"ckck... udah babak belur pun masih berani menginginkan mommy kami..! " decak sebal Nova
"kita akan gunakan rencana andalan kita, kakak sudah tau akan begini jadinya..! " seringai Dylan
Nova melebarkan matanya..
"kakak mau ingkar janji sama mommy..? " pekik Nova memegang lengan Kakaknya
"menurutmu dek..? " tanya Dylan tersenyum tipis
Nova terbelalak sambil menggeleng-geleng kepalanya.
"kakak tidak punya pilihan lain..! " kata Dylan lalu mengeluarkan pistolnya.
Dylan benar-benar seperti iblis dalam wujud anak kecil nan imut, ia menodongkan senjata di pelipis Bastian
"aku sudah bilang Om.. anda harus melupakan mommy kami atau peluru ini akan bersarang dikepala om". ancam Dylan dengan tatapan tajamnya yang berhasil membuat Katrina dan Riska merinding.
kedua perempuan itu melangkah mundur dari posisi sebelumnya, menyeramkan! itulah kata yang pantas saat ini melihat tatapan Dylan yang benar-benar seperti seorang pembunuh psikopat saja.
"kakak jangan membunuhnya". sungut Nova menahan lengan kakaknya.
"biarkan kakak melakukannya dek..! lagian om ini nggak berguna dibicarakan baik-baik otaknya sudah bergeser dari tempatnya". kata pedas Dylan melirik Bastian yang pasrah akan kematiannya.
"lebih baik aku mati, dari pada aku tidak bisa bersamamu Baby...! aku berjuang selama ini untukmu tapi apa semua ini? dengan mudahnya kau ingin aku bahagia bersama wanita lain? " batin Bastian dengan pedih.
saat Dylan hendak menarik pelatuknya pintu tiba-tiba terbuka menampilkan sosok Poppy dengan penampilan sudah acak-acakan.
"tuan..! saya mohon jangan bunuh tuan saya". memelas Poppy dengan jalan terpincang-pincang.
kakinya benar-benar sudah berlumur darah, tapi bersikeras tak juga melepas heelsnya bagi wanita karir sepertinya hanya Poppy yang menganggap Heels adalah nomor 1.
Katrina sekali lagi bertemu perempuan tak waras.
"kakinya terluka kenapa tidqk juga lepas heels.. apa dia fikir sedang fashionshow...? " gerutu Riska melirik kaki Poppy
"kenapa aku harus melepaskannya..? apa janji mu jika aku melepaskannya..? dia berani merebut mommyku dari Daddy.. apa aku salah membunuh Hama..?" kata pedas Dylan
__ADS_1
Poppy menahan rasa perih pergelangan kakinya, ia bersimpuh didepan Dylan dan Nova.
"saya akan berusaha menyadarkannya, tapi saya mohon lepaskan tuan saya.. nona.. kecil? tuan kecil..! " memelas Poppy dengan mata berkaca-kaca
"jika dia berbuat onar ! peluruku akan bersarang dikepalamu..! kakak yang pertama aku habisi "
ancam Dylan menodongkan senjatanya di dahi Poppy.
"saya terima tuan kecil Melviano, saya sangat beruntung mendapatkan belas kasih dari tuan kecil. terimakasih tuan kecil terimakasih nona kecil... " balas Poppy sama sekali tidak takut dengan ancaman kematiannya.
Poppy berdalih ke Bastian yang menatap dingin padanya.
"kakak ini menyelamatkan om, tapi jika om kembali hanya untuk mendapatkan hati mommyku lagi..? jangan harap ada kesempatan kedua". ancam Dylan dengan datar
"setidaknya om punya hati dikit..! kakakku nggak pernah main-main saat berbicara, jika om mau mencari masalah setidaknya pikirkan nyawa kakak ini..! " sambar Nova menunjuk hidung Poppy
Katrina dan Riska mau tertawa melihat tingkah menggemaskan Nova padahal tadi sempat ketakutan karna Dylan.
"aku tidak peduli dengannya..! " kata Bastian dengan ketus
Poppy hanya berkaca-kaca dengan kepala tertunduk,
"kalau begitu aku akan membunuh om sekarang..! " kata Dylan membuat Poppy makin menjerit histeris.
Poppy terus saja membujuk Dylan,
"om lihat...? " Dylan menunjuk Poppy dengan pistolnya.
"dia bahkan tidak mau anda terluka..! " cibir Dylan
"kalau begitu kakaklah yang mati". kata Dylan dengan santai
"saya terima tuan kecil, tapi setelah itu berikan kebebasan untuk tuan saya..! " Poppy masih bisa menego bayarannya nanti berupa keselamatan Bastian.
Bastian sempat melirik Poppy, penampilan Poppy yang menyedihkan membuat hatinya terasa ngilu, entah itu cinta atau kasihan tapi Bastian yakin kalau itu hanya rasa iba.
cukup lama drama yakin meyakinkan antara 2 orang keras kepala itu,
sedangkan di aula pesta Kaira dan yang lainnya tengah berfoto ria dengan Ella, Ramzi.
duo the Xylver berjaga di depan ruangan Nolan tadi, menjaga sikembar dengan ketat.. (Mars dan Panji)
mereka sengaja membiarkan Poppy masuk karna perintah dari Dylan.
"kemana anak-anakku Suamiku..? dari tadi aku belum melihat mereka..! " rengut Kaira mengedarkan pandangannya mencari sosok kedua anaknya.
"mereka mungkin sedang sibuk sayang.. nanti kita pasti akan bertemu dengan mereka..! " bujuk Pasha walau ada terbesit rasa khawatirnya membayangkan anaknya dalam masalah.
.
.
Pasha ingin mengkode bawahannya tapi panggilan hpnya buat Pasha mengurungkan niatnya.
"wa alaikum salam.. apa..? " tanya Pasha to the point.
"tuan mencari nona kecil dan tuan kecil..? " Panji bertanya serius dan hati-hati
__ADS_1
"dimana anak-anakku...? " tanya Pasha balik
"mereka sedang mengatasi masalah tuan Bastian tuan muda.! " jawab Panji
"mereka menangkap si gila itu..? " tanya Pasha serius
beberapa kali bercakapan, Kaira menempelkan telingnya di dekat pasha demi mendengarkan pembicaraan Pasha dan Panji.
"ada masalah apa..? seriuskah? siapa yang ditangkap anak-anakku? siapa yang kamu maksud gila...? " cecar Kaira dengan khawatir
"kamu tunggu disini sayang". perintah Pasha
"nggak mau..! aku ikut.. " Kaira segera bergelayut di lengan suaminya.
alhasil Pasha membawa istrinya ke lantai atas dimana Panji sudah memberi tau tempat mereka menahan Bastian.
"hormat kami tuan muda.. nyonya muda". ucap bawahan Pasha serentak
Pasha hanya berdehem membalasnya lalu menerobos masuk ke ruangan pembekapan Bastian
"Nova..? Dylan..? " Kaira hendak berlari tapi pasha berhasil menahan Kaira.
"aku bantu". Pasha memapah Kaira jalan mendekati Nova dan Dylan yang masih kaget.
Dylan menarik nafas panjang, Ia sudah tau Pasha akan mencarinya namun tak disangka secepat ini.
"ada apa sayang...? " tanya Kaira menangkup pipi Nova dan Dylan
"cuma jalanin misi mommy aja..! " jawab keduanya kompak
Kaira melebarkan matanya..
"tapi misi itu baru tadi pagi mommy minta kenapa sekarang langsung terpenuhi..? "
"misi apa sayang..? " tanya Pasha dengan nada cemburu.
"nanti aja daddy..! " sambar Nova
Poppy menatap sedih Bastian yang masih menatap memuja pada sosok Kaira, tatapan yang tak pernah Poppy temukan di mata Bastian sebelumnya
"segitu cintanya anda pada nyonya Melviano tuan? hingga tatapan itu... Astagah.. apa yang aku fikirkan jangan gila Poppy !! kau hanya pohon cemara di matanya.. " rutuk Poppy dalam hati
Kaira beralih ke Poppy lalu ke Bastian, Kaira terkejut melihat wajah Bastian babak belur lalu menatap penuh selidik ke putra-putrinya yang menunjukkan tampang polos nan lugu.
Katrina dan Riska menganga lebar, mana raut wajah menakutkan Dylan tadi..? begitulah pikir mereka berdua kompak.
.
.
.
masih perbaikan penulisan nih...
.
.
__ADS_1