Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
wanita tangguh dan bijaksana


__ADS_3

kini Mely telah berkumpul dengan teman-teman arisannya.


"kenalkan teman-teman.. ini menantu istimewa kami yang bisa memberi kami keturunan darah Melviano...! " dengan bangga Mely mengenalkan Kaira


Arla melihat gelagat aneh Eli yang tampak tak suka dengan Kaira, ia langsung mengeluarkan ponselnya meletakkannya di saku jas nya supaya terlihat lebih natural seperti tak melakukan apa-apa.


Kaira tersenyum sopan menyapa ibu-ibu teman arisan Mely..


"waah... ini pelakor nya ya..? ". ejek Jeng Eli dengan iri


Semua mata melihat kearah Eli, Kaira tertegun mendengar perkataan Eli.


Mely mengelus kepala Kaira..


"jangan dengarkan dia sayang.. mamah juga menderita selama ini karna nya".


Kaira tentu terkejut mendengarnya.


"apa ibu itu yang membuat mama kurus tak berbadan..? "


Mely mengangguk sebagai jawaban Kaira menarik nafas dalam-dalam


"apa anda tidak belajar menghargai sesama bu? disini ada mertua saya Bu..?? apa anda lupa siapa suami saya..? hanya membalikkan telapak tangan ia bisa menghancurkan kebanggaan anda".


Mely terkejut dengan keberanian Kaira, Kaira seperti seorang wanita tangguh yang tak mau harga dirinya diinjak-injak


Jeng Eli mengepalkan tangannya.


"oh.. udah berani mengancam ya..? bukannya kamu hanya simpanan tuan Pasha aja..? "


semua orang mematung dengan keringat dingin, Arla dan Umay hendak mencengkram atau mungkin menghajar Eli tapi Kaira menatap tajam mereka dengan tangan mengudara artinya tak boleh ikut campur.


"Simpanan yang bisa memberi keturunan buat Keluarga Melviano dan anda harus mengerti satu hal Pasha sangat menghormati saya bu.. dia memperlakukan saya seperti Ratu di mansionnya...


anda tau artinya kan..? "


"jangan menilai seseorang lewat sampulnya saja bu


jika ibu belum tau permasalahan keluarga kami". sindir Kaira dengan tegas


Jeng Eli makin mengepalkan tangannya hingga memutih dan menatap Kaira dengan tajam sungguh ia memang begitu iri dengan posisi Kaira kenapa bukan anaknya..? itu sebabnya ia selalu menjatuhkan Mely.


"ibu-ibu disini pasti penasaran apa sebenarnya yang terjadi kan..? ". tanya Kaira sopan ke teman-teman Mely

__ADS_1


Mely mengulum senyumnya begitu bangga Kaira sudah bisa melawan dan menjaga martabat keluarganya sebenarnya Mely bisa saja menjatuhkan Eli tapi bagaimanapun ia masih punya belas kasih sebab Eli saudara jauhnya. sesama saudara tidak mungkin saling membunuh kan,, selama ini hanya Mely yang tau betapa jahatnya mulut Eli kalau berbicara kalau Pasha tau sudah dari dulu usaha Eli gulung tikar.


"i.. iya Nyonya..! " jawab mereka serentak.


"sebenarnya apa yang terjadi diantara kami hanya sebuah kesalahan tapi saya tidak pernah ingin terlibat dengan keluarga suami saya sekarang.. saya hanya ingin pergi dari mereka supaya tidak melukai hati mertua saya yang ingin menjodohkan Pasha ke Nyonya terdahulu.. terlebih lagi saya hamil dan tidak berani meminta pertanggung jawaban.. butuh waktu lama bagi kami untuk berkumpul.. saya mengira Pasha saya sudah bahagia dengan istri dan anaknya tapi ada hal yang lebih membuat saya tidak percaya.. suami saya tidak memiliki keturunan... dan anak-anak saya adalah darah dagingnya, apa salah jika mereka membujuk saya untuk masuk ke mansion Melviano..? "


"saya bisa merasakan anak-anak saya juga butuh kasih sayang seorang ayah... kalau saya memisahkan mereka kalian bisa saja menyebut saya egois hanya mementingkan diri sendiri".


Kaira menceritakan semua nya tanpa menyudutkan pihak manapun, betapa terharunya Mely memiliki menantu yang bijaksana seperti Kaira bisa menjaga martabat keluarganya


Mely tau Kaira lari karna takut sebab Pasha membunuh teman sekamarnya tapi Kaira malah merubahnya seperti itu.


mereka yang mendengar perkataan lembut nan tegas Kaira termenung, mereka juga membayangkan posisi Kaira.


"jika ibu diposisi saya mungkin akan berbuat sebaliknya bukan..? ". senyum manis Kaira melihat kearah Eli menyindir wanita itu hingga siempunya makin geram dan meninggalkan tempat itu dengan hati yang panas.


"nyonya besar sangat beruntung memiliki menantu seperti Nyonya Kaira".


Mely tersenyum bangga, Kaira menghela nafas lega bisa menjaga nama baik dirinya dan keluarganya.


kini mereka bercengkrama akrab, Arla merekam kejadian tadi dan mengirimnya ke Pasha.


Pasha yang melihat rekaman itu dari awal sampai akhir langsung mengebrak meja dengan kuat hingga semua yang ada di ruangan rapat terlonjak kaget dengan ketakutan yang luar biasa.


"hancurkan apapun usaha wanita tua ini... berani sekali dia mencela mama dan istriku". Geram Pasha melemparkan ponselnya yang berharga puluhan juta ke Mars


beruntung Mars dengan sigap menangkap ponsel Pasha, Pasha melemparnya seperti barang murahan saja padahal harga ponselnya bisa menguras ATM


"kerjakan sekarang juga.. buat usaha mereka hancur dan pada akhirnya merangkak meminta maaf pada istriku...! tak peduli siapa dia berani sekali menghina istriku". geram Pasha dengan mata memerahnya menahan kemarahannya.


"baik tuan muda". Mars langsung mengundurkan diri.


Pasha memejamkan matanya, air matanya menetes antara senang bercampur sedih dengan kata-kata Kaira bagaimana bisa Kaira melindungi nya..? bukan menyudutkannya..m


"kenapa kalian disini...? bubar...! " suara dingin Pasha


semua karyawan Pasha langsung melarikan diri dari ruangan itu, sebenarnya mereka sangat syok saat tau Pasha mengakui Kaira adalah istrinya tapi tak ada yang berani bertanya hanya bisa memendam semua pertanyaan itu .


kini ruangan panjang nan luas itu hanya ada Pasha seorang,


"kenapa kamu membuat hatiku sakit lagi sayang..? sampai kapan kamu menyiksaku? aku sangat terbuai dengan semua ketulusanmu". lirih Pasha


anehnya Pasha suka rasa sakit yang diberikan Kaira,

__ADS_1


pembelaan Kaira yang sangat tulus dan jujur sangat melukai hati Pasha yang keras seperti batu


Pasha segera keluar dari gedung MattGroup dengan terburu-buru.


Pasha terjebak macet karna siang hari banyak mobil dijalan, apalagi banyak anak sekolah baru jamnya pulang sekolah.


alhasil Pasha menghubungi Panji, panji datang membawa motor besar,


"bagus panji... bawa mobilku ke mansion..! " perintah Pasha menepuk pundak Panji


"baik tuan muda". jawab Panji segera menunduk hormat.


Pasha membawa motornya dan bisa melewati jalan tikus disela-sela banyaknya mobil.


"tuan muda Pasha benar-benar jadi bucin akut pada nyonya muda". decak pelan panji.


"bahkan menunggu 1 menit aja mau bertemu nyonya nggak bisa". kekeh Panji dengan sabar menunggu ditengah macet itu.


Pasha tiba di mol MattGroup, motornya diparkir asal beberapa satpam memberi hormat pada Pasha awalnya mereka kaget ada motor yang berani parkir di depan pintu tapi melihat siapa orangnya mana ada yang berani memarahi Pasha.


Pasha berlari seperti orang kesetanan ditengah keramaian mol itu, hanya lantai permainan mandi bola Sikembar yang kosong berkat kekuasaan Mely.


"tuan muda". salam hormat Arla dan Umay


"Pasha..? " Kaira berdiri dari duduknya


semua orang mematung melihat Pasha ada di tempat ini, Mely tersenyum tulus ia menoleh ke Arla, Arla menundukkan kepalanya.


Pasha langsung berlari ke arah Kaira dan memeluknya hingga Kaira hampir jatuh kebelakang tapi Pasha bisa menahannya.


"suamiku ? ada apa..? ". tanya Kaira mengelus punggung Pasha.


"aku mencintaimu sayang...! ". ucap Pasha dengan lembut dan nada bicara Pasha membuat teman-teman Mely membeku..


"ada masalah apa..? apa kamu mimpi buruk? ". tanya Kaira tersenyum lembut mengelus punggung suaminya.


.


.


Fighting...!!


.

__ADS_1


.


__ADS_2