
Eli ada diluar gedung Pesta Hotel MattGroup, ia sedang berpikir keras bagaimana caranya bisa masuk ke dalam hotel itu.
"bagaimana caranya bisa masuk kedalam...? " gumam Mely dengan pakaian yang sudah basah kuyub.
dinginnya udah tidak kerasa lagi sama Eli saking dendamnya dengan Pasha. Pasha sudah membuatnya sampai seperti ini udah seperti gembel yang tidak punya tempat tinggal.
"aku nggak mungkin bisa masuk".gumamnya lagi
perut Eli berdemo minta di isi, sejak sore ia tak makan apapun, sekarang adalah hari resepsi pernikahan Pasha dan Kaira pasti banyak makanan di dalam pesta.
ia menatap banyaknya mobil lalu lalang dari dalam hotel,
"tuan...?? saya sangat lapar tadi saya dengar ada pesta di dalam hotel ya..? boleh beri saya makan sepiring tuan...? " pinta Eli menurunkan harga dirinya.
satpam melihat penampilan Eli yang sangat menyedihkan, kedua satpam saling pandang lalu mengangguk sebagai jawaban.
"didalam memang banyak makanan bu.. tapi tunggu sebentar ya? biar saya ambilkan". ucap salah satu satpam
Eli mengangguk-ngangguk antusias.
"kamu berjaga disini...! " pinta satpam yang disuruh berjaga dibalas anggukan mantap oleh rekannya.
Eli menunggu di luar gerbang dengan menahan laparnya, tak menunggu waktu lama makanan yang di mau oleh Eli datang dengan porsi yang banyak diantar oleh beberapa Pelayan hotel.
"apa tidak ada yang minta lagi...? " tanya Pelayan celingak-celinguk
"tidak ada.. emang kenapa..? " tanya satpam
"makanan di acara pesta tuan muda dan nyonya muda sangat banyak, kata Nona kecil disuruh bagi-bagikan sama orang yang minta-minta tidak boleh di buang..! sementara acara sebentar lagi selesai".
Satpam pun mengangguk-ngangguk. "kalau begitu aku akan panggil teman-temanku.. !"
"iya.. iya.. boleh..! itu akan sangat membantu.. !"
Eli terlalu sibuk makan dengan begitu rakus karna makanannya sangat enak,
"mau tambah lagi bu..? " tanya Pelayan hotel
"boleh mbak.. boleh". jawab Eli dengan mulut penuhnya yang meracau tapi masih bisa didengar jelas oleh pelayan..
Pelayan yang lainnya memberikan makanan dari piring yang lain,
"nona kecil sangat bijaksana.. banyak makanan dibilang tidak boleh dibuang tapi dibagi-bagikan". decak kagum pelayan memuji sosok Nova
"aku dengar nona kecil masih berusia 7 tahun..? apa nona kecil yang berkata seperti itu..? mungkin saja perkataan nyonya muda". cecar si satpam belum tau bagaimana kepintaran Nova
"nggak... aku lihat sendiri kok.. nona kecil belum ada naik keatas panggung pengantin sebelum mengatakannya..!"
__ADS_1
mereka bergosip mengenai sikembar yang sangat pintar itu, Eli yang mendengarnya mengepalkan tangannya, ia iri dengan kepemilikan Mely.. cucunya tidak sejenius Mely,
dulu Mely tidak punya cucu hingga Eli bisa menyindir Mely disetiap kesempatan, entah angin muson dari mana datangnya keberuntungan Mely tiba-tiba sudah punya cucu yang usianya 7 tahun mengalahkannya dan makin benci saja saat tau betapa pintarnya cucu-cucu Mely.
"untuk balas dendam aku harus banyak makan..! " batin Eli kembali memakan-makanannya tanpa jeda.
"hai bro...? " beberapa pria dan wanita berpakaian kumuh datang.
"ini teman-teman anda pak satpam? " tanya pelayan tak percaya melihat rombongan itu.
"mereka hanya seorang kuli bangunan, punya keluarga di rumah yang belum makan.. bungkuskan saja mereka sebanyak yang mereka mau.. !"
sipelayan pun mengangguk-ngangguk setuju, ia juga mau cepat pulang karna makanan harus habis, Dylan mengancam mereka kalau makanan tidak habis para pelayan disuruh menghabiskan makanan itu tanpa tersisa padahal perut mereka sudah penuh karna makanan saat ini.
salah satu pelayan berlari kembali memasuki acara pesta memberi tau berapa banyak makanan yang harus di bungkus, pelayan yang lainnya dengan semangat membantu permintaan rekannya.
pernikahan Pasha dan Kaira sangat bergelimang makanan, Pasha ingin banyak tamu yang datang mendoakan kebahagiaannya bersama keluarga kecilnya, ia mengerti kekuatan doa sangat melindungi mereka dari apapun.
Dylan dan Nova datang mendekati pelayan yang sedang sibuk.
"lanjutkan pekerjaan kalian...! " perintah Dylan
"baik tuan kecil". jawab pelayan kompak
"kakak-kakak nggak bakal buang makanan ini kan? " tanya Nova dengan serius
"bagus..! teruskan..sebentar lagi acara bakal tutup kalau masih tersisa kalian bungkus saja masing-masing lalu berikan pada yang butuh makanan.. ! jangan sampai kalian buang ke tong sampah, salah satu anggota the xylver akan mengawasi kalian dari jauh walaupun kalian tidak melihatnya". ancam Dylan tak main-main
para pelayan mengangguk dengan keringat dingin, siapa yang tidak akan takut di ikuti oleh salah satu bawahan Pasha, mereka sangat tau kehebatan Pasha yang bisa mengatasi penjahat manapun.
trio the xylver yang ada dibelakang mereka tersenyum bangga, Melviano memiliki calon penerus yang sangat cerdas.
sikembar tak diizinkan oleh Ella dan Rani melihat orangtuanya yang tengah bermesraan, alhasil Rani memerintahkan trio the xylver menjaga sikembar mengawasi pelayan yang bertugas menjaga hidangan.
"ingat jangan anggap ancaman kami main-main ya kakak-kakak..? " peringatan Nova
sikembar akan mengawasi Pelayan sampai detik-detik pesta berakhir. sedangkan Pasha sibuk menciumi pipi Kaira dengan gemas.
"suamiku ? Pasha .? " kesal Kaira
Pasha senyam-senyum gemas dengan raut wajah kesal Kaira, sekali lagi Pasha mengecup pipi Kaira hingga siempunya makin geram
"jangan...! " Kaira menutup bibir nakal Pasha
Pasha tertawa dan menatap penuh cinta Kaira yang sangat istimewa bisa mengandung anaknya, Pasha mengelus perut Kaira, ia membiarkan tangan Kaira menutup mulutnya yang tak bisa diam mencium Kaira.
acara berlangsung sangat mulus, berkat bantuan anggota the xylver pesta berjalan lancar,,
__ADS_1
.
.
sekarang Kaira tengah berpelukan dengan Arabela dan Lexy..
"bunda dan ayah akan menyelesaikan masalah di kota A..! tunggu kami ya sayang..? ". ujar Arabela menangkup pipi Kaira
Kaira tersenyum manis, ia merasa impiannya terwujud walau sudah terlalu terlambat tapi Kaira sangat senang memiliki orangtua kandung.
"Ayah akan pindah ke kota ini nak.. kita hidup bahagia di kota ini ya..? " sambung Lexy juga
"iya Ayah.. Bunda hati-hati ya..? Kaira menunggu bunda dan Ayah disini, jangan terlalu terburu-buru, " balas Kaira dengan manja
Lexy dan Arabela mengusap pipi Kaira, Nova dan Dylan sedang di rangkul oleh Mely dan Matt, Pasha ada dibelakang Kaira membiarkan Kaira bersama orangtuanya.
"kami akan kembali, tolong jaga anak kami Pasha..! ". pinta Lexy dengan serius seolah itu sebuah perintah
"iya Ayah". jawab Pasha dengan mantap
"Jika kamu lagi nggak hamil mungkin bisa ikut kami nak.. tapi bunda tidak bisa bawa kamu sayang, bunda tidak mau calon cucu bunda dalam bahaya".
"maaf bunda..! kalaupun lagi nggak hamil Pasha nggak bisa biarkan Kaira pergi dengan bunda.. Pasha nggak bisa tidur tanpa Kaira bunda..! " selah Pasha
Lexy dan Arabela saling pandang lalu tertawa kecil, Kaira tersenyum malu dengan kata-kata Pasha yang terlampau jujur.
"baiklah bunda kalah...! " pasrah Arabela
semua yang mendengarnya tertawa cekikikan,
Arabela dan Lexy beralih memeluk sikembar,
"makasih baju aneh nya ya nenek.. Nova sangat suka". ucap Nova dengan riang memutar-mutar tubuhnya.
Arabela dan Lexy tertawa melihat itu, dylan diam saja saat Lexy menangkup pipinya hanya tersenyum tipis.
"katakan sesuatu Dylan sayang..! " pinta Kaira sambil mendekati malaikat kecilnya.
Dylan langsung berkata..
"hati-hati kakek, makasih bajunya ya nenek..? berikan Dylan hadiah apapun itu, Dylan akan terima dengan senang hati...! "
semua orang tertawa terbahak-bahak dengan perkataan Dylan seperti mengatakan unek-unek dikepalanya.. Rani terperangah dengan perkataan Dylan yang tak ada jeda nya sama sekali.
Kaira terkekeh mencium puncak kepala Dylan, Nova bergelayut di lengan mommynya, sementara Dylan langsung berbalik memeluk mommynya karna malu.
.
__ADS_1
.