Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
memandikan baby kembar


__ADS_3

Pasha tak bisa menyuruh Panji atau Mars,


"mereka sedang bulan madu". gumam Pasha


"aku coba cara ku aja. "


Pasha meregangkan jemarinya lalu mengotak-ngatik komputernya mencari semua CCTV yang di lalui wanita paruh baya incarannya.


"hmm...! ". Pasha mendapatkan banyak rekaman CCTV,


ia terpaksa begadang demi mendapatkan dalangnya, Pasha menebak itu ulah Savira tapi demi memastikan Pasha harus mencari buktinya.


"aku akan dapatkan kau wanita tak tau diri..! aku berbaik hati memberimu hadiah seperti itu tapi kau malah mencari masalah denganku ! rupanya kau sudah bosan hidup selama Kaira bersamaku tak akan ada manusia yang bisa merebutnya dariku.. !"


"bahkan jika Kaira tidak mencintaiku lagi tak akan kulepaskan dia.. ! cintaku terlalu kokoh, jadi saat di terjang angin kencang olehmu tak akan runtuh".


Pasha menemukan buktinya dan tersenyum iblis.


"kau menyatakan perang denganku..! obat apa yang kau berikan pada wanita tua itu? kau sama sekali tak berubah..! obat tidur? perangsang? sekarang entah obat apa lagi itu"


Pasha tak mengenal savira dengan baik tapi dari penjelasan tangan kanannya dulu sudah bisa ia tebak karakter Savira yang terlalu mengandalkan obat dimana-mana, bahkan untuk menunjang kepopulerannya mengandalkan cara curang.


"ckk.!!"


"hubby? ". Kaira mengucek-ngucek matanya memasuki ruangan kerja Pasha tanpa mengetuk..l


Pasha terkejut lalu tersenyum begitu tampannya, ia berjalan mendekati Kaira dan menangkup kedua pipi Kaira.


"kenapa bangun sayang? masih jam 2 malam". tanya Pasha dengan lembut


"kok aku yang ditanya? seharusnya aku yang nanya kenapa belum tidur padahal udah jam segini? ". protes Kaira


Pasha terkekeh,


"aku lagi mengerjakan sesuatu"


"kenapa kamu bekerja hubby? bukannya kamu bilang kantor pusat libur? ". tanya Kaira menatap penuh tanya ke Pasha


"aku kamu tau kerja detektif? ". tanya Pasha tak nyambung


Kaira mengangguk, "kenapa? apa kamu sedang menyelidiki sesuatu? "


Pasha tersenyum Kaira manggut-manggut, tau artinya sebab melihat senyuman Pasha.


"apa sudah kamu dapatkan apa yang kamu cari? ". tanya Kaira menguap lebar


Pasha membenahi rambut Kaira dan menyisirnya dengan jemarinya, "sudah !".


"ayo kita tidur..! aku ingin memelukmu". rengek Kaira


Pasha mengangguk dengan senyum termanisnya, "aku matikan dulu komputernya ya? "


"cepetan". manja Kaira


Pasha tak menjawab hanya menggeleng pelan kepalanya dengan gemas,

__ADS_1


.


.


"apa Keyzo dan Kaisha rewel sayang? ". tanya Pasha serius


Kaira menggeleng sambil masuk ke dalam selimutnya, "itu sebabnya kita tidur disini aja..! siapa tau mereka terbangun nanti"


Kaira menepuk-nepuk ranjangnya, Pasha yang mengerti langsung mendekati ranjangnya dan ikut berbaring di samping Kaira,


"hmmm... ngantuk nya". Kaira langsung memeluk Pasha dengan manja


Pasha menempelkan bibirnya di kening Kaira,


"jangan pernah temui siapapun tanpa izin dariku sayang ! " pinta Pasha serius


Kaira membuka matanya menatap dada bidang Pasha lalu kembali memejamkan matanya


"iya suamiku, My Hubby, My Love, Honey, husband aku akan mendengarkan perintah mu yang mulia raja mafia Xylver". gumam-gumam Kaira terdengar sedikit jengkel


Pasha mengulum senyumnya,


"aku nggak mau kamu jauh dariku sayang"


Kaira mengerucutkan bibirnya..


"kemana aku kabur? ". gerutunya pelan


"negara E". jawab Pasha menggoda


Kaira memukul dada bidang Pasha dengan kuat hingga Pasha meringis pelan,


"maaf.. maaf.. tidurlah jangan sampai aku menidur*mu lagi". canda Pasha


"dasar mesum! sepertinya bukan tanganmu yang harus di obati tapi kepalamu itu yang harus di bongkar pasang". dumel pelan Kaira


"apa kamu fikir kepalaku robot sayang? bisa di bongkar pasang? ". gemas Pasha


Kaira hanya diam memeluk Pasha lebih erat, Pasha mencium kening Kaira berkali-kali, ia merangkul punggung Kaira supaya lebih dekat dengannya.


.


.


Mely masuk ke kamar baby kembar dan menutup mulutnya sendiri melihat sepasang suami istri yang tengah terlelap begitu mesra.


"mereka manis sekali". gumam Mely berjalan mengendap-ngendap ke box bayi.


Box bayi yang mewah untuk cucunya, desainnya yang seperti ayunan menambah nyenyak tidur sang bayi.


"entah dimana Pasha memesan box bayi ini! saat aku posting di Sosmed semua pada histeris pada nanya dimana beli box bayi ini, kalau di lihat-lihat memang sangat cantik pas sekali untuk bayi raja dan ratu, ahaha.. aku lupa putraku Raja Mafia dan menantuku Putri bangsawan.. ini memang pantas.. ". batin mely menatap kedua cucu-cucunya yang masih tertidur pulas..


"sepertinya rewel kalian udah berkurang ya seiring bertambah umur". gumam Mely pelan


sejak 2 bulan berlalu Keyzo dan Kaisha tak lagi serewel sebelumnya.

__ADS_1


"mungkin saat itu adaptasi sama tempat tinggal baru". batin Mely


ia tak membangunkan baby twins karna masih tidur nyenyak, "nanti aja mandikan mereka"


Mely mengendap-ngendap mendekati ranjang dimana Pasha dan Kaira terlelap saling berpelukan, bibir Pasha menempel di kening Kaira.


Mely memotret anak dan menantunya lalu keluar dari kamar itu dengan senang seperti anak kecil yang dapat mainan baru.


"aku akan tunjukkan pada besanku nanti". gumam Mely dengan semangat


.


karna terlalu lelah, Kaira dan Pasha tak juga terbangun sampai jam 8 pagi, saat terbangun mereka kocar-kacir ke kamar mandi dan ketinggalan ibadah rutinnya.


Kaira dan Pasha memandikan Kaisha dan Keyzo.


"hati-hati sayang.. jangan mengenai mulut atau hidungnya". peringatan Kaira melirik Keyzo dengan serius


"iya..iya ". jawab Pasha dengan telaten memandikan Keyzo yang kegirangan main air.


Kaisha juga begitu senang main buih-buih sabun mandinya.


"kenapa putri kecilku sangat menggemaskan sayang hmm? ". tanya Pasha sedikit kesal.


Kaira sudah tau kenapa suaminya kesal dengan wajah super menggemaskan Kaisha.


"kenapa emangnya? kan bagus bisa membuat pria manapun tunduk padanya". pancing Kaira


"hadapi aku dan Dylan kalau ada pria yang berani mendekati putriku... aku nggak akan biarkan seorang pengecut memiliki putriku".


Kaira hanya terkekeh..


"di dunia ini nggak ada manusia yang sempurna hubby..! kalau ada yang mencintai putriku dengan tulus dan menerima apa adanya itu sudah cukup bagiku.! dan yang penting bisa melindungi nya"


"seperti aku melindungimu? ". tanya Pasha


Kaira mendengus


"Dylan yang melindungiku sebelumnya jadi jangan berbangga diri"


Pasha tak menyelah karna menurutnya memang benar..


"sudah sayang? udah main airnya ya?? ". bujuk Kaira menangkup tangan mungil Kaisha


Kaisha mengoceh yang pasti dengan pasti hanya bayi saja yang mengerti celotehannya, Kaira dan Pasha saling pandang lalu beralih ke Kaisha dan Keyzo yang mengoceh sahut-sahutan


"mereka sedang bergosip sayang? apa begini cara bayi bergosip? bahasa apa itu sayang? apa bisa aku les Privat? ". cecar Pasha dengan kebingungan


Kaira tertawa mendengar perkataan Pasha bilang akan les privat.


"kamu menertawaiku sayang? aku serius tidak sedang bercanda". wajah kesal Pasha.


"biarkan saja mereka bermain terlebih dahulu". ujar Kaira masih asik dengan tawanya.


Pasha pun menurut walau kesal tapi matanya terus saja melirik istrinya yang tengah tertawa.

__ADS_1


.


.


__ADS_2