
"apakah bisa nak..? " tanya Arabela dengan mata berbinar
"tentu saja bunda... anak-anak Pasha sangat pintar, dia pasti mengenali anda sebagai ibu dari mommynya... " jelas Pasha dengan senyum tipisnya..
"bunda akan lebih berterimakasih kalau kamu mengizinkan bunda bertemu dengan cucu-cucu bunda.. " ujar Arabela dengan raut wajah yang terlihat senang.
Pasha membawa Arabela ke ruangannya, sementara Rere dan Nisa bertugas menjemput anak-anaknya, Riska dan Katrina diberi waktu untuk memulihkan diri oleh Pasha karna kejadian saat itu , Panji juga ada di rumah sakit untuk memeriksa kondisinya.
.
.
Nova dan Dylan di bawa oleh Rere ke perusahaan MattGroup..
"ada apa sebenarnya ya kak..? kenapa daddy suruh kita keperusahaan ya..? " tanya Nova penasaran ke kakaknya.
Dylan berpikir sejenak..
"mungkin ada sesuatu yang mau di tunjukkan daddy pada kita,, sekalian kita memberi petunjuk analisis kita malam itu... "
Nova mengangguk jadinya walau masih tak mengerti.
setibanya di perusahaan daddynya, sikembar disambut oleh Mars dan beberapa pekerja lainnya yang kebetulan sedang Free.. sudah hal biasa bagi Nolan tapi mereka cuek aja dengan hal itu, Nova mendekati Mars.
"Paman sebenarnya ada apa..? kenapa kami dibawa kemari...? " tanya Nova dengan polos sambil menautkan jemari kecilnya di tangan Mars.
Mars tersenyum lebar, setiap kali melihat Nova bibirnya tak mampu menahan senyuman itu, Nova sangat ramah dan menggemaskan.
"lebih baik kita masuk aja dek..! " potong Dylan berjalan melewati Nova dan Mars.
Rere tak mengikuti Dylan sebab didalam perusahaan masih aman, lagian Dylan sangat hebat menjaga diri walaupun masih kecil.
"ayo nona kecil..! " ajak Mars
Nova mengangguk lalu berjalan dengan kaki kecilnya, Mars sampai mengikuti langkah kaki Nova biar tidak keduluan.
"paman Ramzi belum selesai liburan ya paman..?". tanya Nova
"besok paman Ramzi akan datang nona kecil tapi di hari resepsi besar pernikahan nyonya dan tuan muda ". jawab Mars dengan senyum gemasnya.
lagi-lagi bibir kecil nan menggemaskan itu berceloteh ke Mars, Mars tak merasa canggung kalau berbicara dengan Nova.
Dylan hanya diam mendengar celotehan adiknya itu, Rere dan Nisa tersenyum di belakang mereka, apalagi mendengar pertanyaan si imut sejagat raya itu.
Dylan tidak banyak bicara sama orang lain, tapi dia masih bisa menghormati yang lebih dewasa berkat ajaran mommynya.
__ADS_1
setibanya di ruangan Pasha, Nova langsung nyelonong masuk dan menyapa daddynya dengan cara mengejutkan.
Pasha terkejut sesaat lalu senyumnya mengembang sempurna saat tau yang mengejutkannya adalah putri kecilnya sendiri.
"daddy...?? " nova berlari ke arah Pasha lalu memeluk daddynya dengan manja.
Mars mengulum senyum manisnya bersama kedua pengawal sikembar, Dylan berjalan tenang ke arah Pasha dan duduk disampingnya seperti orang dewasa saja padahal wajahnya sangatlah imut tak cocok berperilaku seperti itu.. tapi tingkah Dylan itu malah bikin gemas semua yang melihatnya.
Dylan dan Nova punya daya pikatnya sendiri hingga setiap orang yang melihatnya akan tersenyum.
"eeh...? " Dylan terkejut melihat Arabela adalah tamu daddynya.
Arabela tengah menghapus air matanya melihat Nova dan Dylan ada didepan mata nya.
"ayo beri salam son..! Nova beri salam pada nenek.! Daddy tau kalian tau siapa nenek yang masih cantik ini kan..? " ujar Pasha sambil melepas pelukannya dengan Nova
Nova beralih ke Arabela dengan raut wajah lucunya.
"nenek benar-benar mirip sama mommy ya..? Nova juga mau mirip sama mommy tapi malah di bilang mirip sama daddy..! ". celoteh Nova sambil berjalan ke arah Arabela dan duduk disamping Arabela matanya tak lepas melihat sosok yang mirip dengan mommynya itu.
Pasha mengelus kepala Dylan dan memberi kode menyalami wanita yang tengah meneteskan air mata harunya itu.
"benarkah? nenek begitu mirip dengan mommy mu sayang..? ". tanya Arabela memberanikan diri mengelus kepala Nova.
"Dylan nenek..! " salam Dylan seperti putra kecil bangsawan saja.
Nova pun berdiri disamping kakaknya dan melakukan hal yang sama menyapa Arabela.
Mars, rere dan Nisa menganga lebar mendengar dengan telinga sendiri sikembar memanggil Nenek ke Arabela belum lagi mengatakan mirip dengan nyonya muda mereka saat ini, hanya satu yang ada dikepala mereka.. mama nya Kaira seorang wanita bangsawan terkenal.
"boleh nenek memeluk Kalian ?" tanya Arabela dengan ragu-ragu merentangkan tangannya.
Nova dan Dylan melihat ke arah daddynya yang tengah mengangguk mengizinkan mereka memeluk Arabela..
Pasha sangat tau bagaimana rasanya kerinduan itu, ia juga pernah ada diposisi Arabela hanya saja saat itu Kaira dan sikembar membencinya.
Arabela menangis saat Nolan ada dipelukannya.
"kalian keturunan darah biru cucu-cucuku, kekuatan hebat keluarga kami terutama pada cucu laki-laki ada di dirimu nak..kamu pasti sangat kuat seperti kakekmu..! "
Pasha tertegun mendengarnya.. ia juga tau Dylan memiliki kekuatan yang sangat tak wajar bisa menendang manusia yang bobot badannya melebihi Dylan, jadi darahnya dan darah Kaira menyatu menjadikan sosok Dylan seperti itu.
"dan kamu cucu perempuanku.. wajahmu boleh mirip daddy mu nak.. tapi kamu memiliki darah bangsawan yang artinya kamu sangat bisa menjadi seorang putri.. Etika seorang putri sudah ada didalam dirimu walaupun tidak mempelajarinya..! "
Arabela terus saja menjelaskan segalanya pada Sikembar nan patuh itu.
__ADS_1
"sudah waktunya nenek kembali ke hotel... besok nenek akan datang dihari pernikahan mommy dan daddy kalian...! "
"waah... apa kakek memakai baju aneh nenek? " tanya Nova antusias tak sadar apa yang dikatakannya.
"hah..? " cengo Arabela lalu baru menyadari maksud pertanyaan Nova, dengan pakaian mereka seperti ini sudah pasti aneh dikota ini.. Karna pakaian keluarga bangsawan ini hanya ada di kota A.
Pasha bangkit mengelus kepala putri kecilnya..
"jangan bertanya seperti itu sayang.. kamu akan memakai baju aneh itu juga..! " ledek Pasha
"benarkah daddy..? nova punya baju aneh kayak punya nenek..? " tanya Nova berbinar..
Dylan hanya diam mendengarkan pembicaraan mereka tanpa berniat ikut campur.
"kamu mau baju aneh kami cucuku..? " tanya Arabela mengusap pipi Nova
"mau nenek...! " jawab Nova dengan semangatnya.
"baiklah.! nenek akan buatkan baju ukuran tubuh kalian berdua di kota nenek.. ! baju yang sangat indah khusus untuk cucu-cucu nenek yang sangat luar biasa ini".
Nova memekik senang lalu memeluk Arabela yang tertawa, baru kali ini ia bisa tertawa saat di istana tak ada tawa nya yang seperti ini.. Arabela ingin lepas dari status itu bersama suaminya meninggalkan istana yang penuh dengan orang-orang yang haus akan tahta.
hidup bersama di kota ini sepertinya lebih menyenangkan tanpa ada larangan setiap pergerakannya.
.
.
.
Arabela keluar dari perusahaan Pasha dengan raut wajah bahagia, sebenarnya banyak yang bertanya-tanya siapa Arabela sebenarnya kenapa mirip dengan Kaira walau tidak 100% tapi ada sekitar 75%,,
"kita pulang daddy...? " tanya Nova
Pasha menggendong Nova yang sangat menggemaskan itu,
"iya kita pulang..! ayo son...! " ajak Pasha mengusap kepala Dylan
Dylan mengangguk.. Pasha berjalan menggendong Nova yang berceloteh tentang sekolahnya, Dylan mengikutinya disamping.. Rere dan Nisa di belakang mereka sambil tersenyum..
.
.
.
__ADS_1