
mereka bermain sampai sore di mol itu, Pasha dan sikembar berkali-kali mendapatkan hadiah apapun yang ada di segala permainan,
para penjaga permainan hanya diam dengan wajah tertunduk, semua hadiah-hadiah di kotak box didapatkan dengan mudah oleh keluarga hebat itu.
Kaira memijit pelipisnya sendiri, ia sampai tak bisa bergerak melihat banyaknya boneka di sekelilingnya
"mamah..? tolong hentikan mereka..! lama-lama Kaira bisa pingsan di tumpukan boneka ini...! ".memelas Kaira
Mely tertawa cekikikan.
"Mama juga tidak bisa menghentikan mereka sayang.. bahkan suami mama pun ikutan bermain dengan mereka.. mungkin sampai mereka mendapatkan semua hadiah yang ada di tempat ini.. "
Kaira tertawa canggung,
"Aakhh....!! " pekik Kaira
semua orang langsung panik berlari ke arah Kaira, sikembar yang duluan sampai di depan Kaira.
"mommy kenapa...? " tanya Dylan khawatir
"mommy pusing? " timpal Nova dengan khawatir juga
"sayang..? kenapa..? " sambung Pasha menangkup pipi Kaira
"kalian nggak lihat aku sangat lelah..!! bisakah kita pulang..? " ujar Kaira semenyedihkan mungkin
Pasha mengangguk tanpa ragu..
"iya sayang.. ayo kita pulang...! ". ajak Pasha langsung menyingkirkan boneka-boneka yang menutupi kaki Kaira.
Kaira tersenyum smirk hal itu di lihat oleh Matt dan Mely, Mely dan Matt saling pandang lalu menahan tawa sekuat tenaga.
"bagaimana hadiah-hadiahnya..? " tanya Kaira dengan lirih
"mama sama papa yang akan membawanya.. ". jawab Pasha mengangkat tubuh Kaira dan mencium kening Kaira..
Nova dan Dylan yang tak tau apa-apa kalau mommynya tengah berakting, mereka terlihat begitu khawatir.
"mommy..? " gumam Dylan dengan pelan
"kalian mau ikut sayang..? menggantung dikaki daddy atau mau di punggung daddy..? " tanya Pasha.
"Nova di punggung Daddy...! ". jawab Nova tunjuk tangan begitu menggemaskan dengan raut wajah paniknya..
"Dylan jalan aja megang baju daddy..! " jawab Dylan
"ok.. mama sama papa tolong bawakan hadiah-hadiah ini berikan sama anak panti tempat Kaira di besarkan.. panti kasih bunda dijalan XXX dan urus semua biaya permainan kita ". pinta Pasha
__ADS_1
Kaira tertegun mendengar perkataan Pasha yang memberikan semua hadiah-hadiah itu untuk anak-anak panti, ia tak menyangka Pasha punya sisi manis itu.
"baiklah.. kamu bawa Kaira ke mansion..!". perintah Mely menahan tawanya sekuat tenaga.
Matt pun mengangguk setuju, saat ini mereka hanya ingin tertawa tapi tidak mungkin di tunjukkan didepan Pasha dan sikembar yang tengah panik.
Nova pun di gendong di punggung Pasha, Dylan berlari mengikuti langkah besar Daddynya tapi tangan kecilnya memegang baju Pasha.
saat Pasha tengah menggendong Keluarga kecilnya ditambah ada dylan yang berlari memegang baju Pasha sungguh menggemaskan, mereka bergosip-gosip iri kapan mereka merasakan hal itu juga.
"itu tuan muda Pasha dengan wanita istimewa nya? "
"anak-anak tuan muda Pasha ada 2 dan sangat mirip dengan tuan Pasha sendiri.. sungguh beruntung wanita itu bisa mengandung benih berharga tuan muda kita ".
"kapan resepsi pernikahan mereka ya..? "
"apa tuan muda pasha dan wanita istimewa itu sudah menikah..? "
"dasar bodoh.. apa kau tidak lihat jari manis tuan muda pasha dan wanita itu...? "
"apa..?? aku tidak memperhatikan sampai kesitu...!"
"mereka memakai cincin pernikahan yang artinya sudah menikah, lagian aku dengar wanita itu kabur dari tuan muda Pasha membawa anak yang dikandungnya, berarti wanita istimewa itu tidak mau posisi nyonya muda Melviano.. "
"selain istimewa wanita itu juga bodoh ya..? bagaimana bisa menolak pria sehebat tuan muda Pasha dan membawa kabur anaknya! "
"wanita istimewa itu sangat menghormati Nyonya besar melviano yang menjodohkan tuan muda pasha dengan nyonya Nabila, itu sebabnya wanita istimewa itu kabur...! "
"Astagah...!! kau tidak lihat postingan misterius..? "
"aku tidak tau... apa isinya..? "
"ya menceritakan yang aku ceritakan tadi".
banyak gosip-gosip orang di sekitar mol menceritakan Pasha dengan keluarga kecilnya yang tak terlihat lagi.
setibanya di luar mereka di kejutkan dengan kedatangan wanita asing keluar dari mobil mewah mengejar Kaira.
"Anakku...!! anakku.. kamu anakku...!! ". teriak wanita itu dengan penampilan bak ratu nan elegan tapi pikirannya sedikit terganggu
"Kanjeng Ratu...!! "
teriak para bodyguard wanita itu kaget.
Pasha sampai terhuyung karna kaget saat wanita itu menyambar istrinya.
"maaf bu.. ehh Kanjeng ratu ...!! " selah Kaira tak mengerti kenapa wanita berpakaian aneh ini bisa ada disekitar mol dan memanggilnya Anaknya.
__ADS_1
"anakku... kamu anakku... anakku.. hiks.. hiks...
lepaskan anakku....!". teriak wanita itu memeluk posesif Kaira di gendongan Pasha
Pasha termenung dengan wajah bodohnya pun menurunkan Kaira.
Kaira di peluk oleh wanita itu.. Kaira tak tau harus berbuat apa? saat wanita itu menangis memeluknya.
"Kanjeng Ratu..! " para bodyguard memisahkan istri Atasan mereka dari Kaira.
sementara sikembar masih mematung, mereka benar-benar anak yang jenius melihat paras wanita itu memang mirip dengan mommynya.
Pasha memegang pinggang Kaira takut para bodyguard itu melukai istri tersayangnya.
"lepaskan aku.. gadis ini anakku.. sayang kamu kembali nak..? mama ratu sangat takut kamu nggak kembali sayang...? ini mama ratu..! hiks.. hiks.. kenapa kamu sudah besar..? mana jubahmu nak..? mana jubah putri bangsawan mu....? ". teriak Wanita itu begitu panik memegang pipi Kaira dan sekuat tenaga tak mau berpisah dengan Kaira.
Kaira mengerjab-ngerjabkan matanya tak tau mau jawab apa.. "maaf bu..! eeh... kanjeng ratu saya tidak tau apa yang kanjeng ratu katakan.. !"
"panggil mama ratu sayang..? atau Ibunda ratu ini mama ratu sayang..? kami sudah lama mencarimu..!!". selah wanita itu tak terima di panggil kanjeng ratu.
"lepaskan istriku yang mulia ratu Arabela .! ". pinta Pasha berusaha sesopan mungkin
ratu Arabela tak terima di pisahkan dengan Kaira, para bodyguard Arabela pun membawa ratu mereka pergi dari situ.
Kaira bisa melihat kesedihan Arabela yang menangis meraung-raung memanggilnya anak.
"tidaak... jangan pisahkan aku dengan anakku.. lepaskan aku. . dia anakku... apa kalian akan memisahkanku dengan anakku hah...?? lepaskan aku..aku Ratu Arabela keluarga bangsawan Ningrat keturunan darah biru Raja terakhir negara ini.. lepaskan aku... aku mau anakku..!! anakku... mama disini nak... anakku..!?"
teriakan pilu Arabela membuat hati Kaira seperti terlilit sesuatu hingga dadanya sesak.
Pasha menangkup pipi Kaira dan menatapnya begitu khawatir..
"kenapa sayang...? sakitkah..?? yang mana sakit..? "tanya Pasha memegang dada Kaira yang ditekan kuat dengan kepalan tangan Kaira
Kaira berkaca-kaca..
"mommy...?? " Dylan dan Nova memeluk pinggang Kaira,
ikatan batin mereka sangat kuat bahkan Dylan yang susah menangis kini meneteskan air matanya entah mengapa ia merasakan rasa sakit mommynya.
"kenapa sayang...?? ". panik Pasha masih menangkup pipi kaira ditengah nya dan Kaira ada kedua anak-anaknya memeluk Kaira..
"nggak tau rasanya dadaku sesak.!! ". lirih Kaira memukul-mukul dadanya, Pasha menahan tangan Kaira supaya tidak melukai dirinya sendiri.
"ayo kita pulang sayang.. !" ajak pasha dengan raut wajah yang bercampur aduk antara sedih, khawatir, penasaran..
.
__ADS_1
.
.