Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
pertemuan tak terduga


__ADS_3

"kamu harus dapatkan kedua anak itu Pasha.. ". tegas Matt dengan serius


"pasha juga tau pa..? tapi bagaimana? saat pasha cari data dirinya di ajang perkelahian itu, pasha tidak menemukan apa-apa? bahkan Pasha sendiri tidak bisa menembus data diri bocah kecil itu ". jawab kesal Pasha


peretas yang mencuri data perusahaannya aja belum didapatkan sampai sekarang, anak-anak hebat itu berhasil mengalahkan kedua anak buah terbaiknya dan sekarang ditambah papanya makin menekannya..


Pasha juga manusia kan.? mana bisa mengatasi masalah yang tak bisa dia cari, sekeras apapun Pasha mencobanya.. baru kali ini Pasha merasa kewalahan hanya mencari 1 data diri seorang anak kecil..


"siapa nama anak itu? ". tanya Matt


"Dylan kata nya pa.. ". jawab Pasha


"Dylan? artinya anak laut ?". gumam Matt tampak berpikir


"kita adakan pesta besar dan undang wanita manapun di negara kita yang sudah memiliki anak, siapapun itu ". ide Brilian Matt


Pasha tampak berpikir dan mengangguk membenarkan..


"kenapa kamu bisa jadi begini nak? kamu seperti bukan pasha yang jenius ". ledek Matt


Pasha hanya mendengus


"entahlah pah.. sebelum pasha menemukan peretas misterius itu kejeniusan pasha nggak berfungsi"


Matt terkekeh pelan, ia tau perusahaan Pasha kecolongan ditengah malam seseorang mencuri data penting perusahaan.


.


.


ke esokan harinya Kaira mengantarkan anak-anaknya sekolah,,


"hati-hati ya sayang? mommy bakal jemput kalian sebelum waktunya jam pulang ok ". teriak Kaira


Dylan dan Nova kompak mengangguk lalu melambaikan tangannya ke Kaira dan berlari saling kejar-kejaran hingga Kaira tertawa cekikikan melihat hal itu..


setibanya dikelas bukan hal yang aneh lagi bagi mereka berdua ditatap aneh oleh anak-anak lainnya,


"bagaimana sih wajah jelek kalian?". tanya anak 1 penasaran


"sangat jelek ". jawab Dylan singkat


"nanti kalian bisa pingsan dan masuk rumah sakit di ruang UGD.. wajah kami sangat jelek terutama bagian pipi ". jawab Nova menunjuk pipi sebelahnya yang tertutup cadar..


mereka bergidik ngeri lalu segera kembali ketempat duduk masing-masing..


Dylan dan Nova saling pandang lalu tersenyum penuh kemenangan dibalik penutup wajah mereka, walaupun mereka tau siapa ayah kandung mereka tapi tak ada niat hati mereka ingin bertemu sang Ayah.. mereka telah bertemu dengan Pasha tapi tak ada rasa ingin memeluk..


mungkin ini karma bagi Pasha yang tega membunuh mereka dimasa lalu.. beruntung wanita yang mengaku sebagai mommy mereka yang dibunuh, dan bukan mommy nya..

__ADS_1


.


Kaira berbelanja di supermarket,,


"beli stok sayuran yang banyak deh buat anak-anak." gumam Kaira tersenyum dibalik cadarnya.


Kaira memegang sayur Brokoli dan tertawa cekikikan mengingat Dylan dan Nova yang benci dengan satu sayuran itu..


"kenapa mereka berdua sangat mirip dengan cinta pertamaku itu..? ". gumamnya keheranan


Kaira meletakkan brokoli itu dan mencari sayuran lain,


"eeh...? udah penuh aja ya..? ". kaget Kaira melihat Troly nya sudah penuh bahkan menutupi jalannya.


Kaira mendorong pelan Troly nya sambil mengintip sebisanya jalan didepannya aman sampai ke tempat tujuannya..


Pasha sedang di tempat itu bersama panji, kata panji harus bawa buah segar kalau menjenguk Ramzi dan Mars,, mau tak mau Pasha harus membeli buah-buahan segar..


"kenapa banyak sekali..? ". gerutu Pasha


"tuan muda.. mereka berdua sangat suka makan apalagi tubuh mereka kekurangan vitamin,, jika banyak makan buah pasti akan cepat memproses kesembuhan mereka". jelas Panji dengan sabar.


Pasha terus saja berjalan ke samping dan tiba di tengah-tengah jalan,, Kaira sedang mendorong troly nya yang penuh dengan belanjaannya..


"buukkh...! "


"apa ini? kenapa troly ku nggak bisa jalan? apa ada batu? ". gumam Kaira memaksa mendorong trolynya..


"eeh... ada orang..! maaf tuan ". ucap Kaira


"ya iyalah orang, menurutmu memang ada batu di tempat ini? ". sindir Pasha


"jangan kejam-kejam dong tuan..!.saya tidak bisa melihat jalan gitu aja marah, apa anda sedang badmood.? ". gerutu Kaira berjalan mundur membawa trolynya juga berjalan mundur


Panji hanya diam dengan tatapan mata tak percaya,


bagaimana bisa atasan nya membiarkan seseorang menabrak tubuhnya yang berharga


"ya.. aku memang sedang badmood jadi cepat pergi sebelum aku mencincang wajahmu.. ". ancam Pasha dengan tajam


"baik tuan yang suka main cincang".jawab Kaira mencicit pelan berharap tak didengar oleh Pasha


"kau bilang apa tadi..? ". tanya Pasha


"saya hanya berbicara sendiri tuan? dimana kasirnya ya..? ". elak Kaira segera membawa troly nya ke jalan lain..


"dasar wanita kenapa belanja bisa sebanyak itu? apa anggota keluarganya banyak sekali". ejek Pasha berbalik dari Kaira lalu melanjutkan acara nya mencari buah-buahan..


"kenapa suaranya nggak asing ya..? dimana aku pernah mendengar suara itu? ". gumam Kaira tampak berpikir tapi pikirannya malah buntu tak menemukan jawabannya..

__ADS_1


"tuan muda..? ". panggil Panji ragu-ragu


"apa..? ". tanya Pasha singkat mengendus-ngendus buah pir yang dipegangnya


"apa tuan muda membiarkan wanita tadi..? ". tanya Panji pelan


"kenapa? memangnya aku harus apakan dia.? ". tanya Pasha malah bingung dengan pertanyaan Panji.


"tidak ada tuan muda.. ". elak Panji


Pasha kembali melanjutkan keseriusannya, Panji melihat ke arah Kaira yang tampak kesulitan mendorong troly nya yang penuh..


"banyak sekali belanjaannya kak? ". tanya seorang wanita melihat troly belanjaan Kaira..


"iya nih..! emang banyak karna semua makanan kesukaan anak-anak saya ".jawab Kaira tersenyum canggung dibalik cadarnya.


Kaira menggunakan kartu ATM nya untuk membayar belanjaannya..


"terimasih atas kunjungan anda nyonya.. ".ucap pelayan hormat ke kaira karna belanjaannya begitu banyak dan pastinya biayanya juga besar..


Kaira tersenyum manis dibalik cadarnya lalu dengan santai membawa belanjaannya yang sangat banyak itu, kalau wanita zaman sekarang banyak belanjaan baju, tas, sepatu dan hal lainnya.


berbeda dengan Kaira malah belanja sayuran tapi raut wajah Kaira begitu bahagia membawa semua plastik belanjaannya itu..


"eeh... aku lupa beli sosis untuk anak-anakku.. ". pekik Kaira menepuk dahinya sendiri sudah di belakang mobilnya meletakkan semua belanjaannya.


sebanyak ini belanja kenapa melupakan hal yang paling disukai anaknya, nasi goreng sosis+seafood kesukaan anak kembarnya..


terpaksa Kaira kembali ke Supermarket dan mencari makanan pelezat nasi goreng nya..


"mana ya..? sosis mana yang enak? ". gumam Kaira tampak kebingungan melihat banyaknya sosis di dalam lemari pendingin berbagai merek.


"yang ini enak! ". tunjuk seorang pria


Kaira tersenyum cerah dibalik cadarnya..


"terimakasih tu . ?? ". ucap Kaira dengan senang lalu berbalik betapa terkejutnya Kaira melihat sosok yang ia tak mau temui.


"tuan pasha..? " . batin Kaira meneguk saliva nya bersusah payah


"kenapa kau? " .tanya Pasha dengan heran melihat keringat di dahi Kaira


Kaira berbalik dengan raut wajah ketakutan lalu segera berlari menjauhi Pasha.. Pasha menaikkan alisnya sebelah, jika wanita lain pasti malah menempel serta mencari muka padanya kenapa satu wanita itu malah lari dengan tatapan begitu aneh menurutnya ?


"apa aku terlihat seperti hantu? ". batin Pasha keheranan


"ya Tuhan.. kenapa aku harus bertemu dengannya?


aku lihat berita tuan pasha tidak punya keturunan dan istrinya meninggal.. pasti dia akan membunuhku lalu merampas kedua anak-anakku ". gumam Kaira dengan langkah terburu-buru ke meja kasir.

__ADS_1


.


.


__ADS_2