
"aaaakkkkh....!! ". jerit Nova dan Kaira paling heboh
Pasha terpaku dengan suasana menegangkan sekarang, ia melihat ke Dylan yang tampak berbinar senang dengan laju kencang balon besar yang mereka naiki.
"aaaaahh... aahahaha... aaaa.... ". jerit Kaira dan Nova begitu heboh dan gembira.
seakan semua beban berat mereka pikul lepas begitu saja saat menjerit sampai puas, Pasha diam saja sambil melirik Kaira yang begitu bahagia.
Pasha tersenyum tulus lalu beralih ke Nova dan Dylan, tatapannya dan Dylan bertemu pandang, mata Dylan menjelaskan dirinya begitu senang dengan permainan ini walaupun tak menjerit layaknya anak-anak biasa pada umumnya.
booomm...!!
Balon mereka mendarat di kolam berenang, seluruh tubuh mereka sudah basah sambil tertawa lepas dengan situasi itu.
"ahahaha.. ternyata apa yang dibicarakan anak-anak sekolah kita benar kak, permainannya sangat menyenangkan". girang Nova mengayun-ngayun kaki kecilnya di kedalaman kolam
Dylan tersenyum.
"tapi mereka takut dan nggak berani main lagi"
"Nova berani main lagi..! ". seru Nova dengan senang
terpaksa mereka main sekali lagi kali ini lebih menghebohkan dari sebelumnya,
.
.
"udah..? ". tanya Pasha mengusap kepala Nova
Nova mendongak manja ke Pasha, "kita makan ya? "
Dylan dan Kaira mengangguk-ngangguk setuju.
ditengah kebahagiaan mereka ada seorang wanita yang mengintai Pasha.
"kalian begitu bahagia ya? ". senyum sinis wanita itu.
dialah Savira mantan model top nomor 1 dimasa Pasha belum menikah,,
(POV: masih ingat episode awal-awal yang Pasha di gosipkan dekat dengan Savira saat pacaran dengan putri? saat itu Pasha masih mencintai Putri..
Kaira masih berstatus pelayan di Mansion Melviano).
"aku gagal mendapatkanmu tuan Pasha tapi kamu malah menikahi pelayanmu? aku nggak peduli dia putri bangsawan sekalipun! sekali Babu akan tetap jadi Babu". seringai penuh dendamnya.
"aku menikah dengan pria banyak istri dengan tanganku sendiri aku mencekik pria tua bangka yang gila wanita itu, aku memotong bagian bawahnya sekarang aku mendapatkan hartanya sebagai istri tercintanya.! aku akan balas kau Pasha, karna kau Aku menikahi pria tua bangka itu".
Savira pergi dari tempat itu dengan mata memerah dan tangan terkepal, melawan Pasha bukan hal yang mudah bagi dirinya butuh rencana licik yang akan dia lakukan supaya bisa mendapatkan apa yang dia mau.
"bersenang-senanglah sampai kalian puas ! aku akan membuat keluarga bahagia kalian hancur berkeping-keping dengan saling membenci satu sama lain".
.
Pasha bersama keluarga kecilnya sedang makan di pendopo yang cukup ramai di tempat itu.
mereka makan di ruangan khusus supaya bisa makan dengan bebas tanpa gangguan.
__ADS_1
"bagaimana makanannya sayang? ". tanya Pasha gemas menciumi pipi gembung Nova yang tak berubah
Nova mengangguk-ngangguk pertanda masakannya cukup enak di lidahnya.
"kami biasa makan di negara E dengan cita rasa yang nggak seenak ini Hubby, jadi wajar mereka sangat suka makanan negara ini yang memang kaya akan rempah-rempah.. !". Kaira menjawab dengan senyum tipisnya
Pasha mengangguk jadinya, ia memegang tangan Kaira dan tersenyum begitu tampannya.
"terimakasih telah kembali ke negara ini lagi sayang ". ucap Pasha
Kaira juga tersenyum merapatkan tubuhnya ke Pasha dan memeluk Pasha dengan manja, sementara Nova dan Dylan makan dengan sangat lahap.
"maafkan aku yang lupa hari pernikahan kita
aku janji untuk kedepannya nggak akan lupa."
"baiklah aku maafkan sayang". balas Pasha dengan lembut
Pasha mencium sayang puncak kepala Kaira yang terbalut Pashmina, lalu mereka menatap kedua buah hatinya dengan gemas.
.
.
setibanya di mansion, Reza dan Rani sedang bersama dengan tangan yang bertautan mesra.
"kalian datang? ". pasha menyapa
"iya kakak! ". sahut Reza dengan hormat
"kamu bukan bawahan the xylver lagi.. kamu adalah bagian dari Melviano tugasmu menjaga adikku dengan baik"
"baik kak". jawab Reza dengan senyum lebarnya.
Kaira tersenyum manis menyapa Reza sementara Rani merangkul manja lengan Reza.
"kenapa kemari aunty? ". tanya Dylan penasaran
"apa aunty nggak boleh kemari? ". tanya Rani berpura-pura sedih
Dylan gelagapan lalu menggeleng-geleng kepalanya dengan panik tapi sangat menggemaskan, Nova memeluk Rani dengan senang.
"aunty ada kabar baik? ". tanya Nova yang tau dari raut wajah Rani yang berbeda
"uuh.. keponakan aunty hebat sekali ya kok bisa tau cobak ?? ". goda Rani mencubit sayang pipi Nova
"ayo kita masuk.. pasti mama merindukan kalian". Ajak Pasha
mereka masuk ke dalam mansion, Rani disambut hangat oleh Mely dan Matt, Lexy dan Arabela sedang menggendong Kaisha dan Keyzo.
.
"waah.. selamat ya Rani..! ". girang Kaira langsung memeluk Rani.
Rani memekik senang, Reza mengusap kepala Rani dengan sayang.
Reza adalah anggota Mafia the Xylver yang memiliki keahlian buka mobil yang terkunci, brankar dan banyak hal lainnya dengan kelebihannya itu, jujur dia mengagumi Rani sejak dahulu tapi tak pernah sedikitpun bermimpi memilikinya.
__ADS_1
tak disangka olehnya Rani yang tak pernah meliriknya malah menyukainya, selama ini Rani juga memendam perasaan pada Reza tapi karna Reza masih orang biasa jadi Rani ingin melihat kesungguhan hati Reza.
bagi perempuan berpendidikan seperti Rani sangat tau bedanya pria yang mengaguminya atau bahkan mencintai nya, selama ini Rani tau Reza mencintainya secara diam-diam.
"jaga kesehatanmu sayang..! ". peringatan tegas Mely mengusap perut datar Rani
Rani mengangguk-ngangguk kesenangan.
"kamu mau kerja di kota Reza? ". tanya Matt serius
"hah..? s.. saya.. ". gagap Reza
"kenapa kamu selalu merendah setiap kali bersama kami nak? kami sangat mengenalmu seorang Mafia setia the xylver, kenapa nggak bisa percaya diri membahagiakan anakku hmm?? ". Mely mengusap kepala Reza
Reza terdiam kaku,,
"bagaimana jika kamu jadi direktur utama restaurant Nolan Food Reza? kebetulan direktur utama ku sedang mengundurkan diri karna mau melanjutkan S3 di luar negri". tawar Kaira dengan antusias
Rani menatap harap suaminya..
"aku akan membantumu bebz ". rengek Rani
Reza melihat wajah menggemaskan Rani pun mengangguk pelan walau masih ragu,
Rani kegirangan langsung memeluk Reza..
"suamiku yang sangat mencintaiku..! aku mencintaimu suamiku"
Reza tersenyum malu ditatap keluarga Melviano, bagi seorang pria sepertinya yang masih merasa rendah tak berani bersanding dengan Rani tak pernah dikiranya Pasha, dan orangtua Rani menyetujuinya.
"terimakasih banyak Reza.. sekarang aku sangat tenang untuk bermalas-malasan di rumah hanya menghabiskan waktu dengan anak-anakku Kaisha dan Keyzo.. sedangkan Nova dan Dylan sedang sekolah"
"apa perlu aku panggil perawat supaya kamu punya teman sayang? ". tanya Pasha
Kaira menjatuhkan rahangnya, "nggak mau"
Pasha menggaruk kepalanya yang tak gatal, dimana letak kesalahannya.
Kaira berjalan mendekati Dylan dan Nova yang tengah bermain dengan adik-adiknya.
"mommm.. mom.. mom.. momm". Kaisha merengek minta digendong Kaira
Kaira terkekeh begitu juga Arabela dan Lexy..
"asi mu habis sayang... mereka kuat sekali minum asi nya". ujar Arabela mengusap kepala Kaisha
Dylan menggendong Keyzo yang tampak begitu kegirangan digendong Dylan, Nova juga memainkan tangan mungil Keyzo.
"Kaira bawa ke kamar ya bunda ayah". izin Kaira
kedua orang tua Kaira mengangguk mengerti.
.
.
.
__ADS_1