Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
keromantisan ditengah Pesta


__ADS_3

Dicky di kawal memasuki area pesta pernikahan Kaira dan Pasha, anggota the Xylver sudah memeriksa tubuh Dicky memang nggak bawa senjata apapun rekan-rekan dicky menunggu di pintu masuk..


beberapa pelayan membawakan hidangan dihari pernikahan Kaira dan Pasha..


"silahkan dimakan tuan..! tuan muda memberi hadiah karna tuan sudah mau datang diacara penting tuan muda dan nyonya muda...! " kata Pelayan


beberapa bawahan Dicky mengendus makanan itu, Anggota the xlyver memutar bola matanya dengan jengah.


"kalian tidak tau bagaimana cara kami membunuh..? dengan racun itu hanya perbuatan pengecut bukan seorang pria sejati, lebih baik mati karna mati dimedan perang dari pada mati diracuni pengecut begitulah motto kami...! "


"membunuh kalian hal yang mudah, kami pasti sudah menembak kalian saat ini tidak perlu lah main racun-meracuni".


"dia fikir kita mafia gadungan apa..? kami seorang pria sejati bukan pecundang yang dikenal sipengecut".


anggota the Xylver menyindir terang-terangan bawahan Dicky yang memang sempat mencurigai makanan yang dibawa pelayan.


mereka tersenyum kikuk..


"maaf...! " ucap mereka serentak.


akhirnya orang-orang Dicky makan dengan lahap dengan hidangan istimewa dari Pasha, sebenarnya Pasha sudah tau siapa pembunuh bayaran itu tapi tak bisa apa-apa saat sekelompok pembunuh bayaran itu melindungi pelakunya, sekarang boss pembunuh bayaran itu datang sendiri seperti ingin berdamai.


Pasha sangat tau geng pembunuh bayaran itu tidak pernah cari masalah dengannya, tapi sekarang cari mati melawannya yang artinya ada dalang di balik penyerangan itu.


"salam saya dari Dicky anggota XX pada Raja mafia the xylver..! " salam Dicky dengan sopan


"kau datang untuk berdamai bukan? katakan siapa dalangnya..? " tanya Pasha to the point..


Dicky sudah tau karakter Pasha di dunia gelap sudah pasti dikenal dengan kekejamannya, tak suka dikhianati, dan tak suka bertele-tele, baginya kepercayaan itu sangat mahal dan pasha rela menggaji bawahannya dengan tinggi karna harga kepercayaan itu sendiri, terkadang ada yang serakah merasa tak cukup dengan gaji yang diberikan Pasha.


"Nyonya Eli..! saya mohon jangan bantai rekan-rekan saya.. cukup hukum saya saja yang telah mencintai wanita itu tuan muda...! " pinta Dicky memohon dengan tulus.


"kau mengenal wanita itu..? " tanya Pasha mengerutkan keningnya.


"dia cinta pertama saya saat masih masa kuliah tuan muda". jawab Dicky dengan jujur.


"baiklah.. apa kau sudah melepaskannya? ". tanya Pasha ke intinya.


"sudah tuan...! " jawab Dicky


"baguslah.! aku akan memberi pelajaran padanya, kalau mentalnya kuat kau bisa menikahinya tapi dengan syarat jika dia memang sudah berubah.. !"


Dicky memberanikan menatap Pasha, ini bukan seorang Pasha si Raja the Xylver yang ia kenal, Pasha selalu bertindak kejam pada siapapun yang berani mencari masalah dengannya jadi wajar kalau Dicky kaget mendengar perkataan Pasha.

__ADS_1


"aku akan beri dia 3 pengujian jika berhasil berarti kau memang ada di hatinya...! setelah itu tugasmu membersihkan hati kotornya".


Dicky berkaca-kaca mendengarnya, bagaimana bisa Pasha begitu mendukung hubungannya dengan Eli sementara rekan-rekan nya tidak ada yang setuju..


Pasha tersenyum miring, ia menepuk pundak Dicky dengan tegas.


"cinta harus dipertahankan tapi jangan sampai Cinta membuatmu buta hingga lupa jati dirimu, jika dia meminta hal baik kabulkan jika untuk balas dendam kau harus ajarkan dia kejalan yang benar".


"tuan anda...? " gumam Dicky tak percaya sosok Pasha


"aku sudah berubah, aku tidak akan mau membunuh orang jika orang yang kukasihi baik-baik aja, tapi kalau aku ataupun keluargaku terluka jangan salahkan aku membunuh siapapun itu".


Dicky mengangguk-ngangguk membenarkan, ia tau maksud pembicaraan Pasha yang secara tak langsung menyindir rekan-rekan terbaiknya yang mati ditangan Pasha.


Dicky memberikan sebuah kotak kecil pada Pasha sebagai hadiah pernikahan mereka.


"terimakasih..!anda tidak mau bertemu istriku..? " tawar Pasha mulai menghormati Dicky yang lebih tua,


tadi membahas masalah seolah sebagai teman kerja sekarang Dicky datang sebagai tamu dengan memberi istrinya hadiah, tentu Pasha merubah sifatnya.


Pasha belajar dari kedua anak-anaknya yang sangat dicintai oleh pelayan Melviano, belum lagi trio the xylver yang sangat menyayangi sikembar padahal sudah pernah babak belur karna kehebatan anak-anaknya itu, sikap ramah anak-anaknya itu yang juga menghormati orang yang lebih dewasa, walapun Dylan tak banyak bicara tapi rasa hormatnya masih ada..


"tidak perlu tuan muda..! rekan-rekan saya belum makan". tolak Dicky mengingat teman-temannya belum makan


Dicky benar-benar tak percaya kepribadian Pasha yang sangat berbeda, ia hanya balas dengan senyum kikuk namun masih sopan.


Pasha kembali ke panggung pengantin dimana Kaira tengah melihat-lihatnya dengan raut wajah penasaran.


Umay dan Arla pun segera pamit undur diri.


"Arla..? " panggil Kaira


"iya saya nyonya muda". Arla membalik tubuhnya menghadap Kaira


"belikan aku seblak dong...! seblak yang kalian makan malam itu terlihat menggiurkan.. aku mau". rengek Kaira dengan manja


Arla tersenyum "Nyonya butuh berapa..? "


"hm..? 2 aja deh.. ehh.. 3 deh.. nanti Nova dan Dylan mau.. tapi satunya tidak usah pedas ya..? aku tidak mau anak-anak sakit perut karna terlalu pedas".


"baik Nyonya muda". jawab Arla dengan sopan


Pasha menganga lebar dengan permintaan istrinya yang makan lebih dari 3 kali 1 hari diacara pesta ini.

__ADS_1


"makan lagi sayang...? " tanya Pasha keheranan


Kaira nyengir kuda sambil memeluk Pasha dengan manja seolah merayunya untuk tak melarangnya makan banyak.


Pasha pun tergoda dengan rayuan istrinya itu, sejak hamil Kaira jadi pandai menggoda Pasha hingga membuat pria tampan itu makin tergila-gila.


Kini Pasha mengajak istrinya berkenalan dengan kolega-kolega bisnisnya dari manca negara yang rela seharian naik pesawat demi menghadiri resepsi pernikahan nya dengan Kaira.


"istri kamu sangat cantik tuan muda". ucap salah satu kolega bisnis Pasha dengan bahasa inggris..


Kaira menjawabnya dalam bahasa inggris juga.


"kamu bisa bahasa inggris Nyonya..? " tanya rekan bisnis Pasha


"Ya aku tau". jawab Kaira


dan kolega bisnis Pasha menguji dengan bahasa asing lainnya, Kaira bisa menjawabnya karna itu memang pertanyaan-pertanyaan umum.. Kaira pernah tinggal di negara E hal itu membuatnya harus tau sedikit bahasa negara asing yang lain.


banyak rekan-rekan bisnis Pasha memuji kepintaran Kaira yang sangat pantas menjadi nyonya muda Melviano.


"kamu menakjubkan istriku..! " bisik Pasha dengan senyum manisnya.


Kaira tersenyum lebar.. "buatkan aku makanan ya..? "


Pasha terkekeh melihat tampang memelas bak kucing menyedihkan saja istrinya itu.


"aku mau kamu masak ayam bakar tapi nggak pakai kompor melainkan arang...! " pinta Kaira memelas


Pasha membulatkan matanya..


"sayang aku...? " bantah Pasha tapi melihat wajah Kaira yang mulai terlihat sedih sambil mengelus perutnya pun tak lagi berani melanjutkan kata-katanya.


"baiklah.. akan aku coba..! " pasrah Pasha


Kaira memekik girang langsung melompat memeluk Pasha, ia tak peduli tatapan banyak orang, Pasha bukannya senang malah mengomeli istrinya itu yang tak berhati-hati karna kandungannya yang masih rawan.


beberapa wanita yang mendengarnya ingin menangis lalu menjerit histeris karna iri dengan kasih sayang Pasha pada Kaira.


orangtua mereka hanya tertawa senang melihat kemesraan anak-anak mereka seperti anak muda yang baru aja pacaran


Nova dan Dylan sibuk dengan rani dan ella yang mengenalkan sikembar pada teman-teman mereka, rata-rata pada gemas dengan Nova yang sangat ramah tapi Dylan hanya tersenyum tipis sebagai rasa hormatnya.


.

__ADS_1


.


__ADS_2