Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
undangan?


__ADS_3

"ada apa tuan muda..? ". tanya Panji yang baru datang melihat tuannya terlihat bingung.


"ada wanita yang aku bantu beli sosis tapi saat melihatku dia malah lari dengan tatapan yang terlihat takut! ada apa ya.? ". jawab Pasha


Panji tampak berpikir..


"mungkin tuan muda pernah melukai hatinya". tebak Panji seadanya


"benarkah? aku memang terlalu banyak buat kesalahan ". keluh Pasha dengan pasrah


"apa tuan sudah minta maaf pada wanita itu..? ". tanya Panji dengan hati-hati


"buat apa..? ". tanya Pasha dengan raut wajah arogannya


Panji tersenyum kikuk dan tak lagi berbicara, mana mungkin seorang pasha mau meminta maaf pada orang lain.. mustahil..


Kaira segera membayar sosisnya lalu berlari keluar menjauhi supermarket itu...orang di sekitarnya hanya menatap heran saja ke Kaira yang lari sangat cepat seperti kesetanan..


Kaira tiba di mobilnya dan menarik nafas dalam-dalam.. ia termenung di dalam mobil..


"maaf tuan..? anda tidak berhak terhadap anak-anakku... sungguh aku tidak pernah berharap menjadi nyonya muda di keluarga anda,, aku hanya seorang pelayan jika anda tidak memiliki keturunan mungkin anda akan merebut anak-anak ku dan membunuhku seperti Nayna.. hiks... hiks... aku takut sekali... ". tangan Kaira sampai gemetaran memegang setir mobilnya...


"Kaira ayolah... dia tidak akan mengenalimu jadi jangan takut ok..! ". Kaira bermonolog sendiri..


butuh waktu beberapa menit Kaira menenangkan tangannya yang gemetaran, setelah pulih Kaira segera pergi dari lokasi parkiran itu menuju rumahnya..


setibanya di Rumah, Kaira disambut oleh Ella yang mengomelinya seperti biasa tapi Kaira malah berjalan cepat membawa belanjaannya..


"hei...? dengar aku tidak..? ". kesal Ella berlari kecil mengejar Kaira..


Kaira meletakkan semua belanjaannya di atas meja sofa dan duduk lemas di sofanya..


"kenapa hei..? Kaira sadarlah? kamu kenapa? ". Ella sampai mengguncang-guncang bahu Kaira supaya sadar.


mata Kaira beralih ke Ella dan berkaca-kaca


"aku bertemu dengannya! ". ucap Kaira dengan tangan yang kembali gemetaran juga air mata yang sudah penuh dimata indahnya..


Ella melebarkan matanya begitu terkejut


"apa dia mengenalimu..? "


Kaira menggeleng kepalanya,


"cadar ini menyelamatkanku "


"bagus lah.. tetaplah seperti ini Kaira, hei.. sadarlah kaira.. sudah 7 tahun berlalu dan kau masih ketakutan melihatnya? lawan dia Kaira kenapa kau takut padahal kau punya sikembar yang hebat beladiri.. aku sendiri iri padamu memiliki anak seperti mereka seharusnya kamu lebih berani jika bertemu dengannya "


Kaira mengangguk membenarkan kata-kata Ella.


"aku memang beruntung memiliki mereka tapi kalau aku dibunuh olehnya bagaimana..? ". tanya Kaira dengan serius.


"apa menurutmu sikembar akan terima.? aku sendiri yang akan menghasutnya untuk balas dendam pada pria pembunuh itu ". tekat Ella dengan tatapan tajamnya..

__ADS_1


Kaira terkejut melihat tatapan Ella yang begitu serius.


"terimakasih... aku jadi lebih tenang mendengarnya". Ucap Kaira memeluk sahabat baiknya itu..


Ella tersenyum lembut dan mengelus punggung Kaira..


"jadi jangan fikirkan hal lain lagi.. Fokus saja


kamu melatih kemampuan mentalmu itu untuk melawan iblis pembunuh itu ". bujuk Ella


Kaira mengangguk sekali..


"jangan pernah takut Kaira.. sekarang kamu punya malaikat kecil yang sangat hebat.. mereka pasti akan melindungimu dari pria itu "


Kaira tersenyum mendengarnya, hatinya jauh lebih tenang dan tak lagi ketakutan seperti tadi..


.


.


Cukup lama mereka bercengkrama tiba-tiba ada yang menekan bel rumah nya, Ella keluar dan menatap waspada banyaknya orang dengan plat mobil bintang laut terparkir di luar pagarnya..


"ada apa..? ". tanya Ella to the point


"maaf nyonya.. saya hanya ingin mengantarkan ini..!". seru seorang pria berbadan besar dengan baju formal mereka yang begitu rapi..


Ella mengambil sebuah undangan yang begitu indah itu..


"kenapa saya di undang? saya orang baru disini


"datang saja nyonya hanya sekedar makan juga tidak apa..! kami permisi "


mereka semua segera berpindah tempat dirumah yang ada disamping rumah Kaira.


"kenapa isi suratnya begini..? ". gumam Ella kebingungan..


Ella segera berjalan cepat ke dalam rumah dan menunjukkannya ke Kaira..


"apa maksudnya? seorang ibu yang memiliki anak?


untuk apa keluarga besar Melviano mengundang seorang wanita yang sudah punya anak? ". gumam Kaira dengan pelan tapi masih bisa didengar oleh Ella


"pesta itu pasti bakal ramai Kaira! apa kamu akan datang ke acara itu? ". tanya Ella


Kaira menghela nafas panjang..


"aku ingin lepas dari keluarga itu apa aku bisa memilih nggak datang? "


"kalau kamu nggak datang bisa bahaya Kaira,, aku takut saat acara berlangsung akan ada pemeriksaan besar-besaran di masing-masing rumah oleh orang-orang yang memiliki mobil plat Bintang laut itu..


"aku tidak akan menunjukkan wajahku, jika mereka menyuruhku membuka nya bagaimana? "


"tidak akan.. kamu hanya perlu pergi dari tempat itu apa sulitnya? ". sungut Ella

__ADS_1


Kaira mengangguk membenarkan,,


jam pulang sekolah anak-anak Kaira akan tiba, Kaira dan Ella menjemput Nova dan Dylan.


hanya beberapa menit tiba di pekarangan sekolah itu anak-anak sekolah sudah pada pulang..


Nova dan Dylan berjalan tenang ditengah anak-anak yang berlarian keluar sekolah.


"mommy..? ". sapa Dylan dan Nova kompak lalu memeluk mommy mereka dengan senang.


"Aunty bagaimana? " tanya Ella dengan nada cemburu


Sikembar terkekeh lalu memeluk Ella dan menyapa aunty cantik dan baik mereka itu..


"ayo masuk sayang ". ajak Kaira


didalam mobil..


"mau apa kita disini mommy? ". tanya Dylan kebingungan saat mobil Kaira berhenti di sebuah toko baju mewah..


"kita beli gaun dan tuksedo mini buat kalian sayang".Ella yang menjawab..


mereka hanya bisa menurut dan mengekori mommy nya yang menggenggam tangan mereka berdua..


Ella memegang tangan Nova..


"selamat datang di toko kami Nyonya! ada yang bisa kami bantu? "


Kaira tersenyum lembut, setiap kali dia datang dimanapun pasti dipanggil Nyonya bisa apa kaira?


"kami mencari baju pesta untuk kedua anak saya mbak ". jawab Kaira dengan sopan


mereka semua makin segan dan pastinya makin bersemangat melayani Kaira dan yang lainnya..


tak akan ada yang mengenali wajah bocah kembar itu karna mereka bersikekeuh tak mau melepas penutup wajah nya.


"aku juga mau ikutan masuk pesta itu! aku penasaran bagaimana pestanya orang kaya ". rengek Ella dengan manja


Kaira terkekeh pelan..


"kalau begitu ikut saja "


"boleh kah? " tanya Ella dengan mata berbinar


"kenapa emangnya? asalkan kamu nggak masuk sendiri, karna kita hanya dapat satu undangan keluarga ". jawab Kaira


tak lama kemudian Kaira terperangah melihat anak-anaknya yang telah berganti pakaian indah bak pangeran dan putri kecil, Ella menggeleng-geleng kepalanya..


"bagaimanapun mereka memang anak Raja yaitu tuan pasha? sungguh aura mereka tak bisa ditutupi.. semua yang melihat kedua bocah kembar ini pasti akan menaruh hormat dengan sendirinya ". batin Ella berdecak kagum.


para pelayan toko juga menundukkan pandangan,


entah apa yang salah dengan diri mereka hingga langsung menghormati kedua bocah kembar itu padahal mereka tidak melihat wajah Nova dan Dylan..

__ADS_1


.


.


__ADS_2