
"kayaknya orang kaya boss..! ". seru rekan-rekannya kompak
mereka tertawa menggelegar.
"sepertinya aku pernah melihat mereka tapi dimana ya? ". gumam si boss tampak berpikir
"iya.. perempuan cantik ini mirip sama dewi bangsawan ningrat yang lama hilang itu ya boss ? yang lagi viral itu".
"alah nggak mungkin dia.. ngapain orang seperti dia datang ke tempat kumuh kita.. palingan ini hasil oplas biar mirip".
"iya juga ya..? zaman sekarang banyak yang oplas minta mirip istrinya tuan muda Melviano..! "
"tapi aku rasa pria ini juga mirip sama tuan muda melviano..? apa hanya aku yang berpikir yang sama..?? "
"iya mereka memang mirip sama pasangan fenomenal itu tapi nggak mungkin mereka datang ke tempat ini orang kaya seperti mereka malah lebih senang menghabiskan uang ke luar negri mereka ini KW".
Kaira merangkul lengan Pasha yang memeluk pinggangnya makin erat.
"hubby .! ". bisik Kaira pelan berusaha menenangkan amarah suaminya.
Kaira tau Pasha sudah berubah menjadi orang yang lebih baik tapi Pasha masih punya batas kesabaran
ia tak bisa di pancing dengan cara menjelekkan istri dan anak-anaknya hanya hal itu yang membuatnya marah besar.
tapi kali ini Pasha marah karna tatapan menjijikkan preman itu ke istrinya yang membuatnya tak bisa mengontrol amarahnya biasanya Pasha sangat tenang dan tak terbaca.
"kalian jangan cari masalah dengan kami pergilah kalau masih mau selamat". seru Kaira dengan lantang
para preman itu saling pandang satu sama lain lalu tertawa terbahak-bahak.
"ya ampun mereka bodoh sekali.. apa mereka nggak pernah nonton TV? aku menyelamatkan nyawa kalian tapi kalian malah menyodorkan nyawa kalian ke Suamiku apa kalian punya 9 nyawa?? ". gerutu Kaira dalam hati.
"mana dompet kalian? jangan mentang-mentang mirip orang kaya itu kalian berlagak seperti mereka kami tidak bisa kalian bodohi". si Boss mengibas-ngibaskan tangannya minta uang pada Pasha dan Kaira
Kaira makin gelisah,
"apa suamiku bisa membunuh orang lagi? ". batin Kaira dengan khawatir
Kaira bukan takut dirinya kenapa-napa? tapi malah takut Pasha akan membunuh orang.
Pasha tersenyum menakutkan
"nyatanya kalian memang bodoh"
semua preman itu terdiam lalu saling pandang seperkian detiknya tertawa terpingkal-pikal
"aktingmu bagus juga Melviano KW". ejek salah satu dari mereka
"aku akan congkel mata kalian dan membuangnya ke laut lepas..! berani sekali kalian menatap wajah istriku dengan mata kotor kalian". kata Pasha sudah keluar begitu saja mulut iblisnya
__ADS_1
Kaira melebarkan matanya, ia tak bisa bergerak di tempat.
"Hu. Hubby!". panggil Kaira ragu-ragu
Pasha tidak melihat Kaira hanya tangannya mengusap kepala Kaira dengan sayang dan penuh kelembutan.
"tunggulah disini jangan bergerak se inci pun! tanganku sudah gatal ingin menghabisi mereka". perintah Pasha tak juga melihat mata Kaira
Kaira tau artinya kalau Pasha tak mau melihatnya karna matanya sedang memerah marah, Pasha tidak pernah menunjukkannya ke Kaira selama pernikahan mereka sejahat apapun Kaira tetap saja Pasha menatapnya lembut.
"matilah kalian semoga kalian baik-baik aja ya? bukan salahku tapi salah kalian yang memancingnya, lagian ngapain sih kalian di gang sempit ini?". Kaira mengoceh sendiri tak bergerak barang sedikitpun di posisinya saat ini.
Kaira tak mau memancing amarah Pasha, jadi kalau di bilang diam ditempat artinya diam,
para preman itu mulai ancang-ancang seperti bersiap-siap menyambut serangan Pasha
"hei.. Melviano KW.. ngapain berlagak sok kuat hah?? kau fikir aku takut? berikan dompetmu baru kalian boleh lewat.. dengan syarat biarkan kami bersenang senang dengan Istri KW Melviano itu". si boss menunjuk Kaira yang sedang memijit pelipisnya sendiri
"Astagah..! dia malah memancingnya". gumam Kaira dengan pasrah
Pasha yang tersulut emosi langsung menendang tangan boss preman itu mematahkan sendi tangannya hingga berbunyi menyeramkan di dengar bawahan boss preman.
"hadiah dariku karna berani menunjuk wajah istriku!". melirik tangan Boss preman itu yang terkulai
Pasha meninju sebelah kiri dan kanan wajah boss preman itu yang sedang kesakitan makin buram saja pandangan boss preman itu.
"hadiah karna kau berani menatap kotor istriku". geram Pasha
pasha menendang selangkang*n preman itu hingga terlempar tak sadarkan diri, semua preman yang tadinya meremehkan Pasha tak lagi berkutik.
"karna kau berani meminta istriku untuk melampiaskan pikiran kotor itu !". Pasha menatap dengan tatapan membunuhnya ke arah mereka semua.
"kemarilah..! aku akan memberi perhitungan pada wajah kalian yang berani menatap kotor istriku". Pasha mendekat mereka melangkah mundur sambil menggotong boss nya yang tak sadarkan diri.
"kalian nggak akan selamat dari tanganku..! ". seringai iblis Pasha
Pasha berlari ke arah mereka hingga para preman itu lari pontang-panting seperti orang kesetanan tak dapat memukul semuanya karna kabur Pasha mendapatkan 5 orang untuk menjadi samsak tinjunya.
"hubby udah ! kamu bisa membunuh mereka semua. ". teriak Kaira di awal berdiri tadi
Pasha melepaskan perban tangannya yang sudah merah karna darah bukan lagi putih, Pasha mengeluarkan uang tunai dari dompetnya dan melemparnya ke 6 pria yang sudah pingsan babak belur karna ulah nya.
Pasha kembali ke Kaira dengan tangan bersimbah darah
"boleh aku bergerak?". tanya Kaira
Pasha mengangguk pelan, kaira dengan cepat berlari ke arah Pasha dan memegang kedua tangan Pasha dengan raut wajah khawatir.
"kenapa kamu memukul mereka? lihat tanganmu makin berdarah". marah Kaira
__ADS_1
"aku nggak suka tatapan mereka padamu sayang, aku benci cara mereka menatapmu". jawab Pasha dengan senyum manisnya seolah sudah lupa kejadian beberapa saat yang lalu
"kamu selalu menatapku seperti itu". gumam Kaira pelan tapi masih bisa didengar oleh Pasha.
"hanya aku yang boleh menatapmu seperti itu". seringai Pasha
"udah deh.. ngomong sama kamu nggak akan ada selesainya kita ke klinik obati luka tanganmu". Kaira menarik lengan Pasha
"biar aku yang bawa..! ". kaira mendorong tubuh Pasha ke kursi disamping pengemudi
Pasha melihat ke arah Kaira yang terlihat sangat sexy saat mengemudi mobilnya.
"dimana kliniknya? ". gumam Kaira pelan
Kaira menekan pemandu jalan dan menemukan alamat puskesmas terdekat.
.
.
"sudah tuan muda!". seru dokter pria yang sudah selesai mengobati tangan Pasha
"apa tangan suami saya baik-baik aja dok? apa perlu di CT Scan? ". cecar Kaira membuntuti dokter pria paruh baya itu.
Pasha terkekeh gemas dengan tingkah Kaira yang terkadang mirip Nova.
"tidak terjadi apa-apa nyonya saya sudah melihatnya, luka di tangan tuan muda karna tangan tuan muda terlalu dipaksakan maka nya begitu ! dan juga darah di tangan tuan muda bukan sepenuhnya darah tuan muda".
Kaira manggut-manggut mendengarkan perkataan dokter itu, Pasha malah bertindak bodoh dengan memperhatikan wajah menggemaskan istrinya yang serius dan khawatir.
para suster yang melihatnya yang terperangah takjub , mereka juga tidak percaya kalau benar-benar bertemu Pasha di puskesmas kecil ini, biasanya kan orang seperti Pasha berobat di rumah sakit besar walau hanya tertusuk duri itulah Pasha yang dikenal semua orang di kota ini.
"waah.. tuan muda Pasha terlihat begitu mencintai nyonya Muda..! ". jerit salah satu suster dalam hati
"sisakan 1 untukku Tuhan". batin suster yang lain.
Pasha memegang tangan Kaira yang membalas genggaman tangan Pasha tapi dengan lembut takut melukai tangan Pasha yang terbalut perban itu matanya Kaira fokus mendengarkan perkataan dokter seolah yang sakit itu Kaira bukan Pasha, padahal yang sakit sebaliknya..
.
.
Gas Terus Readersku tersayang . !!
wkwkwk..
😍😍😍
.
__ADS_1
.