
"makasih ya Kaira karnamu aku bertemu pria yang sangat mencintaiku.!". ucap Ella dengan tulus sambil mengusap-ngusap perutnya
Kaira melihat ke arah Ella dan tersenyum lebar, "aku ikut senang mendengarnya..! "
"kalau kamu butuh apapun katakan padaku ya? kamu tau kan aku adalah keluargamu jangan sungkan padaku". tutur Kaira begitu serius
Ella terkikik lucu, "apa hubunganmu dengan tuan Pasha baik-baik aja.?"
"iya.. baik.. emang kenapa? ". tanya Kaira heran
Ella menggeleng pelan kepalanya..
"tuan Pasha sangat mencintaimu Kaira..! jadi jangan jahat padanya".
Kaira mengerutkan keningnya
"kapan aku jahat padanya? aku juga mencintainya"
Ella tertawa saja..
"kamu kan bar-bar padanya".
Kaira tertawa mengingat semua tingkah nya begitu menolak Pasha mati-matian.
"aku benar-benar jahat ya dulu? aku mengira kalau aku hanya takut pada nya kenyataannya akulah yang paling jahat dari pada dia yang pernah membunuh".
"Kaira hei.. Kaira..! menurutmu wajar kalau kamu marah, benci dan takut pada tuan Pasha..! jika aku jadi kamu mungkin aku juga akan melakukan hal yang sama atau mungkin aku memilih mati aja". Ella menangkup pipi Kaira dan menatapnya lekat.
"ya.. semua hanya kesalah fahaman antara aku dan Pasha..! aku takut padanya yang sangat berkuasa, yang akan melakukan apapun untuk mendapatkan anak-anakku..! aku benci diriku yang dulu". mata kaca berkaca-kaca
"hei.. kenapa menangis..?? tuan Pasha pasti mengerti dengan sikap mu selama ini!". Ella mengusap air mata Kaira
"saat itu aku hanya ingin bahagia tanpa gangguan Pasha yang aku fikir sangat kejam dan jahat tapi aku salah besar..! Aku nggak bisa melindungi hatiku sendiri.. aku mencintainya karna semua sikap baiknya sangat berbeda dari yang aku bayangkan, aku terlalu penakut ! aku merasa hidupku bahagia tanpanya tapi pada akhirnya aku lah yang paling bahagia memilikinya..! Ella aku benar-benar menyesali semuanya..!"
Ella mengangguk-ngangguk percaya, tak lama kemudian Pasha mendekati mereka.
Ella yang melihat Pasha mendekati nya segera berpindah posisi di samping Kaira supaya tidak mengganggu Pasha nantinya bersama Kaira.
"sayang? kamu kenapa? ". Tanya Pasha dengan khawatir menangkup pipi Kaira
Kaira menatap mata Pasha
"kenapa kamu nggak pernah sekalipun marah padaku Hubby? katakan saja kamu membenci sikapku dulu yang selalu jahat padamu".
Pasha menggeleng-geleng kepalanya, "aku nggak pernah membencimu sayang! nggak pernah..! "
Pasha menatap tanda tanya ke Ella.
"Kaira bilang dia sangat menyesal pernah membuatmu menderita ". kata Ella
__ADS_1
Pasha menarik nafas panjang,
"aku mohon jaga anak-anakku bermain..! aku akan membawa istriku ke kamar".
"baik tuan". jawab Ella mengerti
Ramzi dan Ella berdekatan dan sesuai perintah Pasha, mereka menjaga sikembar kecil dan sikembar besar.
Pasha membawa Kaira ke Vila nya lewat pintu belakang Vila Ella tembus ke Vila Kaira, Pasha sengaja membuat jalan cepat itu sebab Ella dan Kaira sangat dekat melebihi saudara kandung.
"kenapa menangis hmm?? aku sama sekali nggak pernah membencimu sayang! kenapa kamu mengingat hal yang tidak penting? "
Kaira menangis kuat,
"lihatlah kamu selalu sabar padaku..! kamu sengaja kan? buat aku begitu bahagia supaya aku yakin kalau akulah yang telah menyia-nyiakanmu dan menyesalinya semuanya iya kan?? "
Pasha menggeleng-geleng kepalanya, "aku nggak mau kamu berpikiran begitu..! "
"tapi aku memang jahat Pasha..! aku jahat padamu dan semua keluargamu.. selama ini aku larut dalam gosip-gosip orang kalau orang kaya raya nggak akan suka dengan wanita dari kelas bawah, aku berpikir mamah dan papahmu sejahat mertua di TV-TV.. !"
Pasha menahan tawanya sekuat tenaga, pemikiran Kaira sangat konyol hingga membuat sosok Kaira jadi bar-bar padanya dan menjaga hatinya.
"heii... sayang..! kenapa kamu sangat menggemaskan hah? jadi itu alasannya kamu sangat bar-bar selama ini hmm?? kamu berpikir keluargaku sejahat tontonanmu? belum lagi aku yang seorang Mafia begitu? "
Kaira dengan polosnya mengangguk, "kamu Mafia dan orangtua kamu juga sangat berkuasa".
"tapi itu hanya ada di TV sayang, semua itu hanya konflik dalam keluarga. apa kamu korban sinetron?? " kekeh Pasha
Pasha tergelak, Kaira yang kesal memukul-mukul dada bidang Pasha
"hanya karna itu? bukan karna aku membunuh Nayna yang kamu anggap teman itu? ". tanya Pasha menggoda
Pasha sama sekali tidak menyangka alasan Kaira menjaga jarak darinya, sikapnya yang egois selama itu ternyata karna takut dengan gosip-gosipan orang dimana mertua kaya raya tak suka menantu miskin.
"kamu menjelaskannya kan? aku percaya". anggukan Kaira
"tapi kamu juga orang kaya kan sayang? apa kamu nggak bisa berpikir kalau kamu istimewa? bisa hamil anakku? kenapa kamu nggak datang pada kami minta pertanggung jawaban..! menunjukkan Dylan dan Nova padaku sudah pasti kami percaya".
Kaira menggeleng kepalanya, "terkadang aku merasa bodoh"
"kamu yang bicara bukan aku! ". kekeh Pasha
"kamu membenarkan kalau aku bodoh? ". kesal Kaira
Pasha tergelak, "kamu memang bodoh tapi sangat menarik sayang".
Kaira mengamuk memukul-mukul dada Pasha dengan tangan kiri dan kanannya sambil mengomel tak terima dikatakan bodoh.
Pasha menjatuhkan Kaira diatas ranjangnya dan mengikat tangan Kaira keatas dengan satu tangan kiri Pasha.
__ADS_1
"hei.. hei.. tapi aku nggak bilang kamu bodoh sayang..! kamu sendiri yang mengatakannya". bela Pasha dengan gemas
Kaira menatap lekat suaminya, "aku memang bodoh..! aku bahagia sekali memilikimu Hubby..! terimakasih telah menerima sikap baik-burukku selama ini"
Pasha tersenyum tulus mengecup sayang bibir Kaira
"aku mencintaimu sayang..! selamanya aku akan membahagiakanmu dan aku akan menjadi pria paling bahagia memilikimu".
Kaira menangis haru, "tapi aku hanya perempuan biasa yang terkadang berbuat salah"
"aku juga manusia biasa yang banyak berbuat salah kenapa kamu merasa kalau aku laki-laki bersih dari dosa hmm?? "
Kaira tersenyum, "akulah wanita paling bahagia memiliki suami sepertimu hubby".
"kalau begitu kita sama-sama bahagia karna kita memang istimewa"
Kaira tertawa, "dasar raja narsis.. "
"lepaskan aku..! sampai kapan kamu diatasku? ". Kaira melirik posisi mereka saat ini yang sangat intim.
"aku jadi menginginkanmu". seringai Pasha
Kaira melirik tangannya ke atas
"lepaskan tanganku kenapa kamu malah mengunci tanganku? "
Pasha melepaskan tangan Kaira lalu Kaira melingkarkan tangannya di leher Pasha.
"aku akan melayanimu suamiku tersayang". senyum termanis Kaira
Pasha mencium mesra kening Kaira, "lakukanlah sayang..! karna aku adalah milikmu".
"dan aku juga milikmu". sambung Kaira
mereka saling menatap penuh cinta, dan terjadilah hal yang seharusnya terjadi.
.
.
Kaira membuatkan makan siang yang menggiurkan untuk anak-anaknya.
setelah selesai memanggil semua orang, meja makan penuh, Ella makan di suapi Ramzi.
Kaira menyuapi bubur bayi untuk sikembar, Pasha menyuapi Kaira,, sedangkan Dylan dan Nova lahap makan siang.
"kamu makan juga hubby..! ". Kaira menodorkan kembali sendoknya ke Pasha
Pasha memakannya lalu menyuapi Kaira lagi.
__ADS_1
.
.