Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
perhatian


__ADS_3

.


.


ke esokan paginya vidio se*s Elis tersebar luas di stasiun tv manapun.. karir Elis hancur dalam hitungan menit, kebusukannya selama ini terkuak dimedia sudah dipastikan Elis frustasi dengan masalahnya sekarang..


sementara Kaira yang melihat berita hanya bisa bertanya-tanya dalam hati..


"kok bisa..? " gumam Kaira tampak kebingungan


barusan tadi berita baik tentang Elis muncul kenapa tiba-tiba jadi muncul berita buruk..


"apa sebenarnya yang terjadi dengan dunia berita ini...? aku bingung sendiri ". gumam Kaira keheranan


Kaira sama sekali nggak tau perihal apapun mengenai masalah Elis, Pasha dan sikembar


akhir-akhir ini Pasha jarang bersamanya kalau ke mansion pasti hanya menemui anak-anaknya aja terus ngilang entah kemana..


"apa hanya aku yang merasa diabaikan? kenapa Pasha ya..? "


Kaira nekat buat bekal makan siang untuk Pasha, ia memasak dengan perasaan senang buat Pasha.. entahlah hatinya tergelitik ingin mengantarkan Pasha bekal makan siang..


"Chiko..?? " panggil Kaira ragu-ragu


"iya Nyonya..!! " jawab Chiko langsung berdiri tegak tadinya sedang membersihkan kaca mobil nya..


"boleh pinjam mobilnya..? Aku mau kekantor antar bekal makan siang buat Pasha.. " Kaira menunjukkan bekal makan siangnya


Chiko tersenyum lebar, "bukankah nyonya sudah punya mobil sendiri..? "


Kaira tersenyum kikuk melihat mobil mewah di samping jejeran mobil Pasha, ia memang dibelikan mobil tapi Kaira masih ragu membawanya..


"silahkan naik Nyonya..! saya akan antarkan" Chiko membukakan pintu mobil milik keluarga Melviano buat Kaira


"aku duduk didepan aja! " semangat Kaira


"Nyonya saya tidak bisa membawa mobil jika nyonya ada disamping saya, saya bakal gugup nyonya.. " selah Chiko dengan jujur


Kaira jadi pasrah,,


Para pelayan menunduk sopan di depan mansion ke Kaira, seperti biasa Kaira memaksa mereka untuk melanjutkan pekerjaan mereka jadi bekerja sambil memberi hormat pada sosok nyonya nan ramah dan sederhana itu..


"apa Pasha udah makan..? bagaimana jika dia menolak..? ya Allah kenapa Aku nekat begini sih..? kan aku jadi malu kalau Pasha udah makan siang.. " batin Kaira


Jujur Kaira merindukan sosok mata biru nan damai itu saat menatapnya beberapa hari ini Kaira tak melihat Pasha, mereka hanya bertemu dimeja makan


"Chiko..!??"


"iya Nyonya.. " sahut Chiko

__ADS_1


"ada apa dengan Pasha akhir-akhir ini..? " tanya Kaira penasaran


"hah..? saya tidak tau Nyonya.. " jawab Chiko menggaruk tengkuknya yang tak gatal..


"nggak tau ya..? kenapa aku merasa dia seperti menghindariku? apa aku punya salah padanya? aku merasa nggak pernah mengatakan kata-kata kasar..? "


"apa jangan-jangan..? dia tidak suka aku tidur dikamarnya..? " tebak Kaira dengan dramatis hingga chiko tak kuasa menahan senyumnya bagaimana bisa nyonya mudanya begitu lucu dan menggemaskan..


"aku akan bertanya padanya..! kalau nggak suka ya bilang aja ngapain pakai ngilang segala.. " gerutu Kaira


sesampainya di gedung perusahaan Pasha, Kaira menatap ke atas gedung dimana ruangan pasha berada..


saat Kaira memasuki gedung perusahaan itu sambil membawa bekal makan siang, Karyawan yang kaget dengan Kaira segera menunduk hormat..


"Nyonya..!! " sapa mereka semua serentak ada dimana-mana (alias nggak teratur)


Kaira mengangguk.. "kerjakan pekerjaan kalian.. "


sesuai perintah Kaira mereka mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing, sungguh tak ada persiapan apapun saat nyonya muda pasha datang ke perusahaan..


Kaira berjalan dengan tenang ke dalam lift umum, ia terlalu malas menaiki lift khusus..


setibanya di meja sekretaris perempuan yang mengatur jam temu tuan Pasha dengan tamu, Kaira tak sempat bicara mereka menunduk hormat malah mempersilahkan Kaira masuk aja


Kaira merasa tak nyaman dengan perlakuan semua orang padanya.. "ya Ampun.. kenapa aku harus mengalami situasi ini...?? "


Kaira mengetuk pintu ruangan Pasha terlebih dahulu tak ada sahutan dari dalam, ia perlahan membuka pintunya,,


"kenapa kalian berbaris disini? apa kalian sedang di hukum..?? " tanya Kaira malah heran


mereka kompak melihat arah ruangan pribadi Pasha,


"kenapa dia..? " tanya Kaira


"kami menunggu data-data penting ditanda tangani Nyonya tapi tuan muda sedang tidur.. " jawab Panji dengan sopan


Kaira melebarkan matanya..


"data pentingnya hanya 3 berkas itu..? " tanya Kaira menunjuk map dibawa mereka semua..


"iya Nyonya.. " jawab ketiganya kompak


"dasar boss ya..! suka-suka aja.. " gerutu Kaira merampas semua berkas-berkas penting dibawa trio the xylver


Kaira menerobos masuk ke ruangan pribadi Pasha betapa kagetnya Kaira melihat wajah pucat Pasha yang tengah memaksakan diri untuk tidur..


"tuan? eh Pasha..? kau kenapa..? " panik Kaira segera berlari ke arah Pasha,


Kaira meletakkan asal map penting itu dan mengecek suhu tubuh Pasha..

__ADS_1


"Panas..?? Astagfirullah..!! tuan kau sedang demam tinggi.. " Kaira sampai mengibas-ngibaskan tangannya..


Trio the xylver hanya menunggu didepan pintu ruangan Pasha yang terbuka,


"kenapa dia bisa demam tinggi begini..? " tanya Kaira berteriak ke bawahan Pasha


"begini Nyonya kami sudah berusaha untuk membawa tuan muda ke dokter tapi tuan muda menolak... " jawab Ramzi


"ampuni kami Nyonya.. kami tidak sanggup memaksa tuan muda " sambung Mars


"di laci lemari ada kotak p3k Nyonya.. tolong obati tuan muda kami yang tidak bisa tidur beberapa hari ini.. " timpal Panji


"ya sudah kalian tunggulah sebentar aku akan bicara


padanya..! " pinta Kaira


Mereka bertiga kompak mengangguk sopan sebagai jawaban..


"tuan? eh. Pasha..?? Pasha..? apa kau bisa tanda tangani berkas-berkas itu dulu..? " Kaira menangkup pipi Pasha


Pasha perlahan membuka mata birunya yang terlihat sayup..


"Kaira?" gumam Pasha tak percaya sosok Kaira ada didepannya..


"iya ini aku..! sebenarnya apa saja yang kau lakukan hingga seperti ini Pasha..? kenapa kau tidak pulang kekamarmu beberapa beberapa hari ini..?? "


padahal baru 2 hari Pasha tidak pulang kekamar nya karna nggak sanggup melihat Kaira kalau mengigau tentang suaminya itu, Pasha bisa kehilangan akal sehatnya nanti..


dengan bujukan Kaira, data-data penting yang harus ditanda tangani oleh Pasha pun selesai lalu diberikan pada ketiga bawahan Pasha..


pintu ruangan pribadi Pasha di tutup oleh Panji, sekarang di ruangan pribadi milik Pasha hanya ada Kaira dan Pasha aja..


Kaira mengobati Pasha semampunya, berkat kepandaiannya di masa panti dahulu, ia bisa melakukan beberapa hal yang sangat bermanfaat dengan situasinya saat ini..


"Kaira..? "


Kaira tak menjawab hanya sibuk mengompres kening Pasha dengan air hangat,,


"ayo makan dulu, setelah itu minum obat.. " pinta Kaira


Pasha makan dengan pelan tapi Kaira begitu sabar menyuapinya hingga bekal makanan dibawa Kaira habis barulah Kaira meminumkan obat untuk Pasha..


"berbaringlah..! " Kaira membenarkan bantal Pasha lalu merebahkan kepala Pasha dengan hati-hati..


Kaira menarik selimut lalu menyelimuti pria yang sudah sah menjadi suaminya itu,


sejak tadi Pasha tak lepas menatap sosok Kaira,


ia benar-benar sudah jatuh cinta pada Kaira, ibaratnya cinta Pasha sudah tenggelam kedasar laut hingga Pasha tak bisa mengendalikan perasaannya saat ini yang kacau karna Kaira masih mencintai sosok mantan suaminya itu..

__ADS_1


.


.


__ADS_2