
ternyata yang Pasha lempar hanya jebakan bukan Mariam sesungguhnya, alhasil hantu pura-pura itu malu sendiri
Pasha beralih ke Kaira,
"bagaimana bisa kamu takut yang seperti itu tapi nggak takut denganku sayang..? "
Kaira langsung menoleh ke Pasha
"terus..? kamu mau menakutiku..? ". tanya Kaira dengan serius..
Pasha menggeleng kepalanya
Kaira menghela nafas berat, "aku lebih takut gelap...! "
Pasha mengangguk yang artinya dia tau
"apa kamu Fobia gelap sejak kecil sayang ?" tanya Pasha
"enggak..! " elak Kaira
"terus sejak kapan kamu Fobia gelap..? " tanya Pasha lalu menghentikan mobilnya di Apartemennya
Kaira mengerjab-ngerjabkan matanya melihat Apartemen Elit yang ada didepannya..
"ini kawasan elit ya..? " gumam Kaira segera keluar dari mobil Pasha dan melihat sekeliling..
bahkan gerbang pintu masuknya bisa terbuka sendiri seolah mengenali mobil Pasha
Pasha yang tak dapat jawaban pun mengumpulkan makanan yang mereka beli lalu keluar dari mobilnya..
"ayo sayang..! aku udah lapar.. " ajak Pasha
Kaira berlari kecil dengan sendal berbulu nya ala Kelinci imut, Pasha mengecup kening Kaira yang sangat menggemaskan itu, Kaira hanya diam tanpa protes..
.
Kaira melongoh takjub melihat isi Apartemen Pasha, sangat unik dan megah hanya saja Kaira bisa merasakan aura kesepian di Apartemen ini
"apa kamu jarang kesini Pasha..? " tanya Kaira duduk manis di sofa yang di tunjuk Pasha
"hmm... aku jarang kemari, disinilah aku melampiaskan kesedihanku yang tidak pernah aku perlihatkan pada siapapun, aku meratapi nasibku yang tidak pernah bahagia"
Kaira tertegun mendengar perkataan Pasha itu..
"itu karna kamu tidak dekat dengan sang maha pencipta Pasha..! kamu harus rajin menyembahnya
berdoalah pada yang maha kuasa untuk membuatku mencintaimu..! Allah maha mendengar... "
Pasha mengerjabkan matanya.. "benarkah..? aku harus meminta padaNya..? "
"hmmm..! Allah lah yang mempertemukan kita Pasha.. hingga aku memiliki anak darimu tapi kamu malah istimewa tidak bisa sembarang tanam benih aja. " dumel Kaira
Pasha terkekeh mendengarnya,
__ADS_1
"aku akan menghafal bacaan sholat.. "
Kaira terbelalak..
"kamu nggak hafal bacaan sholat Pasha..? "
"sedikit...! " jawab Pasha menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"masa kalah sama Dylan dan Nova sih..? bahkan anak-anak kita sering berdoa untuk kebahagiaan keluarga kita..! "
"iya sayang.. demi anak-anak KITA aku akan lakukan apapun itu!" jawab pasha menekankan kata yang di ucapkan Kaira cukup mendebarkan jantungnya..
Kaira mengambil roti bakarnya dan menyuapinya ke Pasha..
"kalau kamu selalu memasrahkan takdirmu pada yang maha kuasa..! percayalah Allah sangat mencintai hambanya Allah tidak akan menguji hambanya sampai melewati batas kemampuan hambanya sendiri.. karna kamu terlalu hebat maka nya ujian hidupmu cukup berat.. !!"
Pasha bersitatap dengan mata indah Kaira yang sangat mengerti dirinya...
Pasha mengambil tangan Kaira dan meletakkannya di pipinya Kaira mengelus rahang Pasha dengan senyum manisnya..
"aku jadi mengerti..! " ujar Pasha tersenyum begitu tampannya..
"kamu panutan Dylan dan Nova suamiku.. ! jadi kamu harus bisa menjadi contoh yang baik untuk sikembar kesayangan Kita..! " ceramah Kaira begitu menenangkan hati Pasha..
Pasha langsung menarik tangan Kaira dan masuk dalam pelukannya, Kaira yang merasa iba dengan tatapan Pasha tadi jadi membalas pelukan Pasha dengan menepuk-nepuk punggungnya.
hati Pasha benar-benar menghangat dengan perlakuan Kaira yang sangat keibuan itu..
"kamu mau buat aku bagaimana lagi sayang..? aku benar-benar telah mencintaimu Kaira..!" kata Pasha mengeratkan pelukannya
"tadi aku melihat wanita yang hamil besar membeli susu ibu hamil dan perlengkapan bayinya sendiri
aku jadi teringat padamu bagaimana kamu mengandung anak-anakku..? apa yang terjadi dengan keuanganmu? wanita tadi kekuarangan uang jadi aku membayar semua belanjaannya..! "
Kaira tersenyum..
"uangku cukup untuk membiayai anak-anak mu Pasha.. kamu harus baik-baik sama Ella.. dialah yang mengurusiku saat mengidam anak-anakku..! ya.. walaupun ngidam Ekstrim.. "
"Benarkah.? kamu tidak kekurangan uang..? " tanya Pasha sedikit bersemangat
"hmm... aku tidak boros Pasha uang yang keluargamu berikan padaku itu cukup untukku selama beberapa tahun ya walaupun kami harus menghemat..!"
"sudahlah jangan dibahas..! sekarang makanlah Pasha.. aku benar-benar mengantuk.. " kata Kaira sambil menguap lebar..
Pasha mengangguk lalu melepaskan pelukannya dengan Kaira..
Kaira memperhatikan Pasha yang tengah makan dengan begitu lahap, tapi mata Kaira benar-benar sudah berat hingga tumbang di sofa mewah Pasha..
Pasha tersenyum melihat itu, ia segera melanjutkan makannya..
.
.
__ADS_1
Pasha membawa Kaira ke kamarnya yang ada di Apartemennya..
Pasha mengecup bibir Kaira yang tengah terlelap.
"kamu benar-benar bijak sayang.. ! aku jadi ingin berubah untukmu dan anak-anak kita"
cukup lama Pasha mengoceh sendiri, Pasha berbaring di samping Kaira dan memeluk pinggang Kaira, Pasha menyusupkan wajahnya di leher Kaira..
"wangi tubuhmu makin membahana sayang...! " gumam Pasha di leher Kaira
Pasha terlelap menyusul Kaira yang sudah masuk kedunia mimpi nya..
ke esokan paginya Kaira terbangun terlebih dahulu dan sholat subuh tepat waktu,
"apa Pasha sengaja nyiapin mukenah dan sajadah ini disini??" gumam Kaira pelan..
Kaira menoleh ke Pasha, tiba-tiba lampu padam semua jadi gelap..
Kaira melebarkan matanya di gelap malam, ia benar-benar tak bisa mengatasi rasa takutnya itu..
"aakkkkhhh....!! " jerit Kaira begitu ketakutan
Pasha terbangun dari tidurnya dan mencari Kaira
"sayang..? " kaget Pasha
Pasha segera berlari ke Kaira yang tengah meringkuk dengan badan gemetar, Pasha bisa melihat dengan jelas di tempat gelap..
"kenapa sangat gelap.? dimana jalan keluarnya?
tolong...!! hiks. hiks... aku takut...! tolong hidupkan lampunya... " Kaira meracau ketakutan
Pasha memeluk Kaira dengan erat "aku disini sayang...! "
"jangan sentuh aku tuan..! akkkh... tolong..! jangaaannn..!! dimana pintu keluarnya? hiks... hiks...! " Kaira memekik mendorong Pasha lalu berlari ke arah mana saja
karna suasana sangat gelap apalagi ini apartemen memang sengaja di desain gelap oleh Pasha sebab ia suka gelap jadi sekali lampu padam sebentar maka apartemen ini akan gelap .
"Kaira..? sayang..! " Pasha berlari mengejar Kaira
lampu tiba-tiba menyala, Pasha berhasil memeluk Kaira dengan erat tatapannya meredup melihat wajah pucat Kaira dengan tangan gemetar menutupi telinganya sendiri
"apa kamu trauma berat karna malam itu Kaira..? " gumam Pasha yang langsung mengerti kata-kata Kaira tadi..
Kaira membuka matanya dan situasi sudah terang, ia pun pingsan jadinya..
air mata Pasha jatuh begitu saja, ia menciumi wajah Kaira dengan rasa bersalah yang teramat dalam
"jadi ini alasanmu takut gelap sayang.? karna malam itu juga gelap..? iyakan? "
Pasha memeluk Kaira di tempat itu tak beringsut sedikitpun sampai matahari terbit bayangan malam dirinya memperk*sa Kaira teringat jelas olehnya, Pasha teringat jeritan Kaira memohon untuk dilepaskan..
"kamu membuat hatiku sakit lagi sayang.. aku harus bagaimana..?? " lirih Pasha
__ADS_1
.
.