Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
kepanikan Pasha


__ADS_3

Bu Vio melihat penampilan Nova dan Dylan yang hanya terlihat acak-acakan di bajunya, tapi masih terlihat seperti anak normal lainnya, matanya membulat saat Dylan sudah ada didekatnya lalu jatuh pingsan tak sadarkan diri.


"bu..! bu Vio...? ". Nova menepuk-nepuk pipi Vio


"sebaiknya dibawa ke rumah sakit...! ". perintah Dylan


"baik tuan kecil..! ". jawab ke empat pengawalnya kompak


"kak Rere juga harus periksa keadaan..! ". perintah Dylan dengan mengintimidasi


"hah..? saya baik-baik aja tuan kecil". bela Rere


"perut kakak bisa dalam masalah harus diperiksa, kata mommy perut perempuan itu sangat berharga untuk masa depan.. jadi harus diperiksa sebelum aku marah kak". peringatan Dylan


dengan haru Rere mengiyakan, bagaimana bisa Dylan memikirkan masa depannya.


"bagus kakak..! mommy sangat tak suka kalau orang jahat berkelahi dengan perempuan menendang perutnya.. itu bahaya kata mommy.. ! nanti nggak bisa mengandung dedek". sambar Nova dengan bijak padahal tidak tau cara buat dedek.. (wkwkwk)


muka Rere memerah malu, lalu semua bergerak cepat menolong Vio.


.


.


di rumah sakit Nolan duduk di kursi tunggu, Pasha tiba dengan raut wajah khawatir.


"daddy..? ". Nova berteriak memanggil sang daddy


"sayang..? ya Tuhan.. kalian baik-baik aja nak..? ". panik Pasha mengecek tubuh kedua anaknya.


"baik daddy". jawab keduanya kompak


"kalian harus diperiksa !". perintah Pasha


"Daddy..!". protes Dylan tapi di abaikan oleh Pasha


Pasha membuat heboh satu rumah sakit untuk memeriksa keadaan anak-anaknya. Dylan menepuk jidatnya sendiri, Nova menggaruk tengkuknya dengan senyum kikuk tak bisa berkata-kata


Panji dan Mars pun juga kena omel sang Raja begitu juga pengawalnya.


"mereka nggak salah daddy...! ". Nova merentangkan tangan kecilnya membela bawahan Pasha


"kamu membela mereka sayang? mereka nggak becus menjaga kalian". Pasha menatap putri kecilnya masih dengan raut wajah marah


Nova memeluk Pasha dan mendongak ke Pasha.


"daddy..! Nova baik-baik aja kok, kami nggak terluka jadi nggak usah periksa ya..? ". bujuk Nova


"Dylan pulang aja". Dylan ingin pulang naik taksi sendiri tapi ancaman Pasha membuat langkahnya terhenti.


"kalau kamu nggak mau periksa sekarang son, daddy akan bawa semua dokter ke mansion kamu tau apa artinya kan? ". begitulah ancaman pasha


memang perkataan itu sangat sederhana bagi yang mendengarnya tapi tidak bagi Dylan, artinya Kaira akan tau sudah pasti akan lebih kacau lagi.


"baiklah". pasrah Dylan


"mommy jangan dikasih tau Daddy, nanti mommy sedih".rengek Nova


"itu sebabnya kalian harus patuh sama daddy.. ayo periksa..! kenapa kalian takut diperiksa kalau memang baik-baik aja". Pasha mengelus kepala Nova dengan sayang

__ADS_1


"justru karna kami baik-baik aja Daddy". bantah Dylan


Pasha menggeleng kepalanya tak percaya, kedua malaikat kecilnya diperiksa dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan berbagai alat canggih.


Panji dan Mars mondar-mandir seperti setrika, ketiga pengawal Nolan pun berdoa dengan khusu' di tempat duduk mendoakan Rere, Vio seolah sedang koma saja.


"Rere..? bagaimana keadaanmu..? ". tanya Nisa


dan yang lainnya berdiri mendekati rere..


"aku baik-baik aja kok.. dokter sudah menyuntikku..! "


"berarti serius ya..? ". tebak Riska


Rere menggeleng tapi tak berani menatap rekannya.


"tuan kecil tau tendangan orang itu sangat kuat di perutmu! jadi jangan sampai terluka kamu harus rajin minum obat.! ". peringatan serius Katrina


"bisa kalian menebus obatku? aku disuruh ke dokter lain demi memeriksa perutku benar-benar baik-baik aja atau enggak". pinta Rere dengan memelas


"biar aku yang tebus obatnya..! ". sambar Panji merampas kertas rere


"te... terimakasih tuan! ". ucap Rere


"tuan kecil dan nona kecil sangat sensitif kalau orang terdekatnya terluka ! jadi obati dirimu dengan benar kalau masih ingin bekerja melindungi mereka". peringatan Mars


"baik tuan". jawab Rere


Panji pun segera meninggalkan mereka,


sikembar sedang antri diperiksa dengan pakaian rumah sakit, Dylan terlihat tampan begitu berbeda dengan Nova yang heboh minta di fotokan oleh perawat terdekatnya.


"iya daddy". jawab Nova dengan semangat


Dokter mempersilahkan Dylan untuk duduk di mesin pemeriksaan, dengan sangat terpaksa Dylan harus mengikuti kegilaan daddynya periksa sana-sini supaya tidak mengadu pada mommy mereka.


.


.


"bagaimana hasilnya dokter..? ". tanya Pasha memeluk kedua anak-anaknya tapi masih khawatir bertanya pada dokter nya.


"hasilnya baik-baik aja tuan muda, ini boleh diperiksa..! tidak ada masalah di organ tubuh tuan kecil dan nona kecil tuan muda". kata dokter dengan sopan


Pasha melihat hasil tes nya baik-baik aja.


"ini apa..? "tanya Pasha melihat lembar tes DNA


"itu hanya bonus tuan muda.. kalau melakukan pemeriksaan tadi juga bisa tes DNA..! ". jawab dokter dengan sopan


"ngapain tes DNA? aku sudah tau mereka berdua anak-anakku..! ". protes Pasha


"simpan saja daddy". pinta Dylan


"apa maksudmu son? ". tanya Pasha


"mommy pasti bertanya kita dari mana". jelas Dylan lagi


"iya daddy..! ini bisa jadi Alibi kita". sambung Nova

__ADS_1


Pasha menarik nafas dalam-dalam lalu melihat hasil tes DNA yang menunjukkan kalau kedua anak-anaknya kini memanglah darah dagingnya, sebelumnya Keluarganya juga sudah melakukan tes DNA lewat rambut dan kuku sikembar.


"ayo pulang daddy..! Nova udah lapar nih..!". rengek Nova


"kamu lapar sayang? ". tanya Pasha berjongkok memegang pipi Nova dan Dylan


Nova mengangguk-ngangguk dan Dylan mengangguk sekali.


dokter dibuat tercengang dengan kasih sayang Pasha, ia melihat sendiri seorang Pasha memiliki keturunan dan wajah nya sangat mirip dengan Pasha dan melihat hasil tes DNA sudah pasti Pasha sangat posesif pada anak-anaknya, mendapat kan anak bagi seorang Pasha kan sangat sulit.


.


.


"bagaimana keadaan kak Rere..? ". tanya Nova memegang perut Rere


"baik-baik aja Nona kecil hanya terluka sedikit kata dokter akan sembuh beberapa hari kalau rajin minum obat dan periksa". jawab Rere dengan jujur


"kakak istirahat saja..! gantikan dengan yang lain". kata Dylan dengan serius


"baik tuan kecil". jawab Rere tanpa membantah


semua orang tau bagaimana mulia nya hati kedua anak-anak Pasha.


Panji dan Mars disuruh menjaga Vio oleh Pasha, ia harus membawa sikembar pulang ke mansion


.


.


Pasha membelikan anak-anaknya makanan saking laparnya sikembar makan di dalam mobil mewah Pasha.


"makan pelan-pelan sayang..! nggak ada yang rebut makanan kalian". peringatan Pasha


Nova tersenyum dengan pipi gembungnya sedangkan Dylan dibelakang hanya memperlambat kunyahannya.


"jangan beri tau Mommy daddy..! ". peringatan Dylan dengan berani pada Pasha


"iya.. daddy nggak akan beritau, yang penting kalian baik-baik aja daddy udah tenang... lain kali jangan gila melawan musuh sebanyak itu, umur kalian masih gila belajar bukan berkelahi ! daddy nggak suka kalau kalian terlibat tawuran"


"ck.. kami nggak sekanak-kanakan itu daddy..! ". decak Dylan


"ngapain juga kami melawan anak sekolah daddy..? melihat kami aja orang-orang udah takut daddy..! ". percaya diri Nova


Pasha tersenyum bangga lalu mengelus kepala Nova.


"kalian harus tumbuh normal...! gunakan kekuasaan daddy jika kalian tertekan".


"siap daddy ". kata Nova semangat


Dylan memutar bola matanya dengan malas tapi mulutnya masih mengunyah dengan khitmat


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2