
di dalam kamar mandi Kaira memegang pipinya yang bersemu merah..
"Sadar Kaira...! sadar..! kenapa kamu sangat mudah jatuh cinta pada nya? dasar gila!! "
Kaira memang mengakui ketampanan Pasha yang bisa membumi hanguskan satu negara terutama lawan jenis Pasha, dulu aja hanya dengan melihat mata Pasha aja Kaira udah jatuh cinta tapi sekarang Kaira yang tak mencintai Pasha di goda Pasha yang sangat tampan siapa yang bakal tahan ?
diam-diam Kaira mengagumi paras kedua anak-anaknya yang sangat mirip dengan cinta pertamanya itu yaitu Pasha, entah cinta itu ada atau tidak tapi Kaira benar-benar tidak pernah berharap akan posisi Nyonya Muda di kediaman keluarga Xylver..
malam itu bukan kebahagiaan bagi Kaira tapi sebuah malapetaka namun hadiah dari malam itu adalah malaikat-malaikat kecilnya.. itu sebabnya Kaira tidak pernah membenci Pasha atas kejadian itu..
"Nyonya besar, tuan besar...? ". sapa hormat dokter dan para suster melihat kedatangan Mely dan Matt
Pasha menatap tajam mereka semua..
"kalian terlalu berisik.. sana keluar !". usir Pasha dengan berbisik
mereka semua sekali lagi menunduk dan pergi dari ruangan Pasha.. Mely dan Matt tersenyum lembut melihat cucu-cucunya tengah tepar di atas perut Pasha.. wajah kedua bocah mungil itu sangat menggemaskan..
"mana Kaira nak..? ". tanya Mely
"tadi masuk kamar mandi mah! Pasha godain karna berusaha bangunin sikembar udah tau hari minggu..! ". seorang pasha baru pertama kalinya menggerutu.
Matt menganga lebar tapi segera ia menutup rahangnya dan terkekeh pelan,
"Sahabatnya..? ". tanya Mely
"saya disini Nyonya..! Astagah saya kesiangan masuk kerja.. ". gerutu Ella membenahi rambutnya
"libur aja nak.! ". perintah Mely mengelus kepala Ella
"hah..? " cengo Ella
"jika saja Jhonson ku masih hidup pasti mamah dengan senang hati menjodohkan kalian.. ". senyum senang Mely
Ella membelalakkan matanya.. "Nyonya..? "
"dimana Kaira nak..? ". tanya Mely mengalihkan pembicaraan
Ella menunjuk kamar mandi,
"ini baju gantimu nak..! besok aja kerja nya ya? mamah akan minta Pasha untuk menaikkan posisimu..
lagian kamu wanita berpendidikan! kenapa suka sekali bekerja sebagai tukang bersih-bersih? "
Ella menggaruk kepalanya yang tak gatal..
.
.
setelah selesai membersihkan diri dan sarapan, Kaira berkacak pinggang menatap malaikat-malaikat kecilnya yang sangat dijaga ketat oleh Nyonya Mely, Tuan besar Matt dan Pasha.
"kenapa Nyonya dan tuan tidak juga minggir? kalau di rumah jam segini mereka udah bangun.. masa iya mereka tidak sarapan dengan kita? "
"mereka sangat kelelahan sayang..! ". bujuk Nyonya Mely
__ADS_1
"Nyonya tolong kalau mereka nggak dibangunin nanti jadinya manja.. ". memelas Kaira tak mau kalah
Pasha tersenyum lebar mengusap kepala anak-anaknya..
Kaira tersenyum usil lalu tiba-tiba dirinya menjerit histeris hal itu tentu membangunkan kedua anak kembarnya..
"mommy..? kami datang.!". Ucap Dylan tanpa sadar menginjak perut Pasha
"Mommy..? gelap kah? mommy..? ". teriak Nova juga bergerak ala karate nya menginjak perut daddy mereka
Kaira tersenyum puas, Pasha menepuk jidatnya sendiri, pijakan kedua anak-anaknya tidak sakit atau mereka emang lagi tidak pakai tenaga dalam..
Matt dan Mely menghela nafas pasrah lalu menertawai wajah kusut kedua cucunya..
"mommy..? ". gumam Dylan dan Nova mengucek-ngucek matanya..
"iya.. ayo bangun..! ". titah Kaira dengan tegas
Sikembar mengangguk lalu melihat kebawah baru menyadari situasi mereka.
"tuan daddy..? " cengengesan Nova
Dylan menurunkan kakinya yang menginjak perut pasha sambil nyengir malu..
"udah bangun..? " kekeh Pasha
"maaf Daddy..! " ucap sikembar kompak
"iya.. daddy maafkan.. ". senyum bahagia Pasha untuk pertama kalinya mendengar panggilan menggelitik hatinya itu tapi sangat ia sukai..
"ayo turun!! ". Matt dan Mely merentangkan tangan mereka
"nanti Granma kelelahan karna badan Dylan berat". gumam-gumam Dylan
Mereka semua terkekeh, sementara Ella tersenyum cerah melihat kebahagiaan keluarga hebat itu karna sibocah kembarnya Kaira, Kaira hanya mampu menggeleng kepala dengan senyum lebarnya..
.
.
"kenapa aku harus ikut...? ". tanya Kaira tak terima melihat Pasha
"kamu harus ikut belanja dengan mama dan papa,,
biarkan dunia tau kalau kamu adalah nyonya muda Xylver.. ". kata santai Pasha
"kenapa kau suka sekali memerintahku ..? " kesal Kaira berkacak pinggang
"demi kebaikanmu sayang terlebih lagi kamu harus belikan baju sekolah yang baru untuk anak-anak kita...! " jawab Pasha lagi
Kaira pun tampak berpikir, Mely terkekeh melihat raut wajah Kaira malah terlihat lucu.. akhirnya Mely, Kaira, dan Ella beserta Matt pergi ke Mol Belanja keperluan buah hatinya..
"sekarang katakan apa tujuan kalian son? ". tanya Pasha serius ke Dylan
"kita mendapatkan data wanita yang membakar rumah kami daddy..! " sahut Nova
__ADS_1
Pasha melebarkan matanya ke Nova
"bagaimana cara kalian bisa mendapatkannya? bahkan tangan kanan Daddy belum melaporkan apapun.. "
"sangat mudah buat nova cari tau Daddy..! ". seru Nova dengan membangga diri
"bagaimana caranya..? ". tanya Pasha tak percaya
Dylan mengambil Laptop Nova di laci terdekatnya dan membukanya lalu memberikan laptop itu pada Nova..
Pasha memperhatikan saja gelagat anak-anaknya mata Pasha melebar sempurna melihat jemari kecil anaknya begitu lihai mengotak-ngatik laptopnya..
"apa maksudnya ini son? ". tanya Pasha menunjuk keahlian Nova
"daddy harus bangga pada kami,, Dylan jago main senjata apapun, berkelahi dengan hebat kalau Nova otaknya encer di komputer..! ". jawab Dylan berbangga diri
"enak aja kakak.. Nova juga bisa mematahkan tulang rusuk orang ya..? Nova juga pandai beladiri". sungut Nova
Mereka terus saja berdebat mengabaikan Pasha yang tengah terbelalak dengan mulut terbuka..
"apa itu patut dibanggakan? ya Tuhan Kaira..? kenapa anak-anak kita harus mewariskan 3 kali lipat kekuatanku..? ". batin Pasha melihat anak-anaknya secara bergantian
"daddy lihat...! " nova langsung berpindah tempat duduk dipangkuan Pasha..
"hmm..? ". Pasha mengusap kepala Nova lalu mengikuti arah tunjuk Nova
Pasha memicingkan matanya melihat wanita yang tengah menyamar itu di bayar oleh seorang wanita
"Daddy mengenal wanita ini..? ". tanya Dylan juga ikut duduk dipaha Pasha
Pasha mengusap kepala Dylan juga tapi matanya fokus ke layar laptop Nova yang melihat Pasha seperti mengenal sosok itu segera memperbesar cctv ..
"jadi dia orang yang membakar rumah kalian? ". tanya Pasha memastikan
"iya Daddy...! sepertinya ini masih tangan kanan ke bawahan.. pelaku sebenarnya bukan wanita ini..! ". jawab Nova
"kenapa kamu bisa begitu yakin sayang? " tanya Pasha serius
"daddy lihat ya analisis kami..! ". ujar Nova serius tapi disanggah oleh Dylan
"biar kakak yang jelaskan dek..! " seru Dylan
Nova mengangguk..
Pasha menjatuhkan rahangnya mendengar analisis kedua anak-anaknya benar-benar diluar nalar anak seumuran mereka..
"bagaimana bisa kalian sehebat ini ? ". tanya Pasha tak percaya menatap Nova dan Dylan bergantian
"kami memang hebat Daddy, itu sebabnya mommy nggak pernah kami izinin bekerja.. biar kami yang menghasilkan uang". jawab Nova dengan bangga
"hah..? " cengo Pasha
sungguh seorang Pasha bisa bertingkah bodoh saat berbicara dengan anak-anaknya kini, entah bagaimana cara Pasha menjelaskan perasaannya saat ini,, bahagia, senang, terharu, takut semua bercampur jadi satu..
"siapa yang tau jati diri kalian yang seperti ini? ". tanya Pasha serius
__ADS_1
.
.