Harimau Aulia

Harimau Aulia
mengawasi


__ADS_3

Masih di balai desa, entah apa yang ingin di sampaikan oleh Pak kades Budin kepada para warganya. Warga masih menunggu pak Budin untuk mengatakan pidatonya siang itu. Berapa jam kemudian Pak Budin mulai mengatakan pidatonya kepada para warga.


''Bapak-bapak dan ibu-ibu saya ingin menyampaikan sesuatu kepada kalian semua mulai malam ini kita semua harus berjaga-jaga setiap desa satu kelompok dan kelompok lainnya menjaga setiap desa. Sebab desa kita tercinta ini sudah semakin meresahkan. Bahkan ada yang mengatakan bahwa desa kita ini seperti dahulu lagi dimana para siluman harimau akan menakuti kita bahkan bisa menghabisi kita. Jadi malam ini kita harus berjaga-jaga di setiap desa,'' ucap pak kades dalam pidatonya.


Warga tersebut saling bertanya kepada warga lainnya mereka merasa takut untuk berjaga di malam hari apa lagi ini menyangkut harimau jadi-jadian.


''Pak kades, bagaimana kami bisa berjaga-jaga sedangkan yang kita hadapi ini harimau jadi-jadian bukan harimau biasa,'' ujar salah seorang warga.


''Benar pak, kalau harimau biasa kita masih bisa menanganinya dengan menggunakan sebuah perangkap, sedangkan yang satu ini siluman pak,'' sahut warga lainnya.


Pak kades Budin tidak bisa, menjawab pertanyaan dari warganya tersebut. Karena pertanyaan dari warganya memegang benar, yang di hadapi mereka sekarang bukanlah harimau biasa.


''Pak ustadz apa yang harus saya katakan kepada warga, saya menjadi bingung dengan pertanyaan warga, sebab yang mereka bilang memegang benar,'' ujar pak kades Budin.


''Izinkan saya untuk menjawab pertanyaan dari warga,'' ucap ustadz Karim.


Pak kades menganggukkan kepalanya,'' silahkan ustadz,'' mempersilahkan ustadz Karim untuk menyampaikan pidatonya.


''Bapak dan ibu, saat ini kita memang harus menjaga desa kita ini dari harimau yang berbahaya itu. Tapi jangan lupa Allah SWT selalu melindungi kita semua, tetaplah selalu berdoa agar kita semua terlindungi,'' ucap ustadz Karim.

__ADS_1


Para warga pun menyetujui perkataan dari ustadz Karim tersebut. Malam itu juga mereka mulai berjaga-jaga di setiap desa mereka.


Bara menghembus napasnya dengan kasar.


''Ada apa?'' tanya Aulia sambil melihat ke arah Bara.


''Masalah satu belum selesai, sekarang muncul masalah lain, ini gara-gara siluman harimau itu yang telah menikahi manusia!'' ucap Bara kesal.


''Jangan kamu salahkan manusia, ini juga masalah kita,'' sahut Aulia.


Murid dari Ratu Sanca sedang mengintai Aulia dan Bara di bukit tersebut.


''Oh iya, Aulia kenapa teman elang kau itu tidak pernah muncul lagi?'' tanya Bara mengerutkan keningnya.


''Aku jadi penasaran sama elang itu siapa dia sebenarnya apakah dia juga makhluk jadi-jadian seperti kita sebab aku lihat dia cukup aneh dan dia juga memiliki kekuatan yang luar biasa,'' ucap Bara.


''Aku sempat berpikir bahwa elang itu adalah jelmaan pedang pusaka permata putih itu!'' ujar Aulia.


''Apa! kenapa kamu sempat berpikir seperti itu?'' tanya Bara.

__ADS_1


Belum sempat Aulia menjawab pertanyaan dari Bara. Tiba-tiba saja dia mendengar desisan ular.


''Sepertinya ada yang sedang mengawasi kita,'' ujar Aulia dia pun menoleh ke belakang dia melihat tidak ada siapa-siapa.


Aulia dan Bara berjalan mendekati sumber suara tersebut.


''Keluar! kau dari sana, saya tahu kalian bersembunyi,'' teriak Aulia.


''Ohhh... Ternyata kalian yang mengawasi kita dari tadi, apa kalian tidak ada pekerjaan lain selain mengawasi kami?'' tanya Bara.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG jangan lupa minta update dan dukungannya


__ADS_2