
Malam itu Bara tidak bisa memejamkan matanya bahkan semenit pun tidak bisa, karena dia masih teringat kepada ibunya.
Di tempat lain Aulia juga teringat kepada Bara pastinya Bara sangat bersedih akan kepergian ibunya, Aulia pun pergi ke rumah Bara. Dia berniat ingin menghibur sang sahabat.
''Ke mana perginya Bara kenapa dia tidak ada di rumahnya,'' gumam Aulia, ''issh pasti Bara pergi ke kerajaan Ratu sanca dan dia pasti ingin menyerang Ratu sanca,'' batin Aulia, Aulia pun segera pergi dari rumah Bara dengan cara menghilang.
Wilayah kerajaan Ratu sanca, Bara sampai di permukaan sungai, Bara berdiri dari atas tebing tinggi dia mengeluarkan ilmunya dan lemparkan ilmu sihirnya ke arah sungai. Membuat kerajaan Ratu sanca berguncang hebat.
''Ada apa ini?'' tanya Ratu sanca dia pun berdiri dengan sepoyongan.
''Keluar kalian para siluman jangan hanya bersembunyi di bawah air hadapi saya!'' teriak Bara dari atas tebing.
''Kurang hajar berani sekali bocah itu mengganggu istana ku!'' ucap Ratu sanca.
''Ratu biarkan kami yang menghadapi harimau itu,'' ucap sang pengawal.
''Baiklah kalau perlu kalian habisi dia, biar raja Agra menangisi kematian murid kesayangannya itu!'' ucap Ratu sanca tersenyum jahat.
Para mengawal pun segera pergi dari istana, di luar mereka bertemu dengan Bara.
''Dimana Ratu kalian? apa dia sembunyi atau dia takut menghadapi ku?'' tanya Bara membalikkan badannya karena pengawal Ratu sanca berada di belakangnya.
''Ratu kami tidak takut dengan bocah seperti kau,'' sahut pengawal.
__ADS_1
''Benarkah seperti itu, jika dia tidak takut kenapa dia tidak keluar menghadapi ku!'' bentak Bara.
''Ratu kami tidak perlu mengotori tangannya dengan darah mu, cukup kami saja yang akan menghabisi mu,'' ucap sang pengawal.
Bara hanya tersenyum mering mendengar perkataan para pengawal Ratu sanca, mereka pun mulai bertarung melawan Bara yang sendiri. Tidak berapa lama Aulia pun segera datang membantu Bara yang sedang pertarung.
''Aulia ini bukan urusan mu, ini urusan kami!'' ucap sang pengawal mereka merasa takut jika berhadapan dengan Aulia.
''Dia adalah sahabat ku, urusan dia adalah urusan ku juga!'' sahut Aulia sambil mengeluarkan ilmu sihirnya melemparkannya ke arah para pengawal Ratu sanca.
''Ratu tolong kami Ratu!'' ucap sang pengawal menghadap sang Ratu.
''Satu harimau saja kalian tidak mampu melawannya apa gunanya kalian ini!'' sahut sang Ratu.
''Aulia dia selalu ikut campur dalam urusan ku,'' batin Ratu sanca dia pun segera pergi ketempat pertarungan itu.
Sang Ratu langsung melemparkan ilmu sihirnya ke arah Aulia dan Bara, membuat mereka berdua terjatuh dari tebing tersebut.
''Ayo kita kembali ke kerajaan biarkan dua harimau itu mati dibawah sana,'' ucap sang Ratu.
Para pengawal pun mengikuti perintah sang Ratu mereka untuk kembali ke kerajaan bawah air.
Aulia dan Bara kembali bangkit mereka melihat ke arah tebing tempat mereka jatuh.
''Bara apa kau tidak apa-apa?'' tanya Aulia sambil memegang tangannya yang sedikit terluka.
__ADS_1
''Tidak hanya sedikit luka,'' sahut Bara.
Mereka berdua beristirahat di atas sebuah batu besar di hutan itu.
''Kenapa kau sangat nekat pergi ke tempat ini, jika kau kenapa-napa bagaimana?'' tanya Aulia sambil mengusap tangannya yang luka.
''Aku tidak bisa melihat ibuku meninggal seperti itu, aku datang ke tempat ini untuk membalaskan semuanya!'' sahut Bara.
''Kita tidak bisa melawan Ratu sanca dengan keadaan seperti ini, siluman itu ilmunya cukup kuat dari kita dan dia juga memiliki banyak pengawal,'' sahut Aulia.
''Aku harus bagaimana Aulia, kenapa siluman itu harus menghabisi ibuku apa salah dia. Dia tidak tahu apa-apa soal ilmu gaib seperti itu ibuku hanya manusia biasa bukan siluman!'' ujar Bara.
''Apa kau lupa Bara, aku juga kehilangan orang yang sangat aku sayangi dia adalah kakek ku, tapi aku masih bisa menerima takdir itu,'' sahut Aulia.
Saat mereka sedang beristirahat di atas batu tersebut, tiba-tiba saja harimau kuning mendekati Aulia dan Bara.
.
.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1