
''Kau harus menjaga rahasia ini jangan sampai ada orang lain yang tahu,'' ujar Aulia yang masih terbaring di dalam pondok.
Bara menganggukkan kepalanya, Aulia menarik napas dalam dan melepasnya dengan perlahan, berharap kejadian itu tidak nyata.
''Hujan sudah berhenti apa tidak sebaiknya kita pulang sekarang pasti orang tua kita khawatir kalau kita belum pulang,'' ujar Bara.
Aulia menganggukkan kepalanya,
Bara merangkul tubuh Aulia, karena dia masih merasa sakit karena pertarungan itu.
Mereka pun keluar dari pondok tersebut. Di sepanjang perjalanan mereka berdua hanya diam saja. Tidak lama tibalah mereka di rumah masing-masing Bara langsung masuk kedalam kamarnya tanpa menyapa kedua orang tuanya.
''Aulia kamu dari mana saja? kakek sama nenek sangat khawatir sama kamu?'' tanya Bu Lilis.
''Maaf nek, kek, tadi Aulia sama Bara kehujanan saat hendak pulang, jadi Aulia menunggu sampai hujannya berhenti maka dari itu Aulia pulang terlambat,'' sahutnya dengan lembut.
''Ya sudah sekarang kamu makan dulu nenek sudah masak buat kamu tadi,'' ujar Bu Lilis.
''Nanti saja Aulia makan nek, Aulia mau ke kamar dulu ganti baju,'' sahut Aulia sambil berjalan menuju kamarnya, sampai di kamar Aulia menjatuhkan tubuhnya ke atas tempat tidur.
''Aduh... Tubuh ku tersa sakit semua pasti gara-gara berkelahi tadi,'' gumam Aulia.
Aulia membayangkan kejadian tersebut kenapa? dia bisa sekuat itu, padahal dia tidak bisa bela diri, dan tidak pernah mengikuti belajar bela diri, tapi kenapa? tiba-tiba dia bisa. Dan dia juga merasa mempunyai kekuatan yang luar biasa pada dirinya. Setelah menatap kedua telapak tangannya, Aulia pun tertidur. Malam itu Aulia bermimpi di datangi seorang kakek-kakek.
''Wahai anak muda sedang apa kau disini?'' tanya orang tua itu.
__ADS_1
''Maaf kakek saya sendiri pun tidak tahu dimana saya berada sekarang,'' sahut Aulia bingung menatap sekelilingnya.
''Apakah kau tidak tahu bahwa kau masuk ke dalam hutan terlarang?'' tanya orang tua itu.
Aulia melihat sekeliling. Hutan tersebut.
''Bukankah hutan ini tidak bisa di masuki oleh manusia, jadi kenapa? saya bisa berada disini?'' tanya Aulia.
Orang tua itu mendekati Aulia''Mungkin kau adalah bagian dari kami,'' sahut orang tua
itu.
''Maksud Anda apa?'' tanya Aulia tidak mengerti.
''Mari ikut saya istirahat dulu di tempat kakek,'' ajaknya.
''Kemana? kakek akan membawa saya?'' tanya Aulia.
Orang tua itu hanya diam saja dia terus berjalan tanpa menoleh kebelakang.
''Aku akan membuat sebuah tanda disini agar nanti aku bisa keluar dari hutan ini,'' batin Aulia.
Untungnya di saat Aulia membuat tanda di pohon-pohon besar yang ada di hutan tersebut, orang itu tidak menoleh ke arahnya.
''Ayo masuk, ini adalah tempat kakek salat bersama murid-murid kakek,'' ujar orang tua itu.
__ADS_1
Aulia sangat terpana melihat tempat itu meskipun tempat itu terbuat dari bambu tapi terlihat sangat indah, Aulia sangat terkejut melihat orang-orang yang datang ke tempat itu menggunakan baju serba putih, mereka semua sedang berzikir Aulia melangkahkan kakinya ketempat orang berzikir itu, dia pun mengikuti orang-orang yang sedang berzikir.
Tidak lama, Aulia kembali terbangun dari mimpinya.
''Astagfirullahalazim, mimpi apa lagi ini? apakah aku akan terus bermimpi seperti ini setiap hari?'' batin Aulia mimpi yang dia sendiri tidak mengerti sama sekali.
.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG
LIKE DAN KOMENTAR NYA
HANYA CERITA FIKSI
__ADS_1