Harimau Aulia

Harimau Aulia
Silat di malam hari


__ADS_3

Malam harinya anak kota itu makan malam di warung Gadis, di warung tersebut juga ada beberapa warga. Desa yang sedang minum kopi. Tetapi di sana tidak ada Aulia dan Bara entah kemana mereka berdua.


"Oh iya Naura tadi siang gue lihat Aulia natap lo," ujar Kaila sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.


Mendengar itu Naura pun berhenti makan.


"Masak sih? terus kenapa? dia natap aku?" tanya Naura.


"Gue juga kurang tahu kenapa dia natap lo kayak gitu pas lo nangis tadi dia menatap lo tajam banget, gue aja sempat baper ngelihatnya," ucap Kaila.


"Kenapa? ya dia lihat aku seperti itu?" tanya Naura dia masih tidak mengerti kenapa Aulia menatapnya.


"Mungkin dia suka sama lo kali," ujar Sadam.


"Ya gak mungkin lah kenapa dia harus suka sama aku," sahut Naura.


"Ya mana kita tahu," ucap Sadam.


"Tapi apa salahnya sih kalau Aulia suka sama lo, dia kan ganteng soleh juga cocok lah sama lo. Lo juga cantik dan juga berhijab," ujar Kaila.


"Ya gak mungkin lah kalian kan tahu aku sudah di jodohkan sama orang tua ku," sahut Naura.

__ADS_1


"Bapak-bapak kalian masih di sini?" tanya seorang warga kepada warga lainnya.


"Emang ada apa," sahut warga yang tengah menyeruput kopinya.


"Di dekat kebun Bara ada latihan silat ayo kita pergi ke sana untuk melihat mereka," ucap warga itu.


"Oh iya, tadi siang kan sudah di bilang sama pak kades Budin kalau ada latihan silat, ayo kita ke sana," ucap warga lainnya.


Mereka pun berbondong-bondong pergi ke tempat itu untuk menyaksikan latihan silat tersebut.


"Gue jadi penasaran seperti apa sih silat di desa ini, ayo kita pergi untuk melihat mereka," ajak Kenzo.


Anak kota itu pun bangkit dari tempat duduk mereka masing-masing mereka pun mengikuti warga-warga yang pergi ke tempat latihan silat tersebut.


"Ada di kebun pak Suri," sahut warga.


"Pak Suri itu siapa pak?" tanya Sadam karena dia tidak tahu siapa pak Sury itu.


"Pak Suri itu orang tuanya Bara kebunnya agak jauh dari sini karena latihan itu tidak boleh di saksikan oleh anak kecil," ucap warga sambil terus berjalan.


Mereka anak kota itupun saling tatap satu sama lain. Mereka bingung kenapa latihan silat tersebut tidak boleh di saksikan oleh anak kecil. Padahal itu bagus jika anak kecil bisa silat setidaknya ada anak-anak yang akan menjaga. Desa dari orang-orang jahat.

__ADS_1


Berapa menit berlalu warga desa dan juga anak kota itu sampai ke tempat latihan silat itu. Di sana sudah ramai dengan warga dan juga ada Aulia dan Bara di tempat itu.


"Hai! Itu kan Aulia sama Bara mereka di sini juga ternyata," ujar Kaila.


"Apa mereka berdua juga ikut silat?" tanya Kenzo.


"Mungkin saja mereka hanya sekedar penonton," sahut Kaila, "ayo kita kesana," ujar Kaila lagi.


Mereka berempat pun pergi duduk bersama para warga yang tengah menyaksikan latihan silat tersebut di sana juga terletak beberapa tumpuk kan api unggun untuk menerangi meraka yang berbeda di sana.


''Pak apa di sini sering mengadakan latihan silat seperti ini?'' tanya Kenzo kepada salah satu warga yang duduk di sebelahnya.


''Ngak mas dalam setahun ada berapa kali saja,'' sahut warga itu.


''Untuk apa pak?'' tanya Kenzo yang masih penasaran dengan latihan tersebut.


.


.


.

__ADS_1


. BERSAMBUNG...


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR VOTE BUNGA BINTANG FAVORIT TIPS HANYA SEBUAH CERITA FIKSI.


__ADS_2