Harimau Aulia

Harimau Aulia
Sadam pemuda dari kota


__ADS_3

''Kalian sudah tahukan, larangan di desa ini,'' ucap pak Budin sambil menatap empat orang yang berdiri di depannya.


''Iya pak, kami sudah tahu akan larangan itu,'' sahut Kenzo.


Meskipun mereka sudah tahu larangan di desa tersebut, tetapi pak Budin tetap akan memberi tahu mereka lagi. Apa? yang tidak boleh dilakukan. Apa? lagi sampai di langgar oleh mereka.


''Meskipun kalian sudah tahu, tapi saya tetap akan memberi tahu kalian lagi, tentang apa yang tidak boleh dilakukan di desa ini,'' ujar pak Budin.


Mereka berempat saling pandang satu sama lain, meraka tidak mengerti larangan apa saja yang harus mereka lakukan selama di. Desa itu.


''Larangan apa saja yang harus kami ketahui pak?'' tanya Naura.


''Di desa ini kalian tidak boleh keluar terlalu malam sebelum jam 10.00 kalian sudah harus berada di rumah,'' ujar pak Budin.


''Apa? pak, gak bisa gitu dong pak kami saja saat di kota jam 1 malam pun masih bisa di luar, masak di sini gak boleh!'' sahut Kaila.


''Tapi ini bukan kota Anda, yang bisa keluar sampai jam 1 malam Anda harus ingat ini desa bukan kota!'' sahut pak Budin menatap Kaila.


''Baik pak, kami akan menjauhi larangan yang berlaku di desa ini,'' ucap Naura.


''Baik, kalau seperti itu bari saya antar kalian ketempat tinggal kalian,'' ujar pak Budin.

__ADS_1


Mereka pun Menganggukkan kepala, meraka semua keluar dari rumah pak Budin, Kaila memegang tangan Naura berjalan bergandengan tangan karena dia merasa takut saat melewati jalanan gelap yang di penuhi dengan semak-semak di sekitar jalan. Lampu di jalan itupun sangat jauh letaknya, pak Budin menggunakan obor agar tidak terlalu gelap saat melintasi jalanan itu.


''Apa? disini gak ada lampu?'' tanya Kaila berbisik matanya sibuk melihat kiri kanan.


''Aku juga gak tahu,'' sahut Naura yang juga berbisik.


Mereka pun sampai di sebuah rumah kosong, tempat tinggal mereka. Rumah itu tidak jauh dari rumah Aulia, mereka berempat menatap rumah itu, yang terlihat masih begitu rapi, di desa itu rata-rata menggunakan rumah panggung. Agar tidak ada harimau yang bisa masuk ke dalam rumah warga.


''Ini tempat tinggal kalian, di dalam ada dua kamar kalian boleh tinggal di sini selama kalian mau, tapi ingat jangan berbuat yang tidak baik disini,'' ujar pak Budin.


''Baik pak,'' sahut Naura.


''Bagaiamana, apa ini sudah cukup untuk kalian?'' pak Budin.


''Iya, sudah pak ini lebih dari cukup sangat nyaman pak,'' ujar Naura.


''Oh iya, pak apa disini sinyal ponsel memang susah, soalnya dari tadi saya ingin menelepon orang tua saya tapi gak bisa?'' tanya Sadam.


''Di desa ini memang susah sinyal, besok saja kamu cari,'' ujar pak Budin, '' saya pulang dahulu,'' ujar pak Budin lagi.


''Aneh sekali desa ini,'' ucap Kenzo.

__ADS_1


''Ya sudah ayo kita istirahat, besok kita harus kabari orang tua kita kalau kita sudah sampai, ''ujar Naura.


Mereka masuk kedalam kamar masing-masing dan mereka langsung tidur, tapi Sadam tidak tidur dia duduk di tepi ranjang yang di sebelahnya ada Kenzo.


''Lo kenapa? gak tidur?'' tanya Kenzo sambil mengucek matanya dan melihat jam dari ponselnya.


Sadam hanya menggelengkan kepalanya menatap lurus ke jendela kamar, dia tidak menjawab perkataan Kenzo, Kenzo pun duduk dari tidurnya dia melihat Sadam hanya diam saja.


.


. ...BERSAMBUNG...


.


.


.


...JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR VOTE BUNGA BINTANG FAVORIT TIPSNYA HANYA CERITA FIKSI....


Apa yang terjadi kepada Sadam? nantikan terus cerita selanjutnya

__ADS_1


__ADS_2