
Anak kota itu masih berada di rumah Aulia meraka bersikeras ingin mencari tanaman itu di hutan sungai banyak seperti yang dikatakan oleh Aulia, kalau tanaman itu pernah di lihatnya di sana.
''Kalau kalian berdua gak mau pergi biar gue sama Sadam saja yang pergi ke hutan itu,'' ujar Kenzo yang begitu keras kepala.
''Apa? kalian tahu jalan menuju hutan itu, kalau kalian tahu silahkan pergi, tapi jangan salahkan jika terjadi sesuatu kepada kalian,'' sahut Aulia.
Mereka semua pun terdiam. Karena tidak ada satu pun yang tahu jalan menuju hutan tersebut.
Naura menatap wajah Aulia karena ke tegasannya dan juga ke tampanan Aulia begitu sempurna di mata Naura.
''Kenapa? kenapa kamu menatap saya seperti itu?'' tanya Aulia.
Naura menjadi salah tingkah saat Aulia bertanya.
''Gak, aku cuma heran saja kenapa? kamu tahu semua tentang hutan,'' ujar Naura.
Aulia menatap Naura tajam, ''Karena saya pecinta alam saya juga suka berjalan di hutan-hutan,'' sahut Aulia.
''Apa? lo juga suka berjalan di malam hari sebab gue juga pernah melihat lo keluar di malam hari?'' tanya Sadam.
Semua orang yang berada di rumah itu melihat ke arah Sadam, Aulia begitu tenang saat menjawab pertanyaan dari Sadam, Aulia hanya tersenyum.
''Mungkin kamu tidak salah melihat saya di malam hari karena saya harus pergi ke mesjid dan mengikuti pengajian di sana, saya juga mau bertanya sama kamu buat apa kamu keluar di malam hari?'' tanya Aulia kembali kepada Sadam.
''Lo tahu kan di desa ini, gak ada sinyal jadi gue butuh sinyal untuk ponsel gue dan juga pekerjaan gue,'' sahut Sadam.
__ADS_1
Bu Lilis datang menghampiri mereka yang berada di ruang tengah, ''Aulia ayo ajak teman-teman kamu untuk makan bersama nenek sudah masak nih,'' ujar Bu Lilis dan kembali berjalan menuju meja makan. Sambil terus menyiapkan makanan di atas meja.
''Nenek saya sudah memanggil apa? kalian mau makan?'' tanya Aulia.
Aulia berjalan menuju meja makan, meraka pun mengikuti Aulia menuju meja makan, mereka melihat makanan yang di hidangkan oleh Bu Lilis sangat lezat yang telah tersusun rapi di atas meja itu.
''Ayo silahkan duduk kita makan bersama siang ini,'' ujar Bu Lilis sambil tersenyum.
''Iya nek terima kasih,'' sahut mereka serempak mereka pun duduk di kursi masing-masing.
........................
Satu jam kemudian mereka anak kota itu kembali pulang ke tempat tinggal mereka.
''Gue gak nyangka kalau neneknya Aulia pintar masak gue jadi pengen nambah,'' ujar Sadam.
''apa?.''
''Kayaknya Aulia suka sama lo deh, gue lihat cara dia natap lo, terus cara dia ngomong sama lo itu beda,'' ujar Kaila.
''Ya gak mungkinlah yang aku tahu dia memang baik sama semua orang,'' sahut Naura.
''Gue juga pikir begitu,'' ujar Kenzo.
''Kenapa? kalian jadi jodoh-jodohin aku sama Aulia?'' tanya Naura.
__ADS_1
''Apa salahnya Aulia cukup gantengkan dan lo juga cantik dia juga anak yang Sholeh, lo juga berhijab buat gue kalian cocok kok,'' ujar Kaila.
Naura hanya tersenyum menangkapi perkataan tema-temanya.
Malam harinya jam 12.30 Sadam dan Kenzo keluar dari rumah tempat tinggal mereka tanpa memberitahukan Naura dan Kaila mereka berdua benar-benar keras kepala mereka ingin mencari tanaman itu di hutan sungai banyak. Semua orang telah melarang untuk tidak keluar malam-malam di desa itu. tetapi mereka tidak mendengarkannya.
''Gue jadi takut melihat desa ini di malam hari sebaiknya kita pulang aja,'' ujar Sadam sambil menyenter jalanan.
''Lo penakut banget sih, kan ada gue,'' sahut Kenzo.
''Kita juga gak tahu jalan menuju hutan itu, kalau sampai kita terset Bagaiamana?'' tanya Sadam.
Mereka berdua telah berada di Pegunungan hari juga semakin malam waktunya binatang buas berkeliaran di gunung itu. Tapi Kenzo dan Sadam tidak menghentikan perjalanan mereka.
''Kenzo suara apa itu?'' tanya Sadam.
''Jangan berisik ayo kita lihat ada apa disana,'' sahut Kenzo.
.
.
.
.
__ADS_1
. .... BERSAMBUNG....
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR VOTE BUNGA BINTANG FAVORIT TIPS HANYA SEBUAH CERITA FIKSI