Harimau Aulia

Harimau Aulia
BUKIT BATU


__ADS_3

Sadam langsung lari masuk ke dalam kamarnya.


Pagi harinya barulah dia menceritakan apa yang dia dengar semalam. Kepada Kenzo dan yang lainnya.


'' Gue gak percaya, '' ucap Kenzo.


'' Sumpah gue denger seseorang berjalan diluar rumah, cuma gue gak sempat lihat karena gue takut gue langsung masuk aja kedalam kamar, '' ujar Sadam sambil bergidik Takut.


'' Aku percaya sama apa yang kamu katakan, soalnya aku juga sempat mendengar suara harimau tadi malam! '' sahut Naura.


'' Apa, lo gak salah dengarkan? '' tanya Kaila yang merasa takut dengan perkataan Naura bahwa dia mendengar suara harimau.


Naura menggelengkan kepalanya bahwa dia tidak berbohong dan dia benar-benar mendengarkan suara itu.


'' Apa sebaiknya kita pulang ke kota saja, gue gak mau mati disini, '' ujar Kaila.


'' Tapi kita ada pekerjaan di desa ini, mungkin saja itu harimau biasa tempat tinggal kita ini kan desa dan juga dekat dengan gunung-gunung dan hutan otomatis harimau dan hewan lainnya pasti ada, '' ujar Naura.


'' Justru itu sangat berbahya, apa lagi kita harus pergi ke hutan dan gunung takutnya hewan buas itu pasti ada disana, '' sahut Kaila.


" Udah jangan di pikirkan, kita kan gak pergi berempat pasti berapa warga juga ikut bersama kita, " ujar Naura.


..............


Hari itu juga, anak kota itu pergi ke bukit untuk mencari tumbuh-tumbuhan obat. Tetapi sebelum pergi mereka menemui pak Budin di balai desa, untuk meminta warga ikut bersama mereka ke bukit itu.


" Apakah kalian akan pergi sekarang ke bukit itu? " tanya pak Budin.


" Iya pak betul kami akan pergi sekarang ke bukit itu, tapi kami butuh warga untuk menemani kami di sana, " ujar Naura.


Pak Budin menganggukkan kepala dan berpikir siapa yang harus menemani mereka di bukit itu. Jika warga pasti tidak mau ke bukit itu karena masih takut. Saat itupun Aulia dan Bara lewat di depan balai desa.


" Aulia, Bara, " panggil pak Budin sambil melambaikan tangannya.


Aulia dan Bara pun segera mendekati pak kades yang berdiri di depan balai desa bersama anak kota itu.


" Ada apa pak? " tanya Bara.


" Bapak ingin kalian temani mereka, ke bukit karena mereka ingin mencari obat-obatan itu, "ucap pak Budin.


" Ke bukit, kenapa tidak di gunung saja lebih dekat? " tanya Bara.

__ADS_1


" Di gunung mau cari apa, gak ada apa-apanya disana kamu sama Aulia harus temani mereka sampai mereka kembali, "ujar pak Budin.


" Aulia kamu kenapa diam saja sih?" tanya Bara.


" Terus aku harus ngomong apa kan kita harus menemani mereka saja, "sahut Aulia yang begitu cueknya.


" Ya sudah pak kalau seperti itu kami pergi dahulu, "ujar Bara.


Mereka pun pergi meninggalkan Balai desa. Mereka hanya diam saja dan terus berjalan menelusuri jalan menuju bukit itu. Tidak lama kemudian mereka sampai di bukit yang tersebut.


" Wow, bukit ini benar-benar bagus, Naura ayo naik kesini lihat pemandangan dari atas, " ujar Kaila yang berdiri di atas batu besar.


Naura, Sadam dan juga Kenzo naik keatas batu itu mereka melihat pemandangan dari atas benar-benar menajubkan jika di lihat dari atas.


" Ternyata orang kota pada aneh ya, kayak gak pernah pergi ke hutan, " ujar Bara tersenyum melihat mereka dari bawah.


Mereka berfoto-foto di atas batu besar itu sambil seru-seruan dan tertawa.


'' Aulia bukannya itu burung elang yang kita selamatkan waktu itu? '' tanya Bara melihat burung elang hinggap di pohon yang tinggi.


Aulia pun berjalan berapa langkah untuk melihat elang tersebut.


'' Ada apa? '' tanya Bara mendekati Aulia.


'' Oh iya, berarti dia ingin selalu dekat dengan kamu, mungkin saja dia ingin kamu menjadi temannya atau ada sesuatu yang lain ingin di sampaikan, '' ujar Bara menatap elang yang masih di atas pohon.


'' Entahlah aku juga belum mengerti kenapa elang itu mendekati ku, '' sahut Aulia.


Anak kota itu turun dari atas batu besar itu mereka mendekati Aulia dan Bara yang masih menatap pohon itu, mereka juga ikutan melihat ke arah pohon. Elang itu melebarkan sayapnya dan pergi.


'' Ada apa dengan pohon itu? '' tanya Sadam.


Aulia menoleh ke arah Sadam yang telah berada di sampingnya.


'' Apa kalian sudah selesai mencari obat-obatan itu? '' tanya Aulia mengalihkan pembicaraan.


'' Belun ini kita mau cari, '' sahut Sadam.


Mereka pun berjalan lebih jauh lagi ke bukit itu, Naura membuka sebuah buku yang di bawanya, di dalam buku itu ada gambar-gambar tumbuh-tumbuhan yang akan mereka cari.


'' Naura apa tumbuhan ini ada didalam buku itu? '' tanya Kenzo sambil memegang tumbuhan itu di tangannya.

__ADS_1


Naura segera mendekati Kenzo dan melihat tumbuhan itu sama persis seperti yang ada didalam buku catatannya. Beberapa tumbuhan sudah mereka dapatkan mereka pun akan segera pulang ke desa.


'' Apa kalian sudah selesai, kalau sudah sebaiknya kita pulang sekarang takutnya nanti semakin gelap, '' ujar Aulia.


Mereka menganggukkan kepala dan berjalan beriringan hari sudah mulai magrib cuaca sudah mulai mendung hujan rintik-rintik pun sudah mulai turun.


'' Apa sebaiknya kita berhenti dahulu takutnya nanti kita sakit, '' ucap Sadam.


'' Jangan ada yang berhenti dan jangan ada yang menoleh kebelakang, teruslah berjalan! '' ujar Aulia.


Mereka saling melirk satu sama lain dan mereka terus saja berjalan tanpa menoleh ke belakang seperti perintah Aulia. Sampainya mereka di desa, anak kota itu pulang ke tempat tinggal mereka Aulia dan Bara pergi menuju mesjid untuk melaksanakan salat magrib.


......................


Jam 8.00 malam Aulia datang ke rumah tempat tinggal anak kota itu, untuk memberikan mereka makanan yang sudah di masakan oleh Bu Lilis. Toko-toko... bunyi pintu di ketuk dari luar.


'' Iya sebentar, Aulia ada apa ayo silahkan masuk, '' ucap Kaila yang membuka pintu untuk Aulia, '' apa yang kamu bawa? '' tanya Kalia.


Tanap menjawab Aulia menyerahkan sebuah rantang kepada Kaila yang berdiri di depannya.


'' Apa ini? '' tanya Kaila lagi sambil mengambil rantang itu dari tangan nya.


'' Makanan buat kalian dari nenek saya, '' ujar Aulia dan pergi.


'' Aneh banget sih jadi cowok, '' batin Kaila.


Naura mendekati Kaila yang berdiri di depan pintu sambil melihat keluar rumah.


'' siapa yang datang? '' tanya Naura.


'' Aulia yang datang dia mengantarkan kita makanan, ayo duduk kita makan bersama, '' ujar Kaila


Mereka berjalan menuju meja makan yang ada di rumah itu. Tidak lama setelah selesai makan mereka pun duduk di ruang tamu sambil memainkan ponsel mereka masing-masing.


'' Kalian tahu gak, semenjak kita datang ke desa ini gue melihat Aulia itu aneh, '' ujar Kaila.


.


.


.

__ADS_1


. ... BERSAMBUNG...


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR VOTE BUNGA BINTANG FAVORIT TIPSNYA HANYA CERITA FIKSI


__ADS_2