
Berapa menit berlalu sang nenek kembali sadar Aulia begitu bahagia setelah melihat neneknya kembali sadar. Dia menggenggam jemari sang nenek Aulia sangat takut kehilangan neneknya dia tidak ingin kejadian lalu terulang lagi.
''Nenek sudah sadar, ayo minum dulu nek,'' ucap Aulia penuh kelembutan terhadap neneknya.
Sang nenek langsung meminum air putih yang diberikan oleh Aulia.
''Aulia di mana ular itu? mereka begitu mengerikan nenek sangat takut,'' ujar Bu Lilis.
''Nenek jangan takut Aulia ada di sini buat jagain nenek,'' sahutnya sambil melepaskan genggamannya dari tangan sang nenek.
''Aulia, ular itu ingin membunuh mu dan juga warga desa. Jika mereka ingin menghabisi nenek itu tidak masalah bagi nenek tapi mereka juga ingin menghabisi mu, kalau itu terjadi bagaimana dengan desa ini desa ini sangat membutuhkan mu dan Bara,'' ujar Bu Lilis dengan air mata yang mulai mengalir.
''Nenek jangan terlalu khawatir aku dan Bara akan terus menjaga desa kita ini dari makhluk dan Siluman lainnya,'' sahut Aulia, ''sekarang nenek istirahatlah Aulia akan tidur di lantai untuk menjaga nenek,'' ucapnya.
Sang nenek menganggukkan kepalanya dia pun kembali membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. Sedangkan Aulia tidur di lantai dengan selembar tikar pandan.
Malam itu Aulia tidak memejamkan matanya bahkan sedetik pun dia tidak memejamkan matanya. Dia begitu khawatir dengan neneknya dia berpikir siluman itu akan kembali di saat dia sedang tidur, Aulia pun duduk dan menatap wajah sang nenek orang yang sangat dia sayangi dalam hidupnya.
''Aulia janji nek, Aulia akan menjaga nenek sebisa Aulia. Aku tidak akan membiarkan siluman itu menyakiti nenek lagi,'' batin Aulia dia pun berdiri dan berjalan keluar kamar sang nenek, entah apa yang ingin dia lakukan di luar sana.
__ADS_1
Waktu masih jam 2.00 malam Aulia pergi keluar rumahnya dia berdiri tepat di halaman rumahnya dia mengeluarkan ajian pelindung untuk melindungi rumahnya agar para siluman tidak bisa menembus masuk ke dalam rumah tersebut. Namun di tempat lain.
Ada siluman yang melihat kejadian itu dimana Aulia sedang melindungi rumahnya dengan ajian pelindung tersebut. Mereka bukanlah siluman ular. Tapi mereka adalah musuh baru bagi Aulia dan Bara.
Pagi harinya Aulia menyimpakan sarapan untuk sang nenek.
''Nek ayo makan dulu, ini Aulia bawakan makanan buat nenek,'' ucapnya membawa makanan ke kamar sang nenek.
Sang nenek pun segera memakan sarapan yang di bawakan oleh Aulia.
Di tempat lain. Orang tua Bara pergi menemui Gadis ke rumahnya, entah apa yang ingin dia sampaikan kepada Gadis.
''Maaf buk, nak Gadisnya ada saya mau bicara sama dia,'' sahut Bu Ina.
''Ada buk, sebentar saya panggilkan,'' ujar orang tua Gadis.
Tidak lama Gadis pun keluar dari rumahnya dia berjalan mendekati orang tua Bara di luar rumah.
''Buk Ina ada apa? kata ibu aku, ibu mau bicara dengan ku?'' tanya Gadis tersenyum.
__ADS_1
Buk Ina memegang tangan Gadis dan membawa Gadis menjauh dari rumahnya agar apa yang dia katakan, tidak di dengar oleh orang lain.
''Ada apa bu, kok ibuk membawa aku kesini?'' tanya Gadis.
''Hmmm... Begini nak Gadis ibuk mau kamu menolong ibu,'' ujarnya.
Gadis mengerutkan keningnya, '' Ibuk mau minta tolong apa?.''
''Ibuk ingin kamu merusak persahabatan antara Aulia dan Bara!'' ucap Buk Ina.
.
.
.
.
. BERSAMBUNG jangan lupa dukungannya
__ADS_1
jangan lupa minta updatenya juga