
Aulia terus mencari keberdaan Bara, menyusuri sungai, Aulia tidak kuat untuk berenang karena arus yang cukup kuat, Aulia pun segera mengubah wujudnya menjadi harimau di dalam sungai itu. Aulia pun terus berenang dengan wujud harimaunya ia mengayuhkan tangan dan kakinya dengan sekuat tenaga. Namun Aulia tidak juga menemukan Bara, Aulia pun kembali ke darat dengan ke adaan basah kuyup ia pun segera mengubah wujudnya menjadi manusia.
''Bara kau ada dimana, ke mana aku harus mencarimu lagi? apa yang harus aku katakan kepada Ayah mu nanti jika dia bertanya.'' Aulia mengusap wajahnya dengan kasar.
DI LAIN TEMPAT
Setelah badai berhenti. Semua warga kembali ke dalam rumah mereka masing-masing, dan warga yang berjaga-jaga malam itu kembali ke dalam pondok mereka.
''Aneh sekali malam ini, merinding sekali saya,'' ucap seorang warga.
''Benar Pak, untung saja pohon-pohon disini tidak sampai tumbang saking kuat badai itu,'' sahut warga lainnya.
''Siapa itu Pak?'' tanya warga melihat seseorang dari kejauhan.
''Bukannya itu ustazd Karim, dari mana dia? ustadz kesini mampir duduk sama kita,'' panggil seorang warga yang duduk di dalam pondok.
Ustadz Karim berjalan mendekati para warga yang sedang berjaga-jaga malam itu, ustadz Karim langsung duduk di dalam pondok tersebut wajahnya terlihat pucat dia seperti ke bingungan dan dia juga tidak menyapa para warga.
''Pak ustadz, ada apa dengan bapak?'' tanya seorang warga yang duduk di sampingnya.
Lamunan ustadz pun langsung buyar ketika salah satu warga menyentuh tangannya.
__ADS_1
''Apa kalian baik-baik saja? Bagaimana dengan warga lainnya?'' tanya Ustadz Karim.
''Iya Pak, kami baik-baik saja, dan warga lainnya sudah kembali ke rumah mereka masing-masing,'' jawab seorang warga.
''Ya sudah kalau seperti itu saya pulang dulu.'' Ustadz Karim turun dari dalam pondok tersebut dan berlalu pergi.
''Ada apa dengan ustadz Karim, dia sangat aneh, wajahnya juga sangat pucat dia keliatan ketakutan begitu,'' ujar warga.
''Mungkin ustadz Karim lagi kurang sehat, makanya seperti itu,'' sahut yang lainnya.
Ustadz Karim segera masuk ke dalam rumahnya dia duduk di sebuah kursi yang sudah ada di ruang tamu itu. Dia masih memikirkan tentang apa yang sudah dia lihat malam ini dia tidak bisa menggambarkan betapa terkejutnya dia, menyaksikan semua itu.
''Tidak! Saya pasti salah lihat. Mereka berdua bukan harimau itu... Tidak mungkin Bara dan Aulia adalah harimau jadi-jadian, itu sangat tidak mungkin.''
''Bang,'' panggil sang Istri sambil memegang pundak ustadz Karim.
Ustadz Karim terlonjak kaget melihat sang istri sudah berada di sampingnya saat ini.
''Kenapa Abang terkejut begitu?'' tanya sang istri yang bernama Aliya.
''Gak apa-apa, kamu kok belum tidur?'' tanya Ustadz Karim.
''Setelah badai tadi, Aliya jadi susah tidur bang. Takut kalau badainya datang lagi,'' ucap sang istri.
__ADS_1
Subuh menjelang pagi matahari mulai menyinari bumi dan mendesaan, Aulia masih terus mencari keberadaan Bara yang jatuh ke sungai. Dari kejauhan terdengar suara elang berbunyi seakan memanggil Aulia untuk mendekatinya Aulia tahu betul kalau itu adalah elang sahabatnya dia segera berlari ke asal suara elang tersebut.
Aulia melihat elang itu berdiri di atas pohon yang berada di tepian sungai, Aulia segera memanjat pohon tersebut setelah sampai ke atas pohon besar itu, dia pun menoleh ke dalam sungai di sana Aulia melihat Bara tersangkut di pohon tumbang yang terhimpang arus air.
''Bara.'' Aulia berteriak melihat Bara yang tersangkut di pohon yang tumbang, Aulia pun segera turun melompati pohon itu dia segera mengubah wujudnya menjadi harimau Aulia langsung melompat ke dalam sungai, setelah sampai ke arah Bara, Aulia segera menarik tubuh Bara ke tepian sungai dengan susah payah dengan arus sungai yang cukup kuat. Tidak lama Aulia kembali mengubah wujudnya menjadi manusia dia mengeluarkan ilmu tenaga dalamnya untuk mengobati Bara yang tidak sadarkan diri, berkali-kali Aulia mengeluarkan tenaga dalamnya untuk Bara, tetap saja tidak ada tanda-tanda Bara akan sadar. Elang pun datang untuk membantu Aulia menyembuhkan Bara, Elang itu mengepakkan sayapnya mengeluarkan ilmu tenaga dalam untuk diberikan kepada Bara. Berapa menit berlalu Bara kembali sadar dia memegang tubuhnya sendiri tubuhnya tidak terasa sakit dia terlihat segar, malah Aulia yang terlihat pucat seperti tidak bertenaga.
Melihat wajah Aulia pucat dan tidak bertenaga. Elang pun memberikan ilmu tenaga dalamnya kepada Aulia, setelah melihat Aulia dan Bara sembuh Elang tersebut segera pergi meninggalkan mereka di tepian sungai itu.
''Aulia-Aulia kau ini manusia harimau putih, tapi sangat lemah,'' ucap Bara sambil tertawa terbahak-bahak.
''Ini semua sebab kamu, coba saja kau tidak hilang dan tidak terjatuh ke dalam sungai semua ini tidak akan terjadi.'' Aulia memegang lengan-lengannya yang terasa sakit.
''Ya sudah maaf, ayo naik biar aku gendong kau sampai ke desa,'' ucap Bara tersenyum.
Tanpa berpikir panjang Aulia segera naik ke belakang Bara.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1