
Berapa warga sedang ngobrol di warung milik orang tua Gadis, dimana siang itu mereka menikmati secangkir kopi di warung tersebut.
''Bapak-bapak tadi pagi kalian ada dengar tidak, pak kades ngomong apa?'' tanya seorang warga.
''Ada pak, pak kades bilang malam ini ada pengajian di masjid, katanya buat ngusir siluman,'' sahut warga lainnya.
''Haa... Mana bisa siluman di usir dengan mengadakan pengajian, kalau itu makhluk halus mungkin bisa di usir dengan mengaji,'' sahut warga.
Warga yang berada di warung tersebut menganggukkan kepala mereka serempak.
Senja pun tiba, satu-persatu warga mendatangi mesjid karena malam itu akan ada pengajian.
''Bara apa ibu mu tidak ikut pengajian?'' tanya seorang wanita yang melihat Bara hanya berdua dengan ayahnya.
''Gak buk, ibu saya lagi tidak enak badan,'' sahut Bara tersenyum.
Wanita itupun menganggukkan kepalanya lalu kembali berjalan bersama warga lainnya. Sampainya di mesjid ternyata warga sudah pada ramai.
Di tempat lain ada berapa warga yang tidak hadir di mesjid sebab mereka harus berjaga-jaga malam itu.
__ADS_1
''Malam ini cuacanya agak dingin ya?'' tanya warga yang sedang berjaga-jaga.
''Iya pak, padahal tidak mendung ataupun hujan,'' sahut temannya.
Tiba-tiba saja yang tadinya langit cerah kini tertutup oleh awan hitam angin pun semakin bertiup kencang.
''Malam ini saya akan menghabisi kalian!'' ucap buk Ina yang telah berwujud ular itu. Tanpa aba-aba dia langsung mengibaskan ekornya ke arah pondok warga dan menghancurkannya, warga yang berada di dalam pondok tersebut terpental ke luar.
Seorang warga sempat lari sambil memegang obor di tangannya. Namun sayangnya warga tersebut terjatuh dan obor yang di pengang pun terlepas dari genggamannya.
''Tolong jangan sakiti saya!'' ucap warga itu sambil merangka-rangka menjauh dari siluman tersebut.
Warga tersebut mengigil seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat dingin dia benar-benar takut berharapan dengan ular tersebut.
''Apa maksud siluman itu, kitab apa?'' gumam warga itu dia pun kembali bangkit dan mengambil kembali obor yang sempat terlempar olehnya.
Warga itu lari ke arah mesjid sambil berteriak meminta tolong.
''Tolong-Tolong,'' teriaknya.
__ADS_1
Untungnya pengajian sudah selesai, dan warga berhamburan keluar mesjid setelah mendengar warga yang meminta tolong tersebut.
''Ada apa pak?'' tanya warga serempak.
Warga itu dangan napas yang tidak teratur dia menceritakan semua kejadian yang menimpanya kepada warga lain. Warga lainnya menjadi ketakutan mendengar cerita dari warga tersebut.
Pak kades dan ustadz Karim Aulia dan Bara pergi ketempat kejadian tersebut, setelah mereka sampai ketempat kejadian itu mereka melihat para warga terluka parah, tertimpa reruntuhan pondok kayu tersebut Aulia dan Bara segera memperiksa warga tersebut warga itu sudah tidak sabarkan diri.
''Pak-pak,'' panggil Bara kepada warga itu sambil menggerakkan tubuhnya. Tidak lama warga tersebut pun sadar.
''Dimna siluman itu?'' tanya warga yang baru sadar.
''Sudah, nanti saja cerita soal itu, sekarang saya bantu bapak dahulu,'' sahut Bara merangkul tubuh warga tersebut dan membawanya ke dekat pondok yang sudah hancur.
.
.
. BERSAMBUNG
__ADS_1
Tolong bagi yang membaca jangan lompat bb, kalau tidak ingin di baca tidak apa-apa kasih like saja, kasihanilah aku sebagai penulis ðŸ˜