
Petapa terkejutnya, Tuan Agra dan sang murid mendengar permintaan Bu Lilis, Tuan Agra menatap tajam ke arah istri Pak Rahman tersebut, tanpa rasa takut Bu Lilis terus bicara.
''Anda tahu kami tidak memiliki anak jadi saya ingin Anda berbesar hati untuk menyerahkan anak itu kepada kami,'' ujar Bu Lilis.
Sang raja pun menatap muridnya kemudian menatap Bu Lilis dan Pak Rahman.
''Maaf Ibu, Pak, bukan saya tidak ingin menyerahkan anak ini kepada kalian, tapi anak ini akan memiliki kekuatan dan ilmu yang sangat kuat, dan sewaktu-waktu dia juga bisa berubah wujud seperti kami seekor Harimau,'' ujar Raja Agra.
Setelah mendengar perkataan sang. Tuan Agra Bu Lilis dan Pak Rahman saling tatap.
''Tidak apa-apa. Tuan apa pun yang akan terjadi nanti kami, akan menerimanya dan kami juga akan menyayanginya seperti cucu kami sendiri,'' ujar Pak Rahman dengan yakin dia benar-benar sangat menginginkan anak itu. Sang Raja menatap murid kepercayaannya itu, sang murid pun menganggukkan kepala dan menyetujui permintaan, Pak Rahman dan istrinya.
''Baiklah saya akan menyerahkan cucu saya kepada kalian, tapi kalian harus merahasiakan dari cucu saya ini kalau dia adalah keturunan Harimau, karena setelah dewasa nanti dia akan tahu siapa dirinya yang sebenarnya,'' ujar sang raja Agra.
''Baik Tuan kami akan merahasiakannya, kami juga akan menjaga nya seperti cucu kami sendiri,'' sahut Pak Rahman.
''Nama apa yang akan kalian berikan kepada cucu saya ini?'' tanya sang Raja menatap cucu laki-lakinya itu.
''Kami sudah memberikan dia nama, sewaktu Bunga masih ada, nama yang bagus untuk cucu Anda tuan,'' ujar Pak Rahman.
''Siapa?'' tanya Raja Agra.
''Kami memberi namanya Aulia Raja, Tuan,'' sahut Pak Rahman.
__ADS_1
''Aulia Raja,'' sahut Tuan Agra karena namanya juga masuk di dalam nama cucunya itu.
''Iya Tuan, Bunga yang membuat nama itu,'' ujar Pak Rahman.
Akhirnya Aulia pun di serahkan kepada Pak Rahman dan istrinya, Raja Agra dan muridnya pun pergi sambil membawa jenazah Bunga ke .Desa mereka dengan cara menghilang, pak Rahman dan bu Lilis begitu bahagia bisa mendapatkan Aulia menjadi cucu mereka.
****
Hari demi hari berlalu tahun demi tahun pun berganti Aulia telah beranjak dewasa, dia menjadi pemuda yang keren dan juga tampan, dia juga sangat baik kepada siapa pun, dia juga sangat menyayangi Bu Lilis dan Pak Rahman yang di panggilnya dengan sebutan kakek dan nenek itu. Namun sampai saat ini dia belum tahu siapa jati dirinya bahkan, dia juga belum tahu kalau dia adalah keturunan Harimau.
Pagi itu Aulia sedang membantu kakeknya di kebun, Pak Rahman dan Bu Lilis sangat menyayangi Aulia bahkan sampai saat ini Aulia belum tahu bahwa dirinya hanyalah cucu angkat. Hari-hari berlalu mereka sangat bahagia. Dalam berapa tahun ini Harimau yang menyerang. Desa itu sudah tidak lagi menampak kan diri, berapa tahun itu. Desa mereka sangat aman dan damai, sudah tidak ada lagi teror dari Harimau belang kuning tersebut.
Sore harinya mereka pulang ke rumah setelah berkebun seharian mereka terlihat sangat letih, sesampainya di rumah, Aulia bergegas membersihkan rumah agar kakek dan neneknya nyaman.
''Aulia dimana Bu kok nggak makan bersama kita?'' tanya Pak Rahman.
''Tadi Ibu lihat dia sedang Mengaji di kamarnya pak,'' sahut Bu Lilis.
''Ya sudah kita tunggu cucu kita itu selesai mengaji baru kita makan bersama,'' ujar Pak Rahman.
Bu Lilis menganggukkan kepalanya. Berapa menit berlalu Aulia pun keluar dari kamarnya.
''Kakek, nenek kenapa kalian belum makan?'' tanya Aulia sambil membenarkan lengan bajunya.
__ADS_1
''Bagaimana kami bisa makan kalau cucu kami saja belum duduk bersama kami,'' sahut Bu Lilis tersenyum.
''Ya sudah sekarang ayo kita makan,'' ujar Aulia, Bu Lilis pun menyiapkan nasi untuk Aulia dan juga suaminya, mereka pun makan dengan hidangan yang sederhana. Setelah selesai makan mereka di kejutkan dengan warga yang berteriak meminta tolong di luar sana sambil mengetuk kentongan yang begitu keras.
''Ada apa di luar kek?'' tanya Aulia karena dia baru mendengar warga berteriak seperti itu.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG JANGAN LUPA
LIKE DAN KOMENTAR NYA FAVORIT TIPS NYA
HANYA CERITA FIKSI
__ADS_1